Januari 2016 Kajati Jabar Akan Beri Kejutan

20151228_191924

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Feri Wibisono mengatakan, awal Januari 2016, Kejati Jabar akan memberikan kejutan kepada masyarakat dengan mengumumkan perkara-perkara baru yang belum pernah terungkap.

Hal ini ditegaskan Feri pada acara Press Gathering bertajuk, “Capaian Kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tahun 2015”, Senin, (28/12/015), di Waroeng Tjimanoek jalan Cimanuk Bandung.

“Sepanjang tahun 2015 jumlah kasus yang ditangani Kejati Jabar meningkat hingga 10 persen,” kata Feri di awal paparannya, “Dalam penanganan kasus-kasus sudah pasti banyak tantangan, namun kami tidak mau perkara tersebut dilemahkan,” ujarnya, “Kami selalu menegakkan hukum sesuai tempatnya,” tegasnya.

Lebih lanjut Feri mengatakan, dalam kasus yang ditangani Kejati Jabar, pihaknya masih banyak menemukan data-data yang tidak valid, “Kejati tidak akan mau menangani kasus-kasus yang tujuannya menjatuhkan seseorang,” tegasnya, “Kejati Jabar akan menangani secara obyektif , apa adanya, serta selalu mengecek akurasi dan obyektifitas suatu perkara,” katanya.

“Jumlah penyidikan di Kejati Jabar saat ini ada 125, dan kami selalu berusaha menyelesaikan perkara paling lama satu tahun,” tegas Feri, “Namun masih ada kelemahan dan kendala Kejati Jabar dalam hal aset Recovery,” katanya, “Contohnya ketika Kejati Jabar melakukan penyitaan, kami tidak berhasil menemukan aset terdakwa, dikarenakan aset tersebut sudah dialihkan atas nama orang lain dan menjadi agunan bank,” ungkapnya, “Jadi keadaaan di lapangan tidak seindah yang kami harapkan,” katanya.

Mengenai disiplin pegawai, Feri mengungkapkan, pihaknya mengklaim telah membersihkan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di Kejati Jabar, “Hingga akhir tahun 2015 Kejati Jabar telah memberikan hukuman disiplin sedang kepada empat Jaksa, dan lima hukuman disiplin berat kepada lima Jaksa, “Mereka rata-rata melakukan pelanggaran seperti melakukan interaksi dengan pihak yang berperkara di sebuah Kafe,” ungkapnya.

Feri menegaskan, Kejati Jabar di tahun 2016 akan menggiatkan pencegahan, “Tindakan pencegahan sangat penting dilakukan sebelum suatu penyimpangan terjadi,” katanya.

Masih adanya vonis bebas pada beberapa perkara, Feri mengatakan, perkara bebas masih dalam tahap wajar yaitu hanya tiga persen, “Dalam perkara bebas tersebut, Kejati Jabar menghargai perbedaan, namun kami akan mengujinya di Mahkamah Agung (MA) dan kami akan menggunakan parameter Yuris Prudensi dari MA, “Empat perkara bebas diantaranya satu dari Kejaksaan Negeri, dan tiga perkara dari Kejaksaan Agung, namun empat kasus tersebut merupakan tanggung jawab saya,” tegasnya.

20151228_193007

Mengenai kasus Bandung Creative City Forum (BCCF) yang melibatkan Walikota Bandung Ridwan Kamil, Feri mengatakan, kasus BCCF tidaklah sederhana, “Kejati Jabar masih mengklarifikasi kasus BCCF karena datanya saling bertentangan satu sama lain,” katanya, “Kejati Jabar tidak bisa menaikkan kasus apabila datanya tidak akurat,” tegasnya.

Lain halnya dengan kasus Kadisdik Jawa Barat, Feri mengatakan bukan wewenang pihaknya apabila Kadisdik Jabar masih menjabat hingga saat ini, “Asas praduga tidak bersalah harus dikedepankan walaupun kepada tersangka, salah benarnya sesorang dibuktikan di Pengadilan,” tegasnya.

Di akhir paparannya, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Feri Wibisono mengatakan kasus yang mencuat di tahun 2015 dan tidak mengalami penurunan bahkan meningkat adalah kasus narkoba, “Dalam satu bulan rata-rata ada 30 kasus narkoba yang ditangani Kejati Jabar,” katanya, “Selain narkoba, kasus pencabulan anak di bawah umur cukup tinggi yaitu 20 kasus setiap bulannya dengan ancaman penjara minimal empat tahun,” ujarnya, “Jadi saya himbau kepada anak-anak muda yang masih bersekolah dan kuliah agar menjauhi narkoba, karena bila terjerat hukum akan berdampak kepada pendidikan dan masa depan mereka,” tegasnya.

Dalam kegiatan Press Gathering, Kejati Jawa Barat berkesempatan memaparkan capaian keberhasilan selama tahun 2015, diantaranya Kejati Jabar telah menyelamatkan uang negara sebesar Rp.65,9 miliar, selain itu Kejati Jabar mengumumkan beberapa Kejaksaan Negeri yang melampaui target kinerja, seperti Kejari Cibadak, Subang, Cimahi, Majalengka, Cikarang, Bekasi, Banjar, Sumber, Cibinong, Bandung, dan Kejari Bale Bandung. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.