Ricky Gustiadi: Trayek Angkot di Kota Bandung Harus Dibenahi

20151107_102215

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bandung Ricky Gustiadi menegaskan, Rerouting dan Re-pooling yang diajukan Kobutri dan Kobanter sudah memiliki payung hukum yang kuat, namun yang harus dibenahi adalah trayek angkutan kota (Angkot) sebelum pengembangan transportasi kota.

Hal ini ditegaskan Ricky dalam Rapat Terbuka Angkutan Kota, Sabtu, (7/11/2015), di RM. Nasi Cengek jalan Braga Bandung.

Turut hadir, Pakar Transportasi ITB Ofyar Tamim, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Jhonson Panjaitan, Kanit Dikyasa Polrestabes Bandung Erwan Dwi, Pemimpin Redaksi PRFM Basith Patria, Ketua Kobutri Bandung Udin Hidayat, Ketua Organda Bandung Neneng Zuraidah, Perwakilan Kobanter Dadang Hamdani, dan Perwakilan Kopamas Budi Kurnia.

“Kita sudah sepakat berdasarkan kebijakan tahun 2002 tidak ada penambahan Rout dan Pool, yang ada peremajaan,” kata Kadishub Kota Bandung Ricky Gustiadi, “Hingga saat ini nyaris tidak ada penambahan,” ujarnya.

Lebih lanjut Ricky mengatakan, Rerouting dan Re-pooling (RR) diterapkan dengan beberapa syarat, “RR tidak bersinggungan dengan trayek lain, dan transit yang dipilih harus tersosialisasikan,” katanya, “Jika bersinggungan, dengan trayek dalam satu koperasi maka diserahkan kepada pengurus untuk menyosialisasikan,” ujarnya.

Di akhir paparannya, Ricky mengatakan, pihaknya di akhir November 2015 akan mengadakan rapat membahas Rerouting dan Re-pooling, “Selain itu Dishub akan melakukan penertiban, dan operasi gabungan terhadap angkot yang melakukan penyerobotan jalur,” katanya, “Selain itu Dishub ke depannya akan melakukan retribusi pengendalian lalu-lintas, biaya parkir dinaikkan, dan mempersulit gerakan kendaraan pribadi,” tegasnya.

Pakar Transportasi ITB Ofyar Tamim mengatakan, pihak yang berwenang harus merekonstruksi Transportasi melalui Rerouting dan Re-pooling, “Trayek 05, permasalahan Ojek dan Gojek saat ini sudah berantakan, itu yang harus dibenahi,” tegasnya.

“Kita harus bersama-sama membereskan masalah Rerouting dan Re-pooling, sedangkan yang menentukan jumlah armadanya adalah Dishub kota Bandung,” kata Ofyar.

Ketua Kobutri Bandung Udin Hidayat mengungkapkan, hingga hari ini tidak ada pengusaha besar yang mau mengelola angkutan kota, “Angkot selalu ditangani pengusaha kecil sehingga persaingan makin tinggi,” ujarnya.

“Kami baru mewadahi pengusaha dan pengemudi, kami hanya operator bias,” kata Udin, “Apabila trayek sudah dibadanhukumkan maka penerapan peraturan akan lebih mudah,” ujarnya.

Masyarakat kota Bandung saat ini membutuhkan angkutan kota yang cepat, aman, dan jelas, beberapa keluhan penumpang diantaranya, pengamen mengganggu kenyamanan di dalam angkot, jalannya angkot pelan sekali, angkot sering ngetem, dan sopir mengganggu arus lalu-lintas. (Bagoes Rinthoadi)