PWI Pokja Gedung Sate Gelar Diskusi PON dan Industri Kreatif

20151208_104629

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kelompok Kerja (Pokja) Gedung Sate bekerjasama dengan Humas Pemprov Jawa Barat berkesempatan menggelar Diskusi Akhir Tahun bertajuk, “PON & Momentum Kebangkitan Industri Kreatif Jawa Barat Menuju Kancah Internasional”, Selasa, (8/12/2015), di Hotel Horison jalan Pelajar Pejuang Bandung.

Turut hadir dalam diskusi, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif RI Hari Sungkari, Pembina dan Pakar Industri Ekonomi Kreatif Poppy Rufaidah, dan Ketua Umum HIPMI Jawa Barat Jodi Janitra.

“Ada tiga syarat untuk menghadirkan industri kreatif supaya maju dan berkembang,” kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang biasa disapa Aher di awal paparannya, “Pertama pendidikan yang berkulitas, kedua penguasaan teknologi yang lebih baik, ketiga modal yang relatif mudah dan kuat,” ujarnya.

Lebih lanjut Aher mengatakan, melalui pendidikan yang kuat akan hadir produktifitas yang berkembang,” Kreatifitas dalam hal pengelolaan industri mulai dari hulu hingga hilir dengan sendirinya akan hadir,” katanya.

“Dengan sentuhan kreatifitas dan teknologi, industri kreatif bisa mutakhir,” kata Aher, “Contohnya industri software, animasi di Cimahi, dan fashion,” ujarnya, “Pemprov Jawa Barat ke depannya ingin membangun gedung kesenian semegah Music Hall di Australia, mudah-mudahan awal tahun 2016,” tegasnya.

Di akhir paparannya Aher mengatakan, industri kreatif merupakan industri padat pengetahuan dan kreatifitas, “Pelaku industri harus berpendidikan, dan menguasai teknologi,” katanya.

Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif RI Hari Sungkari mengatakan, pihaknya bersedia membantu masyarakat Jawa Barat dalam melaksanakan Pekan Olahraga Nasional yang akan berlangsung tahun 2016.

Hari menjelaskan, sub sektor ekonomi kreatif yang dapat diterapkan dan membantu PON di Jawa Barat diantaranya, aplikasi dan game, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi, dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio.

Ketua Umum HIPMI Jawa Barat Jodi Janitra mengatakan, industri kreatif harus dapat menangkap peluang PON XIX di Jawa Barat, “Pelaksanaan PON pasti membutuhkan makan dan minum, hiburan, Merchandise, transportasi, dan penginapan, hal itulah peluang yang dapat digarap pengusaha,” kata Jodi, “Pengusaha itu harus berjuang hingga ke receh-receh yang ada di saku konsumen,” tegasnya.

Di akhir paparannya, Jodi mengatakan, untuk menghadapi persaingan, para pengusaha harus meningkatkan nasionalisme, mengangkat Local Wisdom (kearifan lokal), serta menumbuhkan semangat kolaborasi dan kebersamaan.

Pelaksanaan PON di Jawa Barat tinggal beberapa bulan lagi, anggaran yang dipersiapkan untuk hajatan ini lebih dari Rp.6 triliun, namun hingga saat ini keterlibatan sektor swasta masih sangat minim bahkan dikatakan belum ada, bahkan salah satu bank terbesar di Jawa Barat belum memberikan bantuannya, padahal bank tersebut berjanji akan membantu pelaksanaan PON di Jawa Barat. (Bagoes Rinthoadi)