Sun Sudharta: Disiplin Prajurit TNI Semakin Meningkat

20151231_152906

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Staf Garnisun Tetap (Kasgartap) II/Bandung-Cimahi Marsma TNI Sun Sudharta menegaskan, di tahun 2015 tingkat kedisiplinan Prajurit TNI di wilayah Komando Garnisun Tetap (Kogartap) II/Bandung – Cimahi semakin meningkat

Hal ini ditegaskan Sudharta di acara Silaturahmi Gartap II dengan awak Media se-kota Bandung, Kamis, (31/12/2015), di Markas Komando (Mako) Gartap II jalan Nias Bandung.

“Kesadaran dan kedisiplinan prajurit TNI di wilayah Gartap II lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Sudharta di awal paparannya, “Hal ini berkat pembinaan Komandan-Komandan Satuan, dan Garnisun,” ujarnya.

Lebih lanjut Sudharta mengatakan, secara kuantitas pelanggaran prajurit TNI turun dari tahun-tahun sebelumnya, “Prajurit TNI mulai sadar dan mulai mengerti apa yang harus dilakukan dan apa yang dilarang dilakukan,” katanya, “Pelanggaran prajurit TNI di tahun 2015 turun hingga lima persen,” ungkapnya.

“Jenis pelanggaran disiplin yang dilakukan prajurit TNI diantaranya, desersi, pelanggaran lalu-lintas, kekerasan dalam rumah tangga, dan perzinahan,” kata Sudharta, “Itulah tindakan-tindakan indisipliner yang dilakukan prajurit TNI,” ujarnya.

“Di wilayah Gartap II, paling banyak terjadi perselingkuhan dan penyalahgunaan narkoba,” kata Sudharta, “Namun perkelahian antar prajurit mulai berkurang,” ujarnya.

Sudharta menegaskan, prajurit TNI yang terbukti bersalah akan diproses oleh Gartap II sesuai hukum, “Hukuman ditentukan oleh komandan masing-masing, Gartap II hanya sebagai penindak disiplin, dan kita akan bertindak sesuai prosedur ketentuan,” ujarnya, “Kalau ketentuan dilanggar seperti berkunjung ke tempat hiburan, desersi, perzinahan, dan perselingkuhan, maka Gartap II akan memprosesnya,” tegasnya.

“Gartap II sebenarnya telah melakukan penegakan disiplin terhadap satuan atau anggota yang melakukan pelanggaran sejak 5 Oktober 2015,” ungkap Sudharta.

Mengenai kondisi keamanan saat Natal dan Tahun Baru, Sudharta mengatakan, dirinya sudah memerintahkan kepada anggota untuk melaksanakan razia di sekitar wilayah Gartap II dan tempat-tempat rawan pelanggaran prajurit seperti tempat hiburan dan keramaian, “Kita melibatkan 25 orang dari Garnisun, namun bila Razia Gabungan dengan Pomdam dan polisi, jumlahnya bisa lebih dari 25 orang,” katanya.

Di akhir paparannya Sudharta mengatakan, di tahun 2015 konflik dengan satuan-satuan TNI maupun dengan Polri telah jauh berkurang, “Saat ini komunikasi TNI dan Polri lebih bagus,” katanya, “Garnisun sering melakukan Commander’s Call, olahraga bersama, dan kegiatan yang sifatnya bersatu dengan Polri,” ujarnya, “Antar pimpinan komunikasinya bagus, sehingga ke bawahnya lebih enak hubungannya,” ungkapnya. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.