Hadi Prasojo: Pesantren Garis Keras di Jabar Akan Kami Lunakkan

20151103_101034

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Pangdam III/Siliwangi Hadi Prasojo menegaskan, pihaknya akan melunakkan pesantren-pesantren garis keras yang ada di Jawa Barat.

Hal ini ditegaskan Hadi saat acara “Tatap Muka & Silaturahmi Pangdam III/Siliwangi Dengan Insan Media”, Selasa, (3/11/2015), di D’Palm Resto jalan Lombok Bandung.

“Berita-berita yang dapat menimbulkan kebencian di masyarakat sebaiknya jangan diberitakan,” kata Hadi, “Media di Amerika saja ada etikanya,” ujarnya, “Orang-orang yang menimbulkan kebencian di Jawa Barat akan kami tandai, dan diantara kita pasti ada Judas,” tegasnya.

Lebih lanjut Hadi mengatakan Jawa Barat ke depannya harus lebih tenang, lebih makmur, dan kondusif, “Jawa Barat adalah provinsi pariwisata, maka bila ada pertentangan, mohon diredam”, katanya, “Karena kalau sudah berkaitan dengan SARA, tentara pun susah meredakannya,” ujarnya.

Hadi mengungkapkan, saat ini 75% rakyat Indonesia pendidikannya hanya sampai 6,5 tahun, “Siapapun Presidennya, dengan masyarakat tingkat pendidikan rendah, tugasnya akan berjalan dengan berat,” katanya, “Rakyat seperti itu tidak bisa menangkap segala sesuatu dengan sehat atau disebut demokarasi kebablasan, apalagi bila ada ulama yang menebar kebencian,” tegasnya.

“Kita halus, tapi ada penekanan bila ada pihak-pihak yang menyebarkan konflik SARA,” kata Hadi, “Pihak tersebut akan berhadapan dengan tentara,” tegasnya, “Saat ini Babinsa gerilya ke bawah, dan saya hanya bisa mengingatkan, tetapi tidak bisa seperti Polri memproses kasus,” ujarnya.

Hadi mengatakan dirinya masih trauma pada pemberitaan peristiwa kerusuhan Mei 1998, “Karena begitu berita keluar, kita tidak bisa menarik berita tersebut, dan tidak bisa dibendung,” ujarnya.

Mengenai kegiatan Silaturahmi Pangdam III/Siliwangi dengan pimpinan Media Massa yang ada di Jawa Barat, Hadi berharap antara TNI dan wartawan dapat sama-sama menjaga nama baik institusi, “Kerjasama yang baik dan komunikasi dua arah semoga dapat terus ditingkatkan,” katanya.

Hadi yang gemar membaca buku-buku karya Avram Noam Chomsky mengatakan, pada intinya pertemuan Pangdam III/Siliwangi dengan pimpinan Media Massa adalah untuk mempererat hubungan komunikasi dan memuat pemberitaan yang berimbang, “Antara TNI dan Pers harus sama-sama menghargai,” kata Hadi, “TNI sangat menghormati undang-undang Pers dan menghargai kebebasan Pers,” ujarnya, “Kita sangat membutuhkan informasi dari Pers, begitu juga sebaliknya,” tegasnya.

Di akhir paparannya, Hadi yang isterinya bekerja di Trans 7 mengatakan, silaturahmi ini sangat penting dilakukan agar komunikasi dapat berjalan dengan baik, “Pers sangat membantu kerja TNI,” ujarnya.

20151103_105210

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat Mirza Zulhadi dalam sambutan singkatnya mengatakan, pihaknya berharap Pangdam III/Siliwangi Hadi Prasojo selalu tersenyum, “Saya senang Pangdam yang sekarang selalu tersenyum,” ujarnya.

Sedangkan Pemimpin Redaksi (Pemred) Pikiran Rakyat Islaminur Pempasa mengatakan, silaturahmi Pangdam III/Siliwangi dengan Media Massa memberikan manfaat, “Kegiatan ini bisa memberikan sinergi dalam kemaslahatan,” katanya.

Ketua Aliasi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandung Adi Marsiela mengungkapkan, sejak 2013 terdapat 886 kasus kekerasan terhadap jurnalis, “Terdapat 13 Jurnalis yang mengalami kekerasan oleh TNI,” katanya, “Ada yang dihantam, dan dirampas kameranya oleh TNI,” ujarnya, “Untuk di Jawa Barat tidak ada kasus kekerasan oleh TNI terhadap Jurnalis, paling hanya kasus intimidasi,” kata Adi di akhir paparannya. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.