Hotel di Jabar Tak Mampu Layani Wisatawan Timur Tengah

20151230_150559

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Barat Cecep Rukmana menegaskan, hingga saat ini tidak ada satupun hotel di Jawa Barat yang mampu melayani wisatawan yang berasal dari Timur Tengah.

Hal ini ditegaskan Cecep saat Media Gathering Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Barat, Rabu, (30/12/2015), di Paseban Deco Grand Royal Panghegar jalan Merdeka Bandung, turut hadir Direktur Eksekutif BPPD Jabar Hilwan Saleh.

“Trend wisatawan dari Timur Tengah sebenarnya meningkat, tetapi hotel di Jawa Barat tidak ada yang mampu melayani standar mereka,” kata Cecep di awal paparannya.

Mengenai infrastruktur, Cecep mengungkapkan infrastruktur di Jawa Barat dan Bandung tidak sesuai harapan wisatawan, “Kemacetan menuju jalur wisata sudah luar biasa parah,” ujarnya.

Lebih lanjut Cecep mengatakan, Traffic Management harus diutamakan untuk jalur pariwisata, “Contohnya jalan Setiabudi Bandung selalu macet, karena banyak toko dan perlintasan (cross),” katanya.

“Dalam lima tahun ke depan, saya tidak yakin kota Bandung punya infrastruktur yang menunjang, malah saya dengar kereta cepat di Bandung akan dibatalkan,” ujar Cecep, “Walikota Bandung Ridwan Kamil harus segera mengumpulkan ahli lalu- intas,” tegasnya.

Mengenai perhatian pemerintah kepada pelaku industri pariwisata, Cecep mengungkapkan kekecewaannya, “Saung Udjo selalu didatangi banyak wisatawan lokal maupun mancanegara, namun pemerintah tidak ada yang memperhatikan jalur menuju Saung Udjo,” tegasnya.

20151230_140900

Selain itu Cecep menginginkan kota Bandung bekerjasama dengan dinas pariwisata untuk membuat even besar di tahun-tahun mendatang, “Kita masih kalah dengan Jember dan Banyuwangi,” ungkapnya, “Kota Bandung belum ada Event Organizer (EO) yang mampu mengadakan event-event besar,” kata Cecep di akhir paparannya.

Saat ini jumlah turis Saudi Arabia tahun 2013-2014 meningkat dari 115.912 menjadi 147.074 atau naik 26,86%, turis Mesir naik 33% dari 6.095 menjadi 8.109 wisatawan, sedangkan turis Bahrain meningkat dari 132.679 menjadi 168.413 atau naik 26.93%.

Pesaing berat Indonesia dalam menarik wisatawan Timur Tengah adalah negara Thailand, Malaysia, dan Filipina, dikarenakan ketiga negara tersebut gencar berpromosi dan mengikuti hampir semua Travel Mart yang ada di Timur Tengah. (Bagoes Rinthoadi)