Mensos: Pemerintah Susun RKP Disabilitas

IMG_20160510_031909

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Menteri Sosial (Mensos) RI Khofifah Indar Parawansa berkesempatan menghadiri acara penutupan dan pembagian hadiah “Olimpiade Seni dan Desain bagi Penyandang Disabilitas 2016”, Minggu siang, (8/5/2016), di Universitas Widyatama jalan Cikutra Bandung, turut hadir Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

“Saya mengapresiasi inisiasi yang dilakukan Universitas Widyatama terhadap penyandang disabilitas,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di awal paparannya,
“Karena Mempromosikan produk-produk seni penyandang disabilitas,” ujarnya, “Memang harus ada sosialisasi secara komperhensif tentang penyandang disabilitas,” tegasnya.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, undang-undang penyandang disabilitas basis pendekatannya berbeda dengan undang-undang penyandang cacat, “Undang-undang penyandang disabilitas lebih fokus dalam pemenuhan hak-hak dasar,” ujarnya.

“Kementerian, pemprov, pemkot dan pemkab harus mendorong undang-undang penyandang disabilitas dan memberi peluang bagi seluruh penyandang disabilitas,” tegas Khofifah, “Diharapkan ke depannya undang-undang penyandang disabilitas link and match dengan dunia industri, agar para penyandang disabilitas terinformasikan,” katanya.

IMG_20160510_031903

“Bulan juni 2016 akan ada pertemuan CSR dengan berbagai korporasi salah satunya membahas tentang penyandang disabilitas,” kata Khofifah, “Hal ini dilakukan agar terjadi konektivitas,” ujarnya, “Dan jangan lupa 3 Desember merupakan hari Disabilitas,” tegasnya.

Khofifah mengungkapkan, beberapa waktu lalu anak-anak penyandang disabilitas mendapatkan medali emas untuk cabang sepakbola di Summer Games di Los Angeles Amerika Serikat, “Bahkan Presiden AS Obama dan Michelle Obama memberikan apresiasi terhadap kesetaraan ini,” ungkapnya.

Khofifah pun menyoroti para pejabat di Indonesia yang kartu namanya tidak ada huruf Braille, “Berapa banyak pejabat yang kartu namanya ada huruf braille-nya?” katanya, “Bahkan penyandang disabilitas bila masuk gedung dan lift tidak ada huruf braille dan suara untuk memandunya,” ujarnya.

“Mumpung pemerintah saat ini sedang menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP), maka kita akan terus mendorong RKP tentang disabilitas,” kata Khofifah di akhir paparannya.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan Olimpiade Seni dan Desain bagi Penyandang Disabilitas merupakan momentum strategis kepedulian masyarakat kepada penyandang disabilitas di Jawa Barat, “Kegiatan ini baik guna meningkatkan potensi disabilitas di bidang seni, dan penyandang disabilitas menjadi lebih mandiri, berprestasi, dan tidak kalah dengan masyarakat lainnya,” tegasnya, “Disabilitas bukan penghalang untuk meraih cita-cita,” kata Deddy di akhir paparannya. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.