Talkshow Prodia: Penyakit Degeneratif Tidak Menular

IMG_20150819_031257

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Laboratorium Klinik Prodia berupaya mengkampanyekan Preventive Medicine untuk mencegah perkembangan penyakit degeneratif di Indonesia melalui Roadshow Talkshow di 18 kota besar di Indonesia.

Untuk kota Bandung yang merupakan kota ke-15, Talkshow Preventive Medicine bertema, “Yakin Sudah Merasa Sehat” berlangsung, Sabtu, (15/8/2015), di H Clarity Cihampelas Bandung.

Turut hadir sebagai narasumber, dr. Miftahurachman,SpPD,M.Kes, Winni Agustiani,S.Si,M.Kes, dan Regional Head Prodia IV Jawa Barat DR.Mona Yolanda,M.Si,Apt. dan Tedy Cahyadi.

Saat sesi Press Conference, dr. Miftahurachman menegaskan, walaupun dari tahun ke tahun penyakit degeneratif semakin bertambah dan angka kematian bertambah, namun penyakit ini tidak menular.

Salah satu penyakit degeneratif adalah Diabetes Melitus, “Indonesia menempati peringkat ketiga atau keempat di bawah China, India, dan Amerika Serikat dalam hal jumlah penderita Diabetes Melitus,” kata dr. Miftahurachman di awal paparannya.

“Untuk mencegah Diabetes Melitus, gaya hidup sehat, menjaga asupan makanan, dan olahraga menjadi titik berat,” kata dr. Miftahurachman, “Selain itu stress bisa berpengaruh, karena mempengaruhi rohani dan jasmani, oleh karenanya, derajat stress berat harus diwaspadai,” ujarnya.

Lebih lanjut dr. Miftahurachman mengatakan, anak anak gemuk (obesitas) seperti bom waktu, “Mereka tinggal menunggu kapan mengalami diabetes,” tegasnya.

“Pola makan sangat berperan, apabila pola makan kacau, kerja pankreas menjadi begitu hebat, dan mengakibatkan cadangan insulin di pankreas habis,” ungkap dr. Miftahurachman, “Oleh karena itu, masyarakat harus mampu membaca Nutrition Fact pada kemasan makanan,” ujarnya.

“Diabetes hingga saat ini belum bisa disembuhkan, namun bisa kita bekukan agar progrevitasnya jangan sampai bertambah,” kata dr. Miftahurachman, “Diabetes terjadi karena struktur pankres sudah tidak normal,” ungkapnya.

“Sulawesi menjadi provinsi yang tingkat penderita diabetesnya tinggi,” kata dr.Miftahurachman, “Hal ini karena pola makan dan sumber karbohidrat yang ada di Indonesia Timur,” ungkapnya, “Selain itu ada budaya perkawinan antar keluarga, dan perkawinan sedarah yang akhirnya mengakibatkan diabetes,” kata dr.Miftahurachman di akhir paparannya.

Salah satu narasumber, Winni Agustiani, S.Si,M.Kes mengatakan, anak-anak yang suka jajan makanan ringan, berpotensi memiliki kalori berlebih dan kadar lemak tinggi, “Sehingga ketika masih kecil, anak-anak sudah mengalami obesitas, dan pada usia muda menderita diabetes,” kata Winni.

“Jajanan anak-anak biasanya memiliki kandungan zat yang bukan untuk dimakan, diantaranya zat pengawet, dan formalin,” tegas Winni, “Hali ini akan menimbulkan gangguan tersendiri bagi anak, apalagi jajanan sekolah tidak ada Nutrition Fact,” kata Winni.

IMG_20150819_031301

DR.Mona Yolanda,M.Si,Apt dalam paparannya mengatakan, Roadshow Talkshow Prodia bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, “Prodia selalu berkontribusi terhadap bidang kesehatan,” katanya.

“Masyarakat harus berani mengecek kesehatannya ke laboratorium,” tegas Mona, “Jangan takut memeriksakan diri ke Lab,” ujarnya, “Seminar-seminar yang diadakan Prodia baik skala kecil maupun besar penting dilakukan sebagai upaya agar masyarakat berani memeriksakan dirinya ke Laboratorium,” kata Mona di akhir paparannya.

Penyakit degeneratif adalah jenis penyakit tidak menular (noncummunicable diseases/NCDs) yang muncul seiring dengan proses penuaan seseorang.

Degeneratif mewakili proses kemunduran sel-sel tubuh yang berlangsung secara kronis, menurut WHO terdapat 4 jenis penyakit degeneratif, yaitu penyakit jantung dan pembuluh darah (serangan jantung dan stroke), kanker, penyakit pernapasan kronik (asma), dan diabetes melitus.

WHO mencatat, setiap tahunnya penyakit degeneratif menyebabkan kematian 38 juta orang, dengan 3/4 kasus terjadi di negara berkembang, dan 16 juta kematian terjadi pada mereka yang berusia di bawah 70 tahun. (Bagoes Rinthoadi)