Kementerian Pariwisata Bahas Potensi Islamic Tourism di Bandung

20151026_102354

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kementerian Pariwisata RI bekerjasama dengan Islamic Tourism Center (ITC) menggagas Seminar Internasional, Joint Seminar on Islamic Tourism bertajuk, “Enhancing Collaboration Between Indonesia and Malaysia as Muslim Friendly Destinations”, Senin-Selasa, (26-27/10/2015), di H Clarity Cihampelas Bandung.

Turut hadir dalam seminar ini, Senior Advisor for the Minister Ministry of Tourism Republic of Indonesia Syamsul Lusa, Mantan Wamen Pariwisata / The Member of Expert Council of Masyarakat Ekonomi Syariah-MES/Sharia Economy Society Sapta Nirwandar, Malaysia’s Deputy Minister of Tourism and Culture Malaysia YB Datuk Mas Ermieyanti Samsudin, dan Director General of Islamic Tourism Centre, Ministry of Tourism and Culture Malaysia Zulkifly MD Said.

Dalam sesi Press Conference, Senin, (26/10/2015), di H Clarity Cihampelas Bandung, Senior Advisor for the Minister Ministry of Tourism Republic of Indonesia Syamsul Lusa mengatakan, Joint Seminar on Islamic Tourism merupakan bagian dari promosi Kementerian Pariwisata, “Ke depannya melalui peraturan Menteri Pariwisata, akan diatur peraturan di bidang perhotelan mengenai hotel syariah, travel syariah, bahkan halal Spa,” kata Syamsul.

Lebih lanjut Syamsul menegaskan, kerjasama promosi pariwisata antara Indonesia dan Malaysia sangat penting, “Nanti akan dibahas seperti apa aturannya dan paket-paket wisata yang diminati turis internasional seperti apa,” ujarnya.

20151026_102328

Mantan Wamen Pariwisata / The Member of Expert Council of Masyarakat Ekonomi Syariah-MES/Sharia Economy Society Sapta Nirwandar mengatakan, saat ini wisatawan muslim yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 1,7 juta orang, “Banyak orang Islam yang masuk dalam Middle Class,” kata Sapta.

Sapta menegaskan, Kementerian Pariwisata harus menggandeng Malaysia agar mampu menggenjot jumlah kunjungan wisatawan muslim ke Indonesia, “Masih banyak yang harus dibenahi Indonesia, diantaranya, pemasangan label halal di restoran dan rumah makan, dan penempatan Kiblat Direction di Hotel,” kata Sapta, “Hotel di Indonesia masih malu-malu menempatkan Kiblat Direction, bahkan ada yang di simpan di laci dan tempat tersembunyi,” ungkapnya.

Ministry of Tourism and Culture Malaysia Zulkifly MD Said mengatakan, ke depannya akan ada ada promosi bersama yaitu muslim turis dari Indonesia berkunjung ke Malaysia dan turis Malaysia berkunjung ke Indonesia.

Lebih lanjut Zulkifly mengungkapkan, kota Bandung sangat populer di kalangan wisatawan Malaysia dan menjadi tujuan berbelanja, “Bila musim libur sekolah tiba, penerbangan dari Malaysia menuju Bandung selalu penuh dan tidak akan cukup,” katanya.

Malaysia’s Deputy Minister of Tourism and Culture Malaysia YB Datuk Mas Ermieyanti Samsudin mengatakan, kota Bandung di kalangan wisatawan Malaysia adalah tempat untuk berbelanja.

20151026_101530

Tujuan Kementerian Pariwisata menggelar Joint Seminar on Islamic Tourism adalah menjelaskan bahwa Islamic Tourism adalah salah satu kunci sukses dalam mendukung ekonomi global, meng-arusutamakan Islamic Tourism dalam mendukung pembangunan pariwisata global, dan mengidentifikasi potensi bisnis yang terdapat dalam produk Islamic Tourism.

Saat ini Indonesia telah mempersiapkan destinasi-destinasi unggulannya sebagai Moslem Friendly Destination, diantaranya, Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Pekanbaru, Riau, Lampung, Banten, Bandung, DI Yogyakarta, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, dan Makassar.

Menurut State of the Global Islamic Economy, populasi muslim dunia diperkirakan akan terus bertambah dari 2 miliar (12% dari penduduk dunia pada tahun 2013) menjadi sekitar 3,7 miliar (dari total penduduk dunia di tahun 2019).

Sedangkan menurut Thomson Reuters dalam State of the Global Islamic Economy tahun 2013, dilaporkan bahwa total pengeluaran muslim dunia untuk makanan halal dan gaya hidup diperkirakan mencapai US$ 1,62 triliun di tahun 2012, dan diperkirakan mencapai US$ 2,47 triliun pada tahun 2018. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.