Peringatan 61 Tahun KAA di Bandung Libatkan 5100 Orang

20160415_162440

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Museum Konperensi Asia Afrika (KAA) Thomas Ardian Siregar mengungkapkan, Peringatan 61 Tahun KAA Tahun 2016 akan melibatkan 5100 orang yang terdiri dari 3000 anak-anak, 1500 penampil seni budaya, 500 relawan Sahabat Museum KAA, dan 100 Mahasiswa Internasional asal Asia Afrika.

Hal ini diungkapkan Thomas saat Konferensi Pers Peringatan 61 Tahun KAA, Jumat, (15/4/2016), di Galeri I Museum KAA jalan Asia Afrika Bandung.

“Peringatan 61 Tahun Konperensi Asia Afrika (KAA) di kota Bandung diawali pengibaran 109 bendera negara Asia, Afrika, dan bendera PBB,” kata Thomas di awal paparannya, “Disusul dengan Parade Budaya Asia Afrika,” ujarnya.

“Pembukaan Peringatan 61 Tahun Konperensi Asia Afrika (KAA) di kota Bandung, Minggu, (17/4/2016) dipastikan dihadiri 13 Duta Besar,” kata Thomas.

Lebih lanjut Thomas mengatakan, demi kelancaran Pembukaan Peringatan 61 Tahun KAA, maka jalan Asia Afrika akan ditutup mulai pukul 05.00 WIB, “Sedangkan jalan Braga Pendek akan ditutup mulai pukul 06.00 WIB,” katanya, “Hanya yang berkegiatan dan berkepentingan di Museum KAA yang boleh lewat jalan tersebut,” tegasnya, “Jalan akan dibuka kembali pukul 11.00 WIB,” katanya.

“Saya berharap Peringatan KAA tidak hanya menciptakan Event yang simbolik dan tidak membekas di masyarakat, tetapi mimpi saya para Dubes nantinya membawa para pengusaha dari negaranya masing-masing untuk melakukan pameran di Gedung Merdeka dan Museum KAA agar berdampak kepada masyarakat,” ujarnya.

“Saya ingin di tahun 2017 instansi dan dinas-dinas di Jawa Barat dan kota Bandung punya agenda peringatan HUT KAA, jadi Museum KAA tidak berjuang sendiri seperti selama ini,” ungkap Thomas.

20160415_152914

Mengenai nilai positif KAA, Thomas mengatakan, masyarakat harus melestarikan nilai-nilai positif KAA, atau yang disebut Bandung Spirit, “Bila tidak ada Bandung Spirit, kita sudah melupakan hak-hak Bangsa Palestina,” tegasnya, “Indonesia sudah banyak membantu Palestina salah satunya adalah membangun RS di Palestina,” ujarnya.

“Gedung Merdeka dan Museum KAA merupakan warisan dunia yang harus kita gali dan terus dikembangkan,” ujar Thomas, “Karena KAA mempunyai peran penting, diantaranya KAA mempengaruhi struktur di PBB,” kata Thomas

“Pada 1 Mei 2016 upacara penurunan 109 bendera negara Asia, Afrika, dan bendera PBB menandai akhir seluruh rangkaian Peringatan 61 Tahun KAA,” kata Thomas di akhir paparannya.

Berikut beberapa acara penting dalam Peringatan 61 Tahun Konperensi Asia Afrika (KAA) yang kali ini mengambil tema, “Fostering the Asian-African Youth Solidarity”:

1. Pembukaan, Minggu, (17/4/2016), pukul 07.30 WIB, tempat, Jalan Ir.Soekarno (Ex Cikapundung Timur).

2. Talkshow Bandung Spirit for Palestine, Selasa, (19/4/2016), pukul 09.45 WIB, tempat, Gedung Merdeka, pembicara, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, dan Kementerian Luar Negeri RI.

3. Jamuan Teh Petang bersama para saksi sejarah Konperensi Asia Afrika, Rabu, (20/4/2016), pukul 13.30 WIB, tempat, Ruang Utama Gedung Merdeka.

4. Pameran diet kantong plastik, Kamis, (21/4/2016), pukul 08.00 WIB, tempat, Ruang Galeri 1 Museum KAA.

5. Kegiatan donor darah, Jumat, (22/4/2016), pukul 08.00 WIB, tempat, ruang VIP 7 Gedung Merdeka.

6. Bandung Historical Study Game, Sabtu, (23/4/2016), pukul 06.00 WIB, tempat, Gedung Dwi Warna, Pendopo kota Bandung.

7. Konser Bandung Philharmonic Orchestra, Sabtu, (23/4/2016), pukul 19.00 WIB, tempat, ruang utama Gedung Merdeka.

8. Senam bersama 3000 Anak Minggu, (24/4/2016), pukul 07.30 WIB, tempat, Lapangan Sepakbola GOR Arcamanik.

Parade Asia Afrika yang berlangsung, Minggu, (17/4/2016), mulai pukul 09.00 WIB di jalan Asia Afrika (sekitar Hotel Preanger, Gedung Keuangan Negara, Jalan Ir. Soekarno) merupakan parade yang tidak boleh dilewatkan.

Parade Asia Afrika akan diikuti, Kavaleri Berkuda Denkavkud Pussenkav AD, Pramuka Kwarcab Kota Bandung, Museum Kids Care Community (MKCC), Apresiasi Seni Kelompok Anak Juara (Askara), Komunitas Disabilitas, Yayasan Mata Hati Indonesia (YMHI), Perwakilan Mahasiswa Internasional (Unpad, UPI, Unpas, ITB, Telkom University, UKI, ISBI, Saung Angklung Udjo), Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Unisba, Daya Mahasiswa Sunda (Damas), Historia van Bandoeng (HVB), Bandung Balance in Skate (BBS), Barongsai, Paguyuban Sepeda Baheula (PSB), Drumband Cankha Panorama Secapa AD, dan Bandros. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.