Belajar Bersama Maestro Dipergelarkan di ISBI Bandung

20151123_194314-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menghadirkan Pergelaran Hasil Belajar Bersama Maestro (BBM), Senin malam, (23/11/2015), di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) jalan Buah Batu Bandung.

“Program Belajar Bersama Maestro (BBM) merupakan Pilot Project yang ditujukan untuk siswa SMA dan SMK yang memberikan kesempatan siswa untuk belajar bersama maestro seni tari, teater, musik, film, patung, lukis, dan musik tradisional,” kata Direktur Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Endang Caturwati dalam sesi wawancara, “Ternyata para siswa SMA dan SMK tidak kalah hebat dengan para maestro selaku pengajar,” ujarnya.

Lebih lanjut Endang mengungkapkan, Program Belajar Bersama Maestro (BBM) seharusnya diikuti 100 siswa, namun kali ini hanya diikuti 86 siswa, “Para siswa mengikuti program BBM selama 10 hari dengan diawasi pihak Kemendikbud,” katanya, “Ada 200 siswa yang mengikuti seleksi BBM, namun dana yang tersedia baru untuk 100 siswa,” ujarnya.

“Ke depannya Program Belajar Bersama Maestro (BBM) akan digelar di seluruh Indonesia, namun saat ini BBM baru diadakan di kota Solo, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung,” kata Endang.

“Kita kebanyakan selalu meggunakan otak kiri ketimbang otak kanan,” ungkap Endang, “Maka dengan Program Belajar Bersama Maestro para siswa diharapkan dapat mengenal kebudayaannya sendiri,” ujar Endang.

20151123_203220

Di akhir paparannya, Endang mengungkapkan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hingga saat ini telah memfasilitasi pemberian 2000 alat-alat musik seperti angklung, degung, sasando, dan kecapi ke seluruh sekolah, “Namun tahun 2015 hanya 500 alat musik yang diberikan,” katanya, “Diharapkan dengan pemberian alat-alat musik semua sekolah dapat tetap melestarikan kesenian daerah,” tegasnya.

Program Belajar Bersama Maestro (BBM) merupakan kegiatan baru yang ditujukan untuk siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kelas X dan XI, program BBM diresmikan oleh Mendikbud Anis Baswedan pada 12 Juni 2015.

Para maestro yang terlibat dalam BBM diantaranya, Nyoman Nuarta (patung), Tan De Seng (musik/gitar,kecapi dan suling), Sam Udjo (musik/angklung), Irawati Durban (tari), Didik Ninik Thowok (tari kontemporer), Aditya Gumay (teater), Purwacaraka (komposer), dan Gilang Ramadhan (musik/drum).

Melalui Program Belajar Bersama Maestro (BBM) diharapkan dapat memberikan proses pembelajaran mengenai makna budaya, nilai budaya, dan kearifan lokal serta motivasi untuk berprestasi dalam bidang seni budaya.

Selain itu program BBM bertujuan mengembangkan model pelibatan publik dalam hal ini seniman, serta mendorong kampanye revolusi mental dan pendidikan karakter melalui pengembangan seni budaya yang unik. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.