Trans Studio Bandung Hadirkan Labirin Horor A Story of Ockta

IMG_20151008_184640

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Trans Studio Bandung (TSB) dalam rangka memeriahkan Halloween akan menghadirkan wahana labirin horor (Horror Maze) bertajuk Halloween Nightmare ‘A Story of Ockta’ sepanjang Oktober 2015.

Hal ini terungkap dalam Media Gathering TSB Halloween Nightmare ‘A Story of Ockta’, Rabu, (7/10/2015), di Trans Studio Bandung jalan Gatot Subroto.

Turut hadir dalam acara yang mencekam ini, Head of Creative Advertising & Program Trans Studio Bandung Triya Filia Santi, Section Head Creative Advertising Trans Studio Bandung / penulis skenario A Story of Ockta Deni Hamdani, Head of Communication & Development Departement TSB Anggia Elgana, dan Public Relations of Integrated Trans Studio Bandung Complex Ancha Apriansyah.

“Trans Studio Bandung menyarankan agar anak-anak tidak masuk ke dalam wahana Halloween Nightmare A Story of Ockta,” kata Head of Creative Advertising & Program Trans Studio Bandung Triya Filia Santi di awal paparannya, “Target kami adalah pengunjung remaja,” ujarnya.

Lebih lanjut Triya mengatakan, wahana Halloween Nightmare A Story of Ockta yang berada di zona Magic Corner ini hanya ada selama Oktober 2015,”Namun bila antusias pengunjung tinggi, wahana ini akan diperpanjang satu bulan,” ujarnya.

Di akhir paparannya Triya mengungkapkan, kengerian wahana Halloween Nightmare A Story of Ockta akan dilanjutkan pada perayaan Halloween tahun depan.

Head of Communication & Development Departement TSB, Anggia Elgana menegaskan wahana Halloween Nightmare A Story of Ockta merupakan wahana khusus untuk pengunjung yang bernyali dan berani, “Pengunjung yang penakut tidak dianjurkan masuk ke wahana ini,” katanya.

Section Head Creative Advertising Trans Studio Bandung / penulis skenario A Story of Ockta Deni Hamdani mengatakan, pihaknya mencoba membuat A Story of Ockta lebih nyata, “Kisah keluarga ini akan kami buat lebih Real,” ujarnya.

IMG_20151008_185435

A Story of Ockta sendiri menceritakan kisah turun-temurun tentang kutukan yang dialami anak pertama dari keluarga Ockta setiap bulan Oktober.

Ockta merupakan anak laki-laki dari pasangan Henry dan Septa, ketika Henry meninggal, hanya Greta (nenek Ockta) yang tahu penyebabnya, yaitu setiap anak laki-laki pertama dari keluarga Henry pasti meninggal karena kutukan, termasuk ayah Henry sendiri.

Awal cerita bermula ketika Henry menikah dengan Septa dan melahirkan Naila, beberapa tahun kemudian lahirlah Ockta seorang anak laki-laki pertama dari keluarga Henry dan Septa.

Ockta ternyata terlahir aneh dengan kondisi cacat mental, akhirnya Ockta dijauhi oleh keluarganya, namun Greta (nenek Ockta) semakin sayang terhadap Ockta.

IMG_20151008_185442

Ketika bulan Oktober datang, tragedi mengerikan akhirnya menimpa keluarga ini, Greta membunuh ayah Ockta (Henry), dan akhirnya Septa dan Naila bunuh diri dikarenakan tidak tahan diganggu Ockta terus menerus.

Kisah A Story of Ockta akhirnya diangkat Trans Studio Bandung dalam wahana labirin Horor gelap beraroma bunga melati, dan yang pasti para pengunjung akan disambut trailer yang mencekam.

Halloween Nightmare ‘A Story of Ockta’ ini dapat dikunjungi di Zona Magic Corner Trans Studio Bandung mulai tanggal (1-31/10/2015) sejak pukul 11.00-14.30 WIB dan 17.00-18.00 WIB.

Sosok Ockta dapat ditemui di wahana ini dalam wujud bocah bertelanjang dada yang selalu membentur-benturkan kepalanya di lemari kayu. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.