Hino Indonesia Beri Simulator Untuk ITB

20160328_145820

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Hino Indonesia berkesempatan melaksanakan kegiatan CSR di Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin, (28/3/2016), bertempat di Gedung Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB jalan Ganesha Bandung.

Turut hadir dalam kegiatan CSR Hino Indonesia, Direktur PT Hino Motors Manufacturing Indonesia J. Ralhan, Dekan FTMD ITB Dr. Hari Muhammad, Wakil Dekan Bidang Akademik FTMD Prof. Dr. Zainal Abidin, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FTMD Dr. Ignatius Pulung Nusprasetio, Ketua Program Studi Teknik Mesin Dr. Arief Hariyanto, para Ketua Kelompok Keahlian FTMD-ITB, Staff Akademik FTMD-ITB, dan Manajemen Hino Indonesia.

“Kami berharap, industri bisa membantu perguruan tinggi, karena industri butuh sarjana atau SDM yang di luluskan dari institusi seperti ITB ini,” kata Dekan FTMD ITB Dr. Hari Muhammad di awal paparannya, “Dan kegiatan ini salah satu contoh yang bagus dari industri lewat dana CSR-nya dengan membantu peralatan untuk praktikum yang dapat dipakai untuk penelitian mahasiswa ITB,” ujarnya.

Lebih lanjut Hari mengatakan, banyak industri yang kadang-kadang hanya bantu peralatan saja, tanpa melihat peralatan tersebut berfungsi atau tidak, “Hino tadinya mau seperti itu, tetapi pihak ITB meminta jangan hanya memberi peralatan, karena kami butuh peralatan yang bisa di-Combined dengan peralatan yang ITB punya, sehingga bantuan Hino dimodifikasi sedikit dan diklopkan dengan peralatan yang ITB punya,” tegasnya.

“Mudah-mudahan alat dari Hino bisa langsung kita pakai untuk praktikum, dan kami harapkan industri lain yang mau membantu ITB tidak hanya bantu begitu saja,” tegas Hari.

Hari menegaskan, ITB tidak boleh memilih-milih dalam hal bekerja sama, “ITB punya alumni yang tersebar di berbagai industri, dan para alumni biasanya ingin membantu ITB lewat perusahaannya,” katanya.

“Kita rencanakan semester satu Agustus 2016 bantuan dari Hino sudah harus bisa dipakai praktikum, dan pendampingan dari Hino sangat diperlukan,” kata Hari, “Praktikum untuk mahasiswa tingkat tiga, tapi selain untuk praktikum, bantuan dari Hino bisa dipakai untuk tugas akhir,” ujarnya.

Hari mengungkapkan, kerjasama dengan Hino sudah berlangsung sejak lama, “Tetapi bantuan seperti ini baru sekarang, dan tadinya Hino akan memberikan bantuan sasis besar (6-12 meter), namun sayangnya ITB belum punya ruangan untuk menyimpannya,” ujarnya, “Namun Hino secepatnya akan memberikan sasis besar tersebut bila ITB sudah punya tempat penyimpanan yang memadai,” katanya.

Mengenai jumlah rupiah bila bantuan dari Hino diuangkan, Hari enggan mengungkapkannya, “Namun untuk membuat peralatan Hino bisa di-Couple dengan peralatan dari ITB, kami mengeluarkan dana puluhan juta,” katanya.

“Setahu kami, Hino telah banyak memberikan bantuan ke kampus, SMA serta SMK, dan kami mengingatkan bila memberikan bantuan jangan asal bantu lalu mangkrak,” kata Hari.

“Setiap tahun peralatan dari Hino akan kami evaluasi, dan dilihat lagi dalam lima tahun ke depan,” tegas Hari, “Pihak ITB punya kewajiban menjaga peralatan dari Hino untuk lima tahun ke depan, tapi Hino juga dalam lima tahun ke depan memberikan pendampingan,” ujarnya.

Lebih lanjut Hari mengakui peralatan teknik di ITB memang sudah kuno, “Namun dalam beberapa bulan ke depan kami akan dapat bantuan dari beberapa industri,” ujarnya.

Di akhir paparannya Hari mengatakan, Lulusan ITB yang jumlahnya ratusan banyak bekerja di Eropa, Amerika, Jepang, dan Korea, “Bahkan alumi ITB telah bekerja di Boeing, dan Air Bus, artinya kurikulum ITB levelnya internasional,” ujarnya.

20160328_144911

Direktur PT Hino Motors Manufacturing Indonesia J. Ralhan mengatakan, selama lebih dari 30 tahun, Hino Indonesia telah menjadi bagian dalam pembangunan di Indonesia, “Hino Indonesia berkomitmen tetap memanfaatkan potensi dalam negeri, baik sumber daya industri maupun sumber daya Indonesia,” katanya, “Hino Indonesia telah menyerap ribuan sumber daya bangsa Indonesia yang ahli dalam bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut Ralhan mengatakan, pendidikan merupakan pangkal tolak yang penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap untuk bekerja dalam industri.

“Semoga kontribusi dari Hino Indonesia dapat dimanfaatkan sepenuhnya dengan tujuan makin mendekatkan teori dalam pendidikan dengan praktek nyata dalam industri,” kata Ralhan.

Hino Indonesia dalam kegiatan CSR di ITB memberikan beberapa komponen utama kendaraan bermotor yang telah dikonversikan menjadi simulator.

Komponen tersebut diantaranya:

-Simulator cara kerja Differential Carrier dan Rear Axle Truck.
-Simulator cara kerja Transmisi Manual.
-Mesin Diesel 4 silinder dengan perlengkapannya (untuk dipergunakan sebagai penelitian dan pengujian pada Laboratorium Motor Bakar dan Sistem Propulsi FTMD – ITB).
-Leaf Spring Assy.
-Propeller Shaft pada Static Stand.
-Gear Box Steering.

Dengan adanya komponen simulator, mahasiswa ITB diharapkan dapat memahami secara aktual mengenai sistem kerja komponen utama dari kendaraan bermotor.

20160328_150333

Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Hino Indonesia merupakan kegiatan yang berkesinambungan dan menjadi kegiatan resmi perusahaan dengan lingkup pendidikan, kesehatan, sosial budaya, perlindungan lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat.

Hino Indonesia juga membuka kesempatan bagi para mahasiswa/mahasiswi ITB untuk melakukan kerja praktek dan mengembangkan karirnya dalam dunia industri dan bisnis kendaraan bermotor. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.