Derry Septiadi: Pengusaha Catering Dalam Posisi Terjepit

IMG_20150820_141302

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Managing Director PT Destiny Mekar Derry Septiadi menegaskan, imbas dari kenaikan harga daging sapi, daging ayam, cabai, dan bahan makanan lainnya membuat pengusaha catering dalam posisi terjepit.

Hal ini ditegaskan Derry di sela-sela Grand Launching The CATERING Magazine, Rabu, (19/8/2015), di Ballroom The Trans Luxury Hotel jalan Gatot Subroto Bandung.

“Dengan adanya kenaikan harga, pengusaha catering saat ini dalam posisi terjepit,” kata Derry di awal wawancara, “Kami berharap pemerintah bila mengeluarkan kebijakan tidak merugikan para pengusaha,” ujarnya.

“Kami mohon kepada pemerintah untuk bisa mencari solusi secepatnya terkait kenaikan harga-harga,” kata Derry.

Terkait Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Derry mengungkapkan, pengusaha catering yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Kota Bandung saat ini memang posisinya masih aman, “Tetapi ke depannya bila ada perusahaan catering dari ASEAN masuk, kita harus mempersiapkan,” tegasnya.

“MEA akan diberlakukan Desember 2015, tapi masih dibatasi 12 bidang, yaitu 7 industri dan 5 jasa,” ungkap Derry, “Catering memang tidak masuk MEA, tapi transportasi kapal laut dan udara untuk cateringnya ada standarisasi yang harus diakui Internasional,” tegasnya.

“Untuk menghadapi MEA, kualitas produk dan pelayanan harus diperhatikan, selain itu kami rutin mengadakan pelatihan SDM dan uji kompetensi,” kata Derry di akhir paparannya.

Ketua DPC APJI Kota Bandung Imas Yuhana menambahkan, apabila ketersediaan bahan makanan terhenti pasokannnya, maka merupakan kendala bagi pihaknya, “Kami meminta pemerintah daerah dan pusat terus berupaya menstabilkan harga dan ketersediaan pasokan bahan makanan,” tegas Imas.

“Walaupun pedagang melakukan demo dan mogok berjualan, kita sebagai pengusaha tidak boleh mengecewakan konsumen,” kata Imas.

Lebih lanjut Imas mengatakan, walaupun terjadi lonjakan harga, tidak akan merubah rasa dan penampilan makanan yang disajikan anggota APJI Kota Bandung, “Tapi lonjakan harga bahan makanan berpengaruh terhadap profit kami,” ujarnya.

“Untuk itu kami harus berhitung terhadap tenaga kerja yang kami miliki,” kata Imas di akhir paparannya. (Bagoes Rinthoadi)