Heri Fadjari: Jawa Barat ‘Sarang’ Thalassemia

20151205_171508

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Divisi Hematologi Onkologi Medik RS Hasan Sadikin Trinugroho Heri Fadjari dr., SpPD-KHOM menegaskan, jumlah penyandang penyakit Thalassemia di jawa Barat yang baru teregistrasi melampaui 1200 orang, dan Jawa Barat merupakan ‘sarang’ Thalassemia.

Hal ini ditegaskan dr. Heri saat Press Conference Prodia “Bandung Youth Day”, Sabtu, (5/12/2015), di XXI Lounge Cihampelas Walk Bandung, turut hadir Marketing Manager Laboratorium Klinik Prodia Ampi Retnowardani, dan Regional Marketing Manager Laboratorium Klinik Prodia Dewi Mulyanti.

“Daerah di Jawa Barat yang banyak penyandang Thalassemia diantaranya, Priangan Timur seperti Garut dan Tasikmalaya,” kata dr. Heri di awal paparannya.

Lebih lanjut dr. Heri mengatakan, Thalassemia merupakan suatu penyakit yang diturunkan orangtua kepada anaknya, “Apabila seorang ayah dan ibu dua-duanya pembawa Thalassemia, dan memiliki 4 anak, maka 50 persen anaknya akan menderita Thalassemia,” ujarnya.

“Di RS Hasan Sadikin pasien Thalassemia anak bisa bertahan lebih lama, namun pasien dewasa banyak komplikasinya,” ujar dr. Heri.

“Oleh karena itu bagi pasangan yang akan menikah harus diperiksa apakah dirinya mengidap Thalassemia,” kata dr. Heri, “Penyakit ini tidak bisa disembuhkan, dan harus melakukan transfusi reguler, biasanya pasien meninggal karena transfusi,” ujarnya.

Di akhir paparannya dr. Heri mengungkapkan, penyebaran Thalassemia di Indonesia berasal dari Cyprus dan bermigrasi ke Indonesia.

Marketing Manager Laboratorium Klinik Prodia Ampi Retnowardani mengatakan, pihaknya berharap masyarakat khususnya anak muda semakin tahu dan mengenal Thalassemia.

“Biar bagaimanapun, mereka adalah generasi penerus bangsa,” kata Ampi, “Edukasi sejak dini adalah hal terpenting yang dapat kami upayakan untuk memotivasi mereka agar turut serta aktif mencegah peningkatan prevalensi penyandang Thalassemia di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut Ampi mengatakan, Laboratorium Klinik Prodia sejak 2010 telah Concern terhadapa penyandang Thalassemia, dan Prodia menggalang dana dari pelanggan sebesar Rp.2000, dan dana tersebut dikelola Yayasan Thalassemia, “Prodia harus ikut Concern dan berperan serta memberikan edukasi tentang Thalassemia,” katanya, “Setiap tahun Prodia memberikan Free Screening untuk 500 masyarakat,” ujarnya.

Regional Marketing Manager Laboratorium Klinik Prodia Dewi Mulyanti mengatakan, Bandung Youth Day dengan tema, “Save Life Thalassemia”, dilaksanakan Prodia Sabtu, (5/12/2015), di Cihampelas Walk (Ciwalk) Bandung, kegiatan keempat kali ini melibatkan kaum muda.

“Kegiatan ini merupakan puncak kegiatan Road to Campus yang telah diselenggarakan sejak tanggal 19 hingga 26 November 2015 di kampus ITB, Unpad, Unjani, Maranatha, UPI, dan Itenas,” kata Dewi.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun Prodia Bandung yang ke-40,” kata Dewi, “Selain mengadakan Fun Edukasi untuk para mahasiswa, Prodia Bandung juga telah melaksanakan kegiatan Roadshow Seminar, Ceramah Awam, CSR Khitanan Massal, Perayaan bersama Top 10 Pelanggan Dokter, Awam, dan Kontraktor,” ujarnya.

Penyakit Thalassemia tidak sepopuler diabetes, hipertensi, jantung, dan kanker, padahal hingga saat ini terdapat 250 juta penyandang Thalassemia di seluruh dunia.

Selan itu frekuensi pembawa sifat Thalassemia di Indonesia cukup tinggi yaitu 6 hingga 10 persen, artinya setiap 100 orang penduduk Indonesia terdapat 6 hingga 10 orang pembawa sifat Thalassemia, salah satu cara untuk mengidentifikasi pembawa sifat Thalassemia hanyalah melalui pemeriksaan laboratorium. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.