Eka Santosa: KONI Jawa Barat Harus Dibekukan

20151104_144836

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Ketua Forum Penyelamat Olahraga (FPOR) Jawa Barat Eka Santosa menegaskan, KONI Jawa Barat harus dibekukan karena pengurusnya terindikasi korupsi dan terlibat narkoba, selain itu KONI Jabar tidak mempertanggungjawabkan laporan keuangan tahun 2010-2014.

Hal tersebut ditegaskan Eka Santosa saat berdialog dengan anggota FPOR Jabar dan wartawan, Rabu, (4/11/2015) di d’Oasis Resto & Lounge jalan Lombok Bandung.

“Saya kira kita tidak bisa lagi menunggu, ini merupakan penodaan dan aib bagi warga Jawa Barat, karena memang KONI secara faktualnya diproses secara tidak benar, juga terindikasi adanya penyimpangan keuangan dari penggunaan anggaran 2010 sampai 2014 yang tidak mau pernah diselesaikan,” kata Eka di awal paparannya.

“Sekarang ditambah lagi kasus narkoba yang menurut saya dalam kategori subversif untuk negara, dan ini berlawanan dengan apa yang menjadi harapan kita,” ujar Eka.

Lebih lanjut Eka menegaskan tidak ada lagi waktu bagi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk berdiam diri, “Gubernur harus bertindak, karena Gubernur sebagai penanggung jawab pemerintah sekaligus pembina olahraga memiliki alasan berdasarkan peraturan pemerintah sebagai turunan dari undang-undang untuk melakukan pemberian sanksi terhadapa KONI Jabar,” ujarnya.

“Gubernur menunggu apa lagi, yang pasti KONI Jabar harus dibekukan, selanjutnya Gubernur mengambil langkah transisi, dan kita para Stakeholder di Jawa Barat di bidang olahraga harus dikumpukan dan melakukan suatu musyawarah dan kepengurusan KONI Jabar dikembalikan kepada keanggotaan KONI Jabar,” kata Eka.

Mengenai prestasi olahraga Jabar, Eka mengatakan, dipastikan ada gangguan terhadap prestasi Jawa Barat “Saya kira hal itu bagian daripada resiko, namun yang menjadi masalah di KONI bukan di cabang olahraga,” tegas Eka, “Kita tetap mengingatkan, dari awal kita selalu memberikan suatu langkah, dan cara-cara kita tetap dalam koridor konstitusi,” katanya.

“Dari awal forum penyelamat bermaksud menyelamatkan, saya minta betul-betul kepada Gubernur Jawa Barat agar mengambil tindakan, sebelum masyarakat sendiri yang mengambil tindakan,” kata Eka, ” Sebaiknya Gubernur Jawa Barat cepat mengambil langkah,” ujarnya.

Mengenai semakin dekatnya PON XIX 2016 yang akan berlangsung di Jabar, Eka menegaskan, PON adalah agenda nasional, “PON 2016 adalah tanggung jawab kita semua, dan kita siap menyukseskan PON 2016 di Jawa Barat,” katanya, “Namun PON 2016 bukan hanya urusan pengurus KONI , tetapi urusan warga bangsa,” ujarnya, “Tetapi bila pengurus KONI Jawa Barat yang terindikasi korupsi, dan terlibat narkoba bagaimana mau diberi tanggung jawab mengurus PON 2016,” tegasnya.

“Apabila nantinya KONI Jabar dibekukan, kita masih bisa musyawarah, karena kedaulatan ada di anggota dan cabor-cabor,” kata Eka.

“Yang pasti KONI Jabar tidak mempertanggungjawabkan keuangan tahun 2010-2014, melakukan pembangunan sarana yang tidak dalam kompetensinya,” ungkap Eka, “Menurut undang-undang, KONI tidak boleh membuat sarana seperti membuat kolam renang, membangun lapangan tembak, karena itu kewajiban pemerintah,” ujarnya, “Ada Kepres yang dilanggar KONI Jabar,” katanya.

Di akhir paparannya Eka Santosa yang merupakan Dewan Kehormatan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat menegaskan, permasalahan di KONI Jawa Barat sudah kronis, atau di atas stadium empat,” “KONI Jabar sudah harus diamputasi,” tegas Eka. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.