Kasus Gigi Berlubang di Jawa Barat Capai 74,5 Persen

20151102_100616

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Padjadjaran (Unpad) Nina Djustiana mengungkapkan, kasus gigi berlubang (Karies) pada usia 12 tahun ke atas di Jawa Barat mencapai 74,5 persen.

Hal ini diungkapkan Nina saat Press Conference Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang ke-enam, Senin, (2/11/2015), di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) FKG Unpad jalan Sekeloa Selatan Bandung.

“Tahun 2015, RSGM FKG Unpad sudah kelas A,” kata Nina di awal paparannya, “Kami akan lebih meningkatkan pelayanan sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut Nina mengatakan, dalam Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang ke-enam, RSGM FKG Unpad melibatkan 140 Dosen dan 315 Mahasiswa, “Hal ini dilakukan agar masyarakat merasakan dampak kegiatan ini,” ujarnya.

“Dalam pelaksanaan BKGN tahun 2015, RSGM FKG Unpad menyediakan fasilitas Dental Unit sebanyak 115 buah,” kata Nina, “Sebanyak 900 masyarakat kota Bandung akan dilayani oleh 314 tenaga kesehatan gigi meliputi dokter gigi, dokter gigi spesialis, residen, koas dan mahasiswa, perawat, serta tenaga administrasi,” ujarnya.

“Kegiatan bertema, ‘Gigi Sehat, Badan Kuat, Penyakit Minggat’ akan memberikan pelayanan khusus pada lingkungan dalam dan sekitar kampus termasuk panti asuhan, panti jompo dan pesantren,” kata Nina.

Di akhir paparannya, Nina mengungkapkan, menurut penelitian, setiap minggunya sebanyak dua orang tidak masuk kantor dikarenakan sakit gigi, “Sedangkan di kota Bandung sebanyak 24 persen anak-anak terganggu dimensi kualitas hidupnya dikarenakan sakit gigi,” katanya.

Head of Professional Relationship Oral Care, PT Unilever Indonesia Ratu Mirah Afifah mengatakan, berdasarkan survei BKGN tahun 2014 di 6 kota, sebanyak 63% mengaku menggosok gigi dua kali sehari, bahkan 23% menyikat gigi tiga kali sehari,” katanya.

“Selain itu 55% pengunjung BKGN pernah mengalami sakit gigi tetapi banyak yang belum pernah ke dokter gigi dengan alasan biaya pemeriksaan gigi mahal,” ungkap Mirah.

Lebih lanjut Mirah mengungkapkan, sebanyak 24% responden yang hadir di BKGN 2015 adalah partisipan tahun sebelumnya, dan 33% responden yang diperiksa di BKGN sudah lebih dari satu tahun tidak memeriksakan kondisi giginya.

“Terbukti 98% merasa puas dengan pelayanan di BKGN, dan 81% berjanji secara rutin melakukan pemeriksaan gigi,” kata Mirah di akhir paparannya.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, persentase permasalahan gigi dan mulut di Jawa Barat mencapai 28% atau lebih tinggi dari persentase angka nasional sebesar 25,9%.

Padahal keterjangkauan/kemampuan untuk mendapatkan pelayanan dari tenaga medis gigi/EMD (Effective Medical Demand) di Jawa Barat adalah 9,4% melebihi angka nasional sebesar 8,1%.

Sedangkan data penjaringan kesehatan anak sekolah SD/MI di kota Bandung tahun 2014 menunjukkan permasalah gigi berlubang sebesar 64% (data Dinas Kesehatan Kota Bandung).

Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2015 berlangsung sejak 16 September hingga 28 November, untuk kota Bandung, jadwal pemeriksaan gigi gratis diselenggarakan di RSGM FKG Unpad selama tiga hari (2-4/11/2015), dan Universitas Kristen Maranatha, (19-21/11/2015). (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.