World Culture Forum Hadir di Pasar Komik Bandung 5

20160507_161243-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia selaku penyelenggara World Culture Forum (WCF) 2016 akhirnya menggelar Roadshow dan berkolaborasi dengan Pasar Komik Bandung 5, Sabtu, (7/5/2016), di Braga Citywalk jalan Braga Bandung.

Turut hadir dalam Roadshow World Culture Forum (WCF) 2016, Steering Committee WCF Antonius Harso, Kasubbag Kerjasama Ditjen Kebudayaan Yayuk Sri Budi Rahayu, Komikus Bandung Garry Wibiksana, Komikus Medan Wiratama (Digidoy), Komikus Lombok Muhammad Guntur (D’loco), dan Forum Wartawan Online (FWO) Bandung.

“Panitia World Culture Forum (WCF) 2016 hadir di Bandung dalam rangka mengadakan roadshow sosialisasi tentang kegiatan WCF,” kata Steering Committee WCF Antonius Harso di awal paparannya, “WCF tidak ingin menjadi menara gading, tetapi ingin melibatkan banyak pikiran atau ruang gerak dari publik khususnya yang bergerak dalam konteks budaya,” ujarnya.

Lebih lanjut Antonius mengatakan, dengan Roadshow WCF, pihaknya bisa mengetahui apa yang terjadi di akar rumput dan masyarakat, “Hasilnya akan kita wartakan dan diramu oleh Steering Committee untuk menjadi pesan dan disampaikan kepada dunia,” katanya.

20160507_160018

“Panitia WCF berkeliling untuk mendengar dan melihat, dan kami percaya gerak yang terjadi di masyarakat dalam bentuk komunitas menjamur dan terjadi di mana-mana,” kata Antonius.

“Jadi yang kami harapkan, dan akan kami pesankan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentunya mendorong ruang-ruang publik baru untuk bermunculannya gerak masyarakat yang berbasis kepada kreativitas,” kata Antonius, “Bentuknya bisa bermacam-macam, dan kota Bandung salah satu contoh yang menarik bagi Indonesia,” tegasnya.

Mengenai perkembangan komik di Indonesia Antonius mengatakan, komik merupakan simbol pesan berupa gambar yang efektif untuk dijadikan pesan budaya dari masyarakat Indonesia.

“Ruang imajinasi sangat penting, walaupun pengantar dalam komik bisa bermacam-macam,” kata Antonius, “Tantangan masyarakat komik saat ini adalah minat baca yang menurun di seluruh dunia, dan teman-teman di surat kabar harus siap-siap, karena media yang konvensional akan gulung tikar,” ujarnya.

20160507_143658

“Format digital pasarnya sangat luas, karena dengan digital, kita bisa menembus seluruh pelosok belahan dunia, tinggal bagaimana pendekatan kulturnya,” ujar Antonius.

“Seperti komik Tintin, kita dapat membayangkan diri kita berjalan-jalan ke seluruh pelosok dunia,” ujarnya, “Komik menjadi penting apabila bisa merangsang ruang imajinasi khususnya anak-anak,” kata Antonius di akhir paparannya.

Kasubbag Kerjasama Ditjen Kebudayaan Yayuk Sri Budi Rahayu mengatakan, Roadshow World Culture Forum (WCF) 2016 rencananya mengunjungi enam wilayah di seluruh Indonesia, “Roadshow WCF 2016 pertama berlangsung di Maluku Utara, tepatnya di Jailolo Halmahera Barat (komunitas adat),” katanya.

“Roadshow di Jailolo fokus mengangkat budaya lokal, karena Halmahera merupakan pusat rempah dunia, dan kita disana akan mengangkat jalur rempah,” kata Yayuk, “Di Jailolodi kita mengangkat kearifan lokal yang masih hidup, contohnya Orom Sasadu, yaitu pesta syukur setelah panen raya,” ujarnya.

20160507_151518

“Dalam Orom Sasadu ada kebersamaan yang luar biasa, padahal di Maluku kompleksitas antara Islam dan Kristen cukup tinggi,” kata Yayuk, “Selama ini yang dimunculkan di media mereka selalu berantem, padahal kenyataannya pelaksanaan Orom Sasadu sungguh luar biasa,” ujarnya, “Yang memasak daging di acara Orom Sasadu adalah orang muslim, hal ini supaya semua tamu bisa makan, dan bisa dirayakan bersama baik muslim maupun kristen,” katanya.

Lebih lanjut Yayuk mengungkapkan, Roadshow kedua WCF 2016 berlangsung di Bandung, (7-8/5/2016), “Roadshow di Bandung menyasar anak-anak muda,” katanya, “Akhir Mei 2016 Roadshow dilanjutkan ke Makassar dengan sasaran Budayawan, dan penulis,” ujarnya, “Selanjutnya menuju ke Pekan Budaya Bali yang merupakan perhelatan ketika anak-anak libur sekolah,” ungkapnya.

“Roadshow terakhir adalah Kalimantan,” ujarnya, “Kita berkeliling dengan memperhatikan demografi wilayah di Indonesia,” kata Yayuk di akhir paparannya.

Kerjasama antara World Culture Forum (WCF) dan Pasar Komik Bandung 5 diharapkan menghasilkan perpaduan tradisi kearifan lokal budaya Indonesia ke dalam budaya populer komik.

20160507_144840

Sosialisasi WCF melalui media komik dipandang penting karena komik merupakan salah satu media kreatif dan efektif untuk mengkomunikasikan ide dan gagasan yang terdapat dalam WCF ke kalangan muda Indonesia, dan Roadshow WCF di Bandung kali ini mengusung tema, “Kearifan Lokal dalam Komik Nasional”.

WCF yang pertama kali diadakan tahun 2013 di Bali adalah suatu forum budaya dunia yang menjadi tempat diskusi untuk membahas isu-isu strategis kebudayaan dan dapat merekomendasikan kebijakan untuk pengembangan dunia.

WCF 2016 akan diselenggarakan Oktober 2016 di Bali dengan mengusung tema, “Culture for an Inclusive Sustainable Planet”.

Diperkirakan peserta berjumlah 1500 orang dengan beragam latar belakang seperti, pejabat, kepala negara, sipil, NGO, akademisi, dan perwakilan komunitas.

Para peserta di WCF 2016 nantinya akan melakukan tiga proses penting yaitu, Re-experiencing, Re-Conceptualizing, dan Rejoicing terhadap budaya Indonesia, dan diharapkan akan memberikan sumbangsih positif bagi dunia. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.