WWF dan HSBC Luncurkan Laboratorium Edukasi Air di Bandung

20160322_101611

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Bertepatan dengan Hari Air Sedunia, WWF Indonesia bekerjasama dengan HSBC meluncurkan Laboratorium Edukasi Air, Selasa, (22/3/2016), di Rumah Edukasi Bumi Panda jalan Geusan Ulun Bandung.

Turut hadir dalam acara ini, Direktur Marketing WWF Indonesia Devy Suradji, dan Senior Vice President HSBC Indonesia Nuni Sutyoko.

“HSBC merupakan mitra WWF di berbagai belahan dunia,” kata Direktur Marketing WWF Indonesia Devy Suradji di awal paparannya, “Kami berbagi visi serta misi untuk melakukan upaya-upaya positif bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut Devy mengatakan, program Freshwater bersama HSBC di Rimbang Baling yang diwujudkan dalam Laboratorium Air di Rumah Edukasi Bumi Panda Bandung akan menjadi wadah bagi anak-anak akan pentingnya air, kondisi air, serta kaitan antara air untuk kehidupan dan keseimbangan ekosistem.

“Laboratorium Edukasi Air menjadi sinergi dan kolaborasi antara masyarakat Rimbang Baling dengan masyarakat di perkotaan,” kata Devy, “Selain itu sebagai upaya melindungi sumber-sumber air tawar yang ketersediannya hanya 3% dari keseluruhan jumlah air dunia,” tegasnya.

Senior Vice President HSBC Indonesia Nuni Sutyoko mengatakan, dalam 20 hingga 30 tahun ke depan air perlu dilindungi, “Air akan menjadi salah satu sumber daya terpenting di dunia,” tegasnya.

Lebih lanjut Nuni mengatakan, HSBC Water Programme yang telah berjalan selama lima tahun telah membawa banyak perubahan kehidupan di dunia.

“Beragam pencapaian global telah diraih HSBC Water Programme,” kata Nuni, “Termasuk lebih dari 1 juta orang memiliki akses air bersih, lebih dari 900 ribu orang memiliki akses pada sanitasi yang memadai, 3.120 komite air dan sanitasi terbentuk, dan 1.476 teknisi pompa air dilatih,” ungkapnya.

Nuni Menambahkan, HSBC Water Programme melibatkan karyawan HSBC, “Karyawan HSBC dapat terlibat untuk mendapatkan pengetahuan tentang masalah air di dunia, mempelajari masalah air di tempat mereka berada, dan berperan dalam riset dasar,” kata Nuni di akhir paparannya.

Laboratorium Edukasi Air di Rumah Edukasi Bumi Panda Bandung memungkinkan pengunjung melakukan uji terhadap contoh air yang dibawa dari rumah atau sumber air lainnya, pengujian dilakukan untuk mengetahui kondisi atau kualitas air yang biasa dikonsumsi sehari-hari.

Selain itu, pengunjung berkesempatan mendapatkan pengetahuan tentang sumber dan manfaat air, serta banyak hal menarik tentang sungai dari seluruh Indonesia.

Living Planet Report (LPR) yang dikeluarkan WWF pada 2014 menunjukkan Living Planet Index (LPI) untuk air tawar menurun secara signifikan sebesar 76% terhitung sejak 1970 hingga 2010, dan hal ini berdampak kepada kematian 5 juta orang karena penyakit yang ditularkan melalui air setiap tahun.

Di Indonesia, beberapa pulau sudah mengalami defisit air, seperti, pulau Jawa, Sulawesi, Bali, dan NTT, namun Sumatera masih memiliki surplus air tawar.

Saat ini keberadaan sumber-sumber air tawar tersebut terancam pencemaran yang diakibatkan aktivitas tidak ramah lingkungan seperti pertambangan, pembuangan limbah industri, dan limbah rumah tangga.

Inisiatif Laboratorium Air merupakan bagian dari program besar pelestarian air dan sungai yang dipusatkan di kawasan Rimbang Baling Riau.

Rimbang Baling merupakan salah satu kawasan yang menjadi kunci keberlanjutan ekosistem masa depan bagi pulau Sumatera, namun kawasan ini mulai mendapatkan ancaman gangguan kawasan dengan adanya konversi lahan menjadi perkebunan sawit dan berbagai usaha pertambangan ilegal.

Data yang dimiliki WWF Indonesia, saat ini air laut menjadi sumber air terbesar yaitu 97%, sedangkan air tawar hanya sebesar 3% (2% air di Kutub Utara dan Selatan dan 1% air tanah/payau).

Air tanah yang hanya 3% digunakan oleh 7,2 milyar penduduk dunia (tahun 2013), dan diprediksi pada tahun 2050 diperebutkan oleh 9,6 miliar manusia.

Saat ini 45 negara di dunia krisis air, seperti di Afrika, Kenya, dan beberapa daerah di Indonesia (NTT dan Gunung Kidul), diprediksi pada tahun 2030 akan terjadi krisis air dan 1 miliar orang tidak mendapatkan air bersih, serta 5 juta manusia meninggal oleh berbagai macam penyakit yang diakibatkan oleh air yang tidak bersih. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.