BMC Coffee Alternatif Tempat “Ngopi” Terbaik Di Kota Bandung

20151027_130754

ARCOM.CO.ID ,Bandung. BMC Coffee yang merupakan outlet khusus kopi, kini menjadi salah satu alternatif tempat ngopi terbaik di pusat kota Bandung.

Hal ini terungkap dalam acara Ngopi Bareng Rekan Media bersama Bandoengsche Melk Centrale (BMC), Selasa, (27/10/2015), di VIP Room BMC jalan Aceh 30 Bandung.

Turut hadir dalam acara ini, Direktur Utama PT Agronesia Albertus Pandu Dewanto, General Manager BMC Ai Satria, Barista BMC Coffee Ando, dan perwakilan Media di Kota Bandung baik, cetak, radio, dan Online.

20151027_114950

“Bandoengsche Melk Centrale (BMC) sebenarnya telah berdiri sejak tahun 1928,” kata Direktur utama PT Agronesia Albertus Pandu Dewanto di awal paparannya, “PT Agronesia yang menaungi BMC memiliki tiga unit bisnis, diantaranya Saripetojo (Bogor, Sukabumi, Bandung Cirebon), industri Karet Bandung (Inkaba), dan Restoran BMC (jalan Aceh & Paris Van Java Mall),” ujarnya.

Lebih lanjut Pandu mengatakan, PT Agronesia memiliki unit bisnis lain seperti pabrik susu, pabrik kue, dan pabrik air minum dan kemasan yang berlokasi di Lembang.

Pandu yang sangat paham betul tentang seluk beluk kopi mengatakan, di Indonesia terdapat 80% kopi jenis arabika, “Sedangkan kopi robusta terbesar ada di Vietnam yang 60% di ekspor ke luar negeri,” ungkapnya.

20151027_120621

“Indonesia terkenal banyak Single Origin Coffee, dan sub Origin Coffee, diantaranya kopi Aceh Gayo, Mandailing, kopi Sumbar Solok, Robusta Lampung, kopi Preanger Jawa Barat (kopi Papandayan & Garut), kopi Robusta Malang Jawa Timur, kopi Java Raung, Arabica Jawa Tengah, kopi Toraja, Wamena, Timika, Flores, dan kopi Bali,” kata Pandu, “Yang pasti kopi Indonesia berbeda dari negara lain, dan Java Coffee adalah satu origin penting dari kopi yang ada di seluruh dunia,” tegasnya.

Pandu menegaskan, kopi dari Indonesia adalah kopi yang terbaik, “Kita sudah mencoba bermacam-macam kopi, dan kopi dari Indonesia terkenal wangi,” katanya, “Di satu gelas kopi arabika asal Indonesia, kita dapat merasakan aroma jeruk, aren, herbal dan aroma lainnya, dikarenakan kopi tersebut ditanam di lingkungan seperti itu,” ungkapnya, “Di dalam kopi arabika terdapat 44 kromosom, dimana kromosom tersebut mengambil aroma tanaman di sekitar lingkungan kopi,” ujarnya.

“Kami membuka BMC Coffee dikarenakan ingin memberi informasi dan edukasi kepada masyarakat bagaimana membuat dan meminum kopi secara benar,” kata Pandu, “Saat ini kita susah membedakan jenis kopi, dikarenakan sudah menjadi bubuk,” ujarnya, “Konsep BMC Coffee adalah Specialty Coffee, yang kita tawarkan adalah kualitas kopi,” tegasnya.

Pandu mengungkapkan, saat ini yang terjadi adalah industrial kopi berbasis mesin, “Banyak tempat minum kopi yang menyeduh menggunakan mesin, sehingga aroma kopi menjadi standar,” katanya.

Photo by Bagoes Rinthoadi

Photo by Bagoes Rinthoadi

“BMC Coffee mengajak pecinta kopi kembali ke alam,” kata Pandu, “Yang ingin kita tawarkan kepada pecinta kopi adalah ketidaksempurnaan,” tegasnya, “Meminum kopi jangan sampai menyiksa dan membuat mulut terasa pahit,” kata Pandu di akhir paparannya.

General Manager BMC Ai Satria mengatakan, BMC mengembangkan BMC Coffee sejak Agustus 2015, “Diharapkan dengan dibukanya BMC Coffee, dapat menjadi salah satu alternatif tempat ngopi di kota Bandung,” kata Ai.

“Walaupun BMC Coffee bukan yang pertama kali, namun kami berkomitmen memberikan yang terbaik kepada para pelanggan dan pecinta kopi,” kata Ai, “Perpaduan biji kopi pilihan dan cara penyajian yang beragam dapat menjadi pengalaman menikmati kopi yang tidak terlupakan,” ujarnya, “BMC Coffee dengan harga yang bersahabat siap meng-upgrade cita rasa kopi yang sebenarnya,” kata Ai di akhir paparannya.

20151027_130706

Pada awalnya, BMC hanya menjual susu dan yoghurt, namun BMC kini telah berkembang menjadi Restaurant, Food and Beverage, Pastry and Bakery, dan air minum kemasan, selain itu BMC mempunyai produk susu yang diperuntukkan khusus untuk Latte. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.