ANNAS Akan Gelar Konferensi Internasional di Jakarta

20151129_171407

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) di bulan Juli 2016 rencananya akan menggelar Konferensi Internasional Anti Syiah di Jakarta.

Hal ini diungkapkan Pakar ANNAS Rizal Fadillah saat Press Conference Mudzakarah Nasional, Minggu, (29/11/2015), di Masjid Al Fajr jalan Cijagra Bandung.

Turut hadir dalam Press Conference, Ketua ANNAS Pusat Athian Ali, Pakar Hukum Asep Warlan Yusuf dan Pengamat Militer Herman Ibrahim.

“Mudzakarah Nasional ANNAS di Bandung dihadiri 300 ulama, tokoh masyarakat, pengurus ANNAS pusat dan daerah,” kata Pakar ANNAS Rizal Fadillah di awal paparannya, “Sebagai narasumber hadir mantan Kastaf Kostrad Kivlan Zein, dan Pakar Hukum Asep Warlan Yusuf ,” ujarnya.

“Agenda Mudzakarah Nasional ANNAS diantaranya sidang Mudzakarah, pengembangan organisasi, pernyataan sikap ANNAS, dan rencana Konferensi Internasional Anti Syiah bulan Juli 2016 di Jakarta,” kata Rizal, “Kata Anti disini mengandung arti tekad yang kuat,” tegasnya.

Lebih lanjut Rizal mengatakan, berkaitan dengan pengembangan organisasi, telah disepakati pembentukan aliansi di seluruh Indonesia beserta organisasi otonomnya, “Baik Gema Muslimah, Jundullah, Gerakan Pemuda (Garda), dan ANNAS Foundation,” katanya.

“Program strategis akan dicanangkan di berbagai bidang, baik konsolidasi organisasi, pendidikan dan latihan, Baitul Mal dan pengembangan usaha umat, kebangsaan, hukum, serta kerjasama internasional,” ungkap Rizal.

Di akhir paparannya Rizal mengatakan, ANNAS hadir untuk mencegah agar konflik berdarah di Irak, Afghanistan, Suriah dan Yaman, jangan sampai terjadi di Indonesia.

Ketua ANNAS Pusat Athian Ali mengklaim ajaran Syiah sangat berbeda dengan ajaran Islam, “Syiah mempunyai keyakinan yang sangat berbeda dengan Islam, kehadiran Syiah berpotensi menghadirkan konflik horizontal,” katanya.

Pengamat Militer Herman Ibrahim menegaskan, Media di Indonesia harus dapat mendudukan berita tentang Syiah pada tempatnya.

Sedangkan Pakar Hukum Asep Warlan Yusuf mengatakan, pihaknya belum memiliki data-data pengikut Syiah yang ada di pemerintahan, “Namun saya menduga kuat Syiah sudah masuk ke jajaran pemerintahan Indonesia,” katanya. (Bagoes Rinthoadi)