Universitas Prasetiya Mulya Buka Prodi Tourism Business

20160423_103905-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Sektor Pariwisata dan Turisme di Indonesia diyakini terus berkembang dan memberikan sumbangan pada pertumbuhan ekonomi nasional maupun lokal, oleh karena itu Universitas Prasetiya Mulya yang terletak di BSD City Tangerang mengakomodir kebutuhan industri pariwisata Indonesia dengan membuka Program Studi (Prodi) terbarunya yaitu S1 Tourism Business.

Hal ini terungkap dalam Seminar Pendidikan bertajuk, “Pendidikan Kolaboratif untuk Masa Depan Indonesia Pendidikan Program Pariwisata dalam Menjawab Tantangan Pengembangan Wisata Jawa Barat,” Sabtu, (23/4/2016), di Hotel Holiday Inn jalan Ir.H.Djuanda Bandung.

Turut hadir dalam seminar pendidikan ini, Wakil Rektor Universitas Prasetiya Mulya Prof.Djoko Wintoro, Ph.D, Program Manager S1 Tourism Business Universitas Prasetiya Mulya, Yudho Hartono, MM, dan Director Marketing & Customer Relations Universitas Prasetiya Mulya, Iwan H.Kahfi MBA.

“Menurut World Travel & Tourism Council (WTTC) 2016, pariwisata dan turisme memberi kontribusi sebesar IDR 379,452 miliar atau 3,3% dari GDP Indonesia di tahun 2015,” kata Program Manager S1 Tourism Business Universitas Prasetiya Mulya, Yudho Hartono di awal paparannya, “Diperkirakan jumlah ini akan tumbuh 5,5% di tahun 2016,” ujarnya, “Tumbuhnya aktivitas ekonomi di bidang Pariwisata digerakkan oleh industri pariwisata seperti hotel, Travel Agent, Airlines, jasa transportasi, restoran, dan industri hiburan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yudho mengatakan, tumbuhnya pariwisata Indonesia tidak hanya didukung oleh tumbuhnya turis mancanegara, tetapi dari wisatawan dosmetik, “Menurut WTTC, 70% kontribusi langsung PDB pariwisata dunia digerakkan wisatawan domestik,” katanya.

Mengenai kota Bandung, Yudho mengatakan, secara khusus Unesco telah menetapkan Bandung menjadi kota wisata dunia (2013), dan menjadi salah satu kota dalam jaringan kota kreatif (Unesco Creative Cities Network 2015), “Hal ini berkat potensi yang dimiliki Bandung khususnya kekayaan alam, seni budaya, kreativitas dan dukungan pemerintah dalam pengembangannya,” katanya.

Yudho menegaskan, besarnya potensi sektor wisata membutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni untuk memajukan sektor pariwisata, merancang event, festival, dan mendorong keterlibatan masyarakat lokal agar perekonomiannya lebih maju, “Untuk itu dibutuhkan peran dari institusi pendidikan tinggi untuk merancang suatu program studi yang dapat mengakomodir kebutuhan industri pariwisata Indonesia,” katanya.

“Universitas Prasetiya Mulya dengan salah satu program studi terbarunya S1 Tourism Business akan menjadi media pembelajaran aplikatif,” ujar Yudho, “Kolaborasi menjadi unsur penting dalam proses pembelajaran ini, baik kolaborasi antar program studi, maupun dengan pelaku usaha dalam bidang turisme,” kata Yudho di akhir paparannya.

20160423_103504

Wakil Rektor Universitas Prasetiya Mulya Djoko Wintoro mengatakan, Universitas Prasetiya Mulya dalam waktu dekat akan membuka Program Studi untuk pengolahan tenaga surya, “Selain itu kami akan membuka Komputer Enginering dan Produk Enginering,” katanya.

Lebih lanjut Djoko mengungkapkan, di Jepang, ubi ungu yang diolah dengan teknologi enginering dan bisnis, akan menjadi oleh-oleh dan souvenir yang tahan lama, “Dalam kemasan tersebut terdapat lima ubi ungu yang mampu bertahan selama enam bulan, karena di dalam kemasan tersebut ada Chip, sehingga kemasan menjadi hangat,” ungkapnya, “Karena bisnis teknologi dan enginering bila bersatu akan menjadi sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.

Djoko menegaskan, yang membedakan Universitas Prasetiya Mulya dengan universitas lainnya adalah eksperimennya, “Kalau kurikulum dan dosen di setiap universitas pasti sama,” ujarnya, “Selain itu desain kampus di Universitas Prasetiya Mulya seperti studio karena satu meja berlima, dan Dosen akan berkeliling, bukan berdiri di depan kelas,” kata Djoko di akhir paparannya.

20160423_103542

Universitas Prasetiya Mulya mendapatkan ijin operasional sebagai universitas tahun 2015 dan diresmikan pembukaannya pada 17 Maret 2016, kampus ini berada di bawah naungan Yayasan Prasetiya Mulya yang berdiri sejak tahun 1980 melalui Institut Manajemen Prasetiya Mulya (IMPM), dan IMPM berubah menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya (STMPM) pada tahun 1993.

Melengkapi kampus Cilandak, kampus baru di kawasan BSD Tangerang diresmikan beserta program studi S1 pada 2010 dengan dibukanya peminatan program S1 Business, S1 Marketing, S1 Finance & Banking, dan S1 Akuntansi.

Status kelembagaan STMPM berubah menjadi STIE Prasetiya Mulya di tahun 2011, dan dilanjutkan pada tahun 2015 dengan membuka peminatan program S1 Event.

Saat ini Universitas Prasetiya Mulya menyelenggarakan satu program Magister yaitu Magister Manajemen dan 11 program sarjana seperti, Akuntansi, Manajemen, Pariwisata, Hukum Bisnis Internasional, Ekonomi Bisnis, Matematika Bisnis, Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering), Rekayasa Sistem Komputer (Computer Engineering), Teknik Desain Produk, Teknologi Pangan, dan Teknik Energi Terbarukan. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.