Resti Husada: Trend Fashion 2016 Mengarah ke Warna-Warna Cerah

20151126_131643-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Creative Director Kagum Fashion Resti Stephanie Husada mengatakan trend fashion tahun 2016 di Indonesia mengarah ke warna-warna cerah, hal ini dikatakan Resti, Kamis, (26/11/2015), di Kantor KAGUM GROUP jalan Cihampelas Bandung.

“Tahun 2016 sudah mulai Summer, jadi trend fashion lebih banyak ke warna-warna cerah seperti warna pink, kuning, dan hijau,” kata Resti, “Indonesia memiliki dua musim yaitu kemarau dan hujan, jika musim hujan banyak yang memakai baju-baju tangan panjang dan rajutan, namun untuk musim kemarau lebih banyak yang memakai model baju kerja”, ujarnya.

Lebih lanjut Resti mengatakan, untuk trend sepatu 2016 masih didominasi High Heels, “Tetapi sekarang sudah mulai sepatu wanita yang memakai tali-tali, untuk di Indonesia, masih jarang wanita yang memakai sepatu model Boots, namun di luar negeri orang-orang memakai Boots di musim dingin,” katanya.

“Karena kita di Indonesia saya lebih mencintai barang-barang lokal, dan KAGUM Fashion terinspirasi trend fashion selebritis-selebritis Indonesia yang sedang digemari saat ini seperti Syahrini, dan Luna Maya, karena mereka berdua sedang In,” ungkap Resti.

“Saya sendiri untuk keseharian lebih senang memakai busana semi formal, sedangkan untuk Week-end saya menggunakan busana Casual warna-warna cerah, tetapi untuk acara resmi, saya memakai busana hitam, biar kelihatan kurus,” kata Resti sambil tertawa.

Mengenai terobosan dan inovasi yang akan dilakukan KAGUM Fashion di tahun 2016, Resti mengungkapkan, pihaknya masih tetap mengedepankan produk lokal, dikarenakan terlalu banyak produk impor dari Bangkok, dan China, bahkan di Online Store banyak sekali yang menjual produk-produk fashion dari Bangkok (Thailand) dan China, “Kita sebagai Trendsetter akan lebih mengutamakan produk-produk lokal, maka mulai tahun 2016 kita lebih banyak bekerjasama dengan desainer-desainer lokal, karena sebenarnya kualitas kita lebih bagus dibandingkan produk Bangkok dan China,” ujarnya.

Mengenai sudah dekatnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Resti mengatakan, dikarenakan begitu banyaknya budaya Indonesia, pihaknya pasti lebih banyak menjual produk-produk karya lokal, karena karya lokal ada keunikan dibandingkan karya-karya dari luar atau dari ASEAN, “Bahkan kita juga menjual batik, dan kita mengutamakan batik dari Jawa Barat, karena kita sudah punya Link dengan pengrajin-pengrajin batik di seluruh Jawa Barat,” tegasnya.

“Produk andalan KAGUM Fashion adalah T-Shirt dan celana Jeans, dengan adanya MEA saya anggap kita masih mampu bersaing dengan cara menjual produk lokal yang unik, bahkan bisa dikatakan MEA bukan saingan kita, justru kita lebih bisa memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat ASEAN,” kata Resti.

“Ketika dolar naik sebenarnya, kita ada Impact sewaktu barang impor masuk, jadi harganya lebih tinggi, saat ini kita omset stabil, namun marginnya kita perkecil, biar harganya tidak terlalu tinggi,” ujar Resti.

Mengenai perkembangan toko-toko KAGUM Fashion, Resti mengatakan, di tahun 2016 KAGUM akan membenahi toko lama dan pihaknya akan mendekorasi ulang menjadi lebih baru, “Karena fashion bergerak terus, maka pembenahan dilakukan agar konsumen tidak bosan, dan kita akan terus memperbaharui toko toko yang sudah ada,” katanya, “Maka dari itu, di tahun 2016 kita belum tambah toko baru tapi kita mengubah toko yang lama menjadi baru lagi,” ujarnya.

“Di KAGUM Fashion kita banyak menjual produk lokal, karena impor sudah banyak kita kurangi, selain kita sendiri yang memproduksi, kita juga meng-Hire desainer-desainer yang bisa menciptakan desain baru untuk dijual di Factory Outlet kita,” kata Resti.

“Sistem dengan para desainer adalah bekerjasama, jadi mereka tidak di bawah kita, dan untuk keuntungan kita menggunakan sistem Profit Sharing,” ujarnya.

“Produk Kagum Fashion, kita punya dari menengah bawah sampai menengah, namun tidak sampai menengah atas, untuk harga produk fashion di FO Cihampelas mulai dari Rp.16.000 hingga jaket kulit seharga Rp.500.000, karena di Cihampelas, kita menempatkan diri sebagai pusat oleh-oleh untuk T-Shirt, karena banyak turis dan wisatawan lokal yang membeli oleh-oleh untuk keluarga dan bukan untuk diri mereka sendiri, karena kita bergerak di bidang fashion, maka target market kita wanita dewasa, ABG hingga orang kantoran”.

Mengenai perkembangan KAGUM Fashion, Resti menjelaskan dengan gamblang:

“Setiap bulan kita mengadakan pertemuan dengan grup KAGUM Fashion untuk membahas desain-desain baru, dan tentu saja kita mempunyai tim yang membuat desain terbaru”.

“Sekarang KAGUM Fashion lebih banyak mengambil ide fashion dari sosial media (sosmed), karena sekarang sosmed sedang In, seperti Instagram, Path, dan website-website fashion lainnya, dan kita banyak mengambil inspirasi dari sosmed, bahkan saat ini majalah Fashion sudah Online”.

“Sekarang kita telah membuat website untuk salah satu toko kami, karena kompetitor juga banyak yang berpromosi melalui Online Store, maka kita meng-create Online Store sejak awal tahun 2015”.

“Market sekarang tertentu, karena untuk baju orang lebih percaya diri untuk coba langsung, saat ini penjualan lebih besar di toko, maka walaupun pembeli sudah melihat-lihat di Online Store, tetap saja akan datang ke toko untuk mencoba secara langsung, untuk perbandingan pembeli yang datang ke toko adalah 80 persen, dan yang membeli secara Online hanya 20 persen.

“Ke depannya kita akan membuat Blog Fashion di dalam Website yang kita punya, nantinya di dalam Blog Website tersebut ada tentang inspirasi mengenai fashion, dan Colour Mood, jadi orang yang masuk ke website kita selain berbelanja melalui Online Shop juga dapat sambil membaca artikel”.

“Total di kota Bandung ada 23 toko milik KAGUM yaitu di jalan Cihampelas, Ir.H. Djuanda (Dago) dan jalan RE Martadinata (Riau)”.
“Saat ini masih banyak perusahaan-perusahaan yang memesan baju seragam ke KAGUM untuk dijadikan baju kantor”.

Mengenai Fashion Hijab:

“Kagum Fashion juga mengeluarkan produk Hijab, kita punya toko hijab di Cihampelas, produk kita lengkap seperti baju muslim, hijab sampai aksesorisnya, karena kita sudah melakukan penelitian pasar atau Market Search bahwa terdapat 80 persen muslim di Bandung, dan banyak turis malaysia yang mayoritas muslim datang ke kota Bandung”.

“Turis yang datang ke Cihampelas biasanya orang Malaysia dan Arab, karena mereka sudah mengetahui Image produk fashion di Cihampelas ada T-Shirt, dan celana Jeans yang harganya cukup murah”. (Bagoes Rinthoadi)