Sambut Hari Jadi Bandung, Uber Gaet Sejarawan

Uber

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Perusahaan teknologi jaringan transportasi dan layanan penjemputan asal San Fransisco California Uber kini telah merambah kota Bandung, hal ini terungkap dalam wawancara singkat dengan Uber Bandung, Rabu sore, (26/8/2015), di Sheraton Bandung Hotel & Towers jalan Ir.H. Djuanda Bandung, turut hadir dalam wawancara, International Expansion at Uber Joshua Ho, dan Community Manager Uber Cynthia Chaerunnisa.

“Apapun yang bisa kita dukung untuk Hari Jadi dan Pariwisata Kota Bandung, Uber akan mendukung sepenuhnya,” kata Community Manager Uber Cynthia Chaerunnisa di awal paparannya, “Di dalam mobil Uber pada tanggal 25 hingga 26 September 2015 akan ada Sejarawan yang menjelaskan tempat-tempat bersejarah di seputar kota Bandung,” ujarnya, “Sejarawan ini mirip seperti Tour Guide ,” ungkapnya.

Cynthia Uber

Lebih lanjut Cynthia mengatakan, Uber pun mengadakan program Corporate Social Responsibility (CSR ) di kota Bandung, “Kita bekerjasama dengan tujuh Entrepreneur kota Bandung dan Komunitas Historia dengan menggelar acara bertajuk, ‘Make Over Pride of Your City’, “ ujarnya, “Kita ingin mengembangkan anak-anak muda di kota Bandung,” kata Cynthia di akhir paparannya.

International Expansion at Uber Joshua Ho menjelaskan, Perusahaan Teknologi Uber saat ini telah merambah 300 kota di seluruh dunia, “Perkembangan Uber di kota Bandung saat ini sudah bagus, bahkan para penumpang sangat puas dengan pelayanan kami,” katanya.

Joshua Uber

“Di sekitar jalan Dago dan Riau, Uber akan datang dalam waktu dua menit ketika kita pesan melalui aplikasi Smartphone,” kata Joshua, “Tarif dasar Uber adalah Rp.3000, biaya per menit Rp.400, dan biaya per kilometer Rp.2500,” ujarnya, “Yang pasti calon penumpang harus memiliki Kartu Kredit untuk memesan Uber,” kata Joshua di akhir paparannya.

Uber saat ini masih menuai kontroversi di kota Bandung, bahkan ketika perwakilan Uber hadir dalam seminar di Institut Teknologi Bandung (ITB) bertajuk “Fenomena Moda Transportasi Baru Kota Bandung di era Digital”, Senin, (24/8/2015), ratusan sopir taksi yang hadir di seminar tersebut menyatakan penolakan keberadaan Uber, karena menganggap Uber tidak legal, liar dan tidak resmi. (Bagoes Rinthoadi)