Jodi Janitra: MEA Bukan Untuk Dikeluhkan dan Dilawan

Jodi Janitra

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Bakal Calon (Balon) Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat Jodi Janitra yang kini menjabat Kompartemen Bidang Pengembangan Usaha Pemula BPD HIPMI Jabar mengatakan, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan bergulir Desember 2015 jangan dikeluhkan apalagi dilawan.

Hal ini dikatakan Jodi saat berbincang dengan Forum Wartawan Online (FWO), Minggu malam, (23/8/2015), di De’Tuik Resto & Resort jalan Bojon Koneng Atas No. 8 Haur Manggung Cikutra  Bandung.

“MEA bukan untuk dikeluhkan dan dilawan,” kata Jodi di awal paparannya,  “Ayo dengan semangat kolaborasi kita serang balik negara-negara ASEAN dengan mendirikan pabrik-pabrik,” tegasnya.

Lebih lanjut Jodi menegaskan, apabila ia terpilih menjadi Ketua Ketua Umum BPD HIPMI Jabar, dirinya akan mengangkat tema MEA di daerah-daerah, “Namun saya masih berharap MEA mundur,” ujarnya, “Apabila ketika saya terpilih, dan dalam waktu 6 bulan BPD HIPMI Jabar tidak ada Progress saya siap mundur,” tegasnya.

“Saya akan memaksimalkan potensi yang ada,” kata Jodi, “Visi saya adalah ‘Terwujudnya Perubahahan Revolusioner Positif dalam Kultur Organisasi HIPMI Jabar’,” ujarnya,  “Sudah seharusnya HIPMI Jabar menonjolkan 70 persen bisnis dan 30 persen politik,” tegasnya.

Jodi pun menjelaskan misi-misinya apabila nanti terpilih menjadi Ketua BPD HIPMI Jabar masa bakti 2015-2018, “ Misi saya diantaranya, meningkatkan pencarian peluang bisnis ke seluruh daerah Jawa Barat serta berperan aktif dalam terwujudnya kerja sama bisnis antar anggota HIPMI,” katanya.

“Misi saya selanjutnya adalah, membangun format baru dalam jalinan kerja antara pengurus dan pembina yang saling melengkapi, dan mendorong secara berdampingan untuk terwujudnya kemajuan yang progresif , positif dan powerful, “tegasnya, “Selain itu saya akan membangun kemitraan strategis dengan para Stakeholders, dan membiasakan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Mengenai dolar yang saat ini hampir mencapai Rp.14.000, Jodi menegaskan, walaupun dolar naik, para pengusaha tetap saja harus berbisnis, “Kita harus selalu berpikir optimis dan terus mencari peluang,” katanya, “Jangan hanya mengeluh tanpa solusi,” ujarnya.

“Ketika dolar naik, justru kita harus mensubsitusi barang impor, ketergantungan impor bisa menjadi celah,” tegas Jodi, “Bahan baku di Indonesia lengkap, alam kita subur, dan kualitas agro kita tidak perlu diragukan lagi ,” ungkapnya, “Semangat inilah yang harus kita bawa,” katanya,  “Selalu ada jalan keluar,” ujarnya.

Jodi J

“Ketika dolar nanti mencapai Rp.15.000, pasti ada hikmahnya,” kata Jodi, “Kita harus memupuk optimisme dan jangan hanya melihat profit semata,” ujarnya, “Alternatif ada di lokal, yang terpenting kita jangan malas dan pintar mencari peluang,” kata Jodi di akhir paparannya.

Jodi Janitra saat ini dikenal sebagai pengusaha kuliner dan Kafe, ia pernah menjadi Disc Jockey (DJ) sejak 2004 hingga 2009, Jodi saat kelas 3 SD telah berjualan roti, hingga ia dikenal sebagai Jodi si Tukang Roti.

Walupun Jodi Drop Out (DO) hanya dalam waktu dua bulan ketika masuk Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung akibat dirinya hobi ngobrol, nongkrong, dan main kartu, namun disaat itulah kisah sukses Jodi bermula.

Walaupun mental Jodi sempat terpuruk dan teman-temannya  sempat meninggalkannya, Jodi tetap tegar dan berusaha mandiri dengan berbisnis kafe dengan hanya bermodalkan uang Rp.4 juta pinjaman dari ayahnya, lambat laun bisnis kafenya semakin besar dan kini kafenya berdiri megah di jalan Sumatera dan RE Martadinata.

Jodi Janitra merupakan pemuda yang kreatif  ‘nyeleneh’, dan pintar mencari peluang, berkat profesi DJ saat itu dan kedekatan dengan teman-teman pengusaha, dirinya berani membuka bisnis rental mobil mewah pengantin hanya dengan modal Rp.3 juta.

Jodi masuk HIPMI kota Bandung tahun 2008 dan menjadi pengurus HIPMI Jabar di tahun 2012, selain itu, dirinya aktif di Karang Taruna Kota Bandung sebagai wakil Bendahara.

Sudah 11 tahun Jodi menjadi pengusaha kuliner, dan proyek besar Jodi saat ini adalah dirinya akan membangun Kafe di sekitar Bandung Indah Plaza (BIP) jalan Merdeka dengan format Public Funding, modal yang sudah terkumpul dari format ini adalah Rp.2,3 miliar, padahal Kafe ini hanya butuh Rp.2 miliar.

Format Public Funding akan Jodi bagikan ke para pengusaha daerah, dikarenakan setelah berkonsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), format inilah yang ideal karena tidak tergantung modal dari Bank.

Selain itu, Jodi akan membangun database para pengusaha yang terintegrasi, agar para pengusaha HIPMI di daerah saling mengenal satu sama lain.

Proyek Jodi yang saat ini tengah dilakukan adalah Angkot Bersubsidi (Mang ABud) yang saat ini berjumlah 10 unit, angkot ini dilengkapi WiFi, TV LED, dan CCTV, di bagian belakang angkot dipasang TV LED yang menayangkan iklan, hal ini dilakukan karena Billboard sudah dibatasi di kota Bandung.

Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XV Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat yang rencananya berlangsung, (25-27/8/2015) di Garut, dengan agenda memilih Ketua BPD HIPMI Jabar masa bakti 2015-2018, beredar kabar bahwa Jodi Janitra sudah di dukung 80 persen suara meninggalkan jauh pesaingnya Mustopa Dwi Putra. (Bagoes Rinthoadi)