Bea Cukai Bandung Musnahkan 1992 Botol Miras Palsu

20160503_090846

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP A Bandung (KPPBC TMP A), melaksanakan Pemusnahan Barang yang menjadi Milik Negara (BMN) Tegahan (larangan) 2015, Selasa pagi, (3/5/2016), di Halaman Kantor KPPBC TMP A jalan Rumah Sakit Bandung.

Turut hadir dalam pemusnahan barang ini, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Bandung Onny Yuar Hanantyoko, Perwakilan Kejati, Perwakilan Polrestabes Bandung, Perwakilan Lanud Husein Sastranegara, dan Perwakilan Bandara Husein Sastranegara.

“Pemusnahan Barang yang menjadi Milik Negara (BMN) telah disetujui Menteri Keuangan melalui Kepala KPKNL,” kata Kepala KPPBC Bandung Onny Yuar Hanantyoko di awal sambutannya.

Lebih lanjut Onny mengatakan, barang tegahan (larangan) yang berasal dari kegiatan pengawasan di bidang Cukai / Operasi Cukai kurun waktu 2014-2015 meliputi 1.992 botol minuman keras (miras) dan tembakau iris 20 pkgs, “Nilai barang tegahan sekitar Rp.500 juta, sedangkan nilai cukai (kerugian negara) mencapai Rp.200 juta,” katanya.

20160503_091730

“Miras ditegah karena peredarannya melanggar ketentuan UU No 39 tahun 2007 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 1995 tentang cukai, yang telah disetujui untuk dimusnahkan dengan cara dihancurkan dengan Stoom Walls,” tegas Onny.

“Sedangkan barang tegahan yang berasal dari kegiatan pengawasan atas barang kiriman pos di Kantor Pos Lalu Bea Bandung seperti Sex Toys, barang pornografi (DVD, majalah, VCD), obat-obatan, Spare Parts Air Soft Gun, kosmetik, dan pajangan kura-kura yang diawetkan akan dimusnahkan dengan cara dibakar dan dirusak,” kata Onny.

Mengenai barang tegahan yang berasal dari kegiatan pengawasan atas Impor Umum Terminal Peti Kemas Bandung (TPKB) yang meliputi produk garmen, makanan, minuman ringan, dan modem, Onny mengatakan barang tersebut akan dimusnahkan dengan cara dibakar, “Tidak seluruhnya barang dimusnahkan di KPPBC TMP A Bandung, selebihnya akan dibawa ke tempat khusus dan tempat pemusnahan barang-barang kimia,” ujarnya.

“Sedangkan barang tegahan yang berasal dari kegiatan pengawasan terhadap barang penumpang Bandara Husein Sastranegara yang terdiri dari rokok dan cerutu akan dimusnahkan dengan cara dibakar,” kata Onny.

20160503_091103

Onny menegaskan, dengan dilaksanakannya pemusnahan barang yang menjadi milik negara, maka Bea Cukai Bandung telah melakukan operasi pengawasan untuk kesehatan masyarakat.

Dalam wawancara dengan para wartawan, Onny mengungkapkan, Bea Cukai Bandung telah melakukan operasi khusus di tempat-tempat yang diduga dijadikan tempat pembuatan miras ilegal.

“Yang dilakukan Bea Cukai Bandung kali ini adalah memusnahkan miras palsu, bisa saja kotaknya asli, botolnya asli, tapi dalamnya palsu,” kata Onny, “Karena kandungannya alkohol, maka tidak dilengkapi pita cukai, sehingga yang dilanggar adalah undang-undang cukai, ujarnya.

“Selain miras, dalam pemusnahan ini ada senjata air soft gun, tetapi bukan senjata api asli,” kata Onny, “Ada juga produk garmen yang kami musnahkan, didapat dari kegiatan impor melalui terminal peti kemas Bandung, dan dipastikan melanggar ijin perdagangan,” tegasnya.

20160503_093349

“Sedangkan Sex Toys kami sita berasal dari Kantor Pos Mail processing Center Bandung 40400 (Kantor Pos Bandung), dan berasal dari luar negeri, pelanggarannya adalah UU pornografi,” kata Onny.

Onny mengungkapkan, terkadang barang pornografi tidak diambil, karena memang memerlukan ijin, “Barang tersebut dikuasai negara, sebelumnya akhirnya ditetapkan sebagai barang yang milik negara, kemudian dimusnahkan,” ujarnya.

“Pengiriman Sex toys, majalah porno, DVD dan VCD porno hampir setiap minggu ada, termasuk yang masuk lewat Bandara Husein Sastranegara,” kata Onny, “Mungkin hal ini akibat ketidaktahuan pembawa, bahwa hal tersebut melanggar ketentuan,” ujarnya, “Satu minggu satu kasus,” ungkapnya.

20160503_091308

“Bea cukai merupakan ujung tombak dalam melaksanakan ketentuan yang dititipkan kepada kami,” kata Onny di akhir wawancara.

Berikut rincian barang-barang yang dimusnahkan, minuman keras (1992 botol), Sex Toys (101 Pieces), Air Soft Gun (14 Pieces), Majalah, DVD, VCD Porno (94 Pieces), Garmen (20 Bag), Rokok (2 Slop), Cerutu (50 batang), Kura-kura (2 Pieces), dan Modem dua koli. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.