Asep Hilman: Guru Adalah Pahlawan Pejuang Pembangun Peradaban Bangsa

20151125_131635

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Asep Hilman menegaskan, asumsi lama yang mengatakan Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa sudah tidak sesuai dengan kekinian, seharusnya diganti menjadi Guru Adalah Pahlawan Pejuang Pembangun Peradaban Bangsa.

Hal ini ditegaskan Asep saat Jumpa Pers Peringatan ke-70 Hari Guru Nasional dan Laporan Kinerja Dinas Pendidikan Jawa Barat Tahun 2015, Rabu, (25/11/2015), di Aston Primera Pasteur jalan Dr. Djunjunan Bandung.

“Asumsi lama pada syair Hymne Guru yang mengatakan Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’ sudah terlanjur menasional, namun apakah sudah sesuai dengan kekinian,” kata Kadisdik Jabar Asep Hilman di awal paparannya, “Guru seharusnya tidak lagi di beri Branded Pahlawan Tanpa Tanda Jasa karena mengandung arti ‘Nrimo’ saja,” ujarnya.

Lebih lanjut Asep mengatakan Guru seharusnya memakai slogan baru yaitu Guru Adalah Pahlawan Pejuang Pembangun Peradaban Bangsa.

Mengenai prestasi guru-guru di Jawa Barat, Asep mengungkapkan pihaknya baru mendapat kabar, ada beberapa guru asal Jabar yang menjadi juara di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) di tujuh bidang, “OSN parameternya jelas, dan guru-guru tersebut mendapatkan medali emas, perak, dan perunggu,” kata Asep, “Guru-guru pemenang OSN 2015 berasal dari Kabupaten Bandung Barat, Bogor, Sumedang, Garut, Sukabumi, dan Ciamis,” ujarnya.

Asep mengungkapkan, di tahun 2015 terdapat 14 guru berprestasi asal Jabar yang diberi penghargaan oleh Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan, “Hal ini menjadi modal bagi Dinas Pendidikan Jabar untuk meningkatkan mutu guru di Jawa Barat,” katanya.

Asep pun mengapresiasi usulan Gubernur Jawa Barat yang akan membuat SMA Pasantren Berasrama, “Sekolah merupakan miniatur sebuah peradaban,”ujarnya.

Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Disdik Jabar di awal 2016 berencana mengirimkan siswa terbaiknya di sekolah luar negeri terbaik selama 3 bulan dan disertifikasi, “Rencananya 150 ribu siswa di Jabar akan disertifikasi,” ungkap Asep.

“Tahun 2016, Disdik Jabar akan membangun 10 sekolah dan asrama,” kata Asep di akhir paparannya.

Beberapa kegiatan unggulan telah dilakukan pada setiap bidang dan balai yang ada di Disdik Jabar, seperti Balai BPPTK-PLB yang melakukan pemilihan guru dan kepala sekolah berdedikasi tingkat gugus di Jabar, dan pemilihan guru, kepala sekolah, pengawas SLB berdedikasi dan berprestasi tingkat Jabar.

Selain itu unggulan Balai BPTPKUK adalah juara 1 Kepala TK berprestasi tingkat nasional, juara 1 Kepala SMA berprestasi tingkat nasional, dan juara 1 Pengawas SMP berprestasi tingkat nasional.

Untuk bidang Dikmenti, telah dilakukan pemberian program beasiswa bagi 93 Perguruan Tinggi di Jabar, dan pada Balai Pengembangan Bahasa Daerah dan Kesenian telah dilaksanakan Pasanggiri Bahasa Sunda dan Bahasa Cirebon tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA.

Tema peringatan ke-70 Hari Guru Nasional (HGN) kali ini adalah “Guru Mulia Karena Karya”, melalui tema ini diharapkan dapat memotivasi para guru untuk tetap berkarya dan memberikan yang terbaik untuk anak didik. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.