Macan Siliwangi dan 50 LSM Siap Menjaga Kondusifitas Pilkada di Jawa Barat

Macan 3ARCOM.CO.ID ,Bandung. Ketua Perkumpulan Macan Siliwangi M. Arif Muharram menegaskan pihaknya bersama 50 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Jawa Barat siap menjaga kondusifitas dan keamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Jabar.

Hal ini ditegaskan Arif di acara Silaturahmi Kebangsaan bertajuk, “Dengan Kearifan Lokal Menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia”, Rabu, (25/11/2015), di Hotel Grandia jalan Cihampelas Bandung.

Macan 2Turut hadir dalam acara ini, Tokoh Jawa Barat Tjetje Padmadinata, Musisi Acil Bimbo, perwakilan Pangdam Siliwangi, perwakilan Kapolda Jabar, perwakilan Gubernur Jabar, dan 50 Ketua Ormas dan LSM se-Jawa Barat beserta ratusan anggotanya.

“Dengan mengusung kearifan lokal dan demi menjaga terpeliharanya empat pilar kebangsaan, diharapkan setiap elemen masyarakat memiliki jiwa nasionalis,” kata Arif di awal paparannya, “Masyarakat Jawa Barat pada umumnya dan Bandung pada khususnya harus dapat berkarya dalam gagasan yang bersifat bijaksana, bernilai baik, serta menanamkan hal bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Mengenai Pilkada di Jawa Barat Arif mengatakan, menjaga keamanan Pilkada bukan hanya tugas kepolisian atau TNI, namun masyarakat harus turut berperan aktif dalam menjaga kondusifitas Pilkada di Jabar, “Perkumpulan Macan Siliwangi, Ormas dan LSM di Jawa Barat akan bekerjasama dengan pihak Kepolisian dan TNI agar Pilkada di Jawa Barat berlangsung kondusif, aman, dan lancar,” ujarnya, “Macan Siliwangi akan bersikap netral pada Pilkada nanti,” tegasnya.

Macan 1Di akhir paparannya Arif mengungkapkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Macan Siliwangi selama ini, “Kami konsisten melakukan kegiatan, sosialisasi, dan penyuluhan ke sekolah-sekolah mengenai bahaya narkoba, dan kenakalan remaja,” katanya, “Macan Siliwangi selalu melibatkan Polsek dan Stakeholder pemerintahan dalam setiap kegiatan,” ujarnya.

Macan Siliwangi merupakan perkumpulan eksklusif beranggotakan 100 orang yang tidak ditumpangi unsur politik manapun dan terbentuk dari berbagai lapisan masyarakat yang memiliki jiwa kebangsaan, selain itu anggotanya memiliki pemikiran tentang kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, Nasionalis dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.