Mensos Khofifah Kunjungi LPKA Bandung

IMG_20160511_112749-1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di jalan Jalan Pacuan Kuda Arcamanik Bandung akhirnya mendapat kunjungan dari Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa beserta rombongan, Minggu sore, (8/5/2016), turut hadir Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kanwil Jabar Agus Toyib.

“Ada yang sudah hatam Al-Quran?”, kata Khofifah di awal sambutannya di aula Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), namun ratusan anak yang terlibat kasus hukum masih terlihat malu-malu untuk mengacungkan tangannya, “Coba mana anak yang bacaan Al-Quran-nya sudah baik,” kata Khofifah, dan terlihat banyak anak-anak yang mengacungkan tangannya.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, anak-anak yang terlibat kasus hukum di LPKA jangan kalah dengan hawa nafsu, “Bila kita kalah, masih ada cara untuk memenangkannya,” ujarnya, dan Khofifah meminta beberapa anak untuk maju dan membaca surat Al-Fath ayat satu sampai lima beserta terjemahannya.

“Surat Al-Fath adalah surat kemenangan,” kata Khofifah, “Surat ini pembuka jalan dan pembuka pikiran,” ujarnya, “Coba nanti setiap habis sholat baca surat Al-Fath ayat satu hingga lima,” katanya.

Seusai mendengarkan surat Al-Fath, Khofifah mengajak ratusan tahanan anak membaca bersama surat Al-Fath setelah sebelumnya Khofifah membaca surat tersebut dari ayat satu sampai lima.

IMG_20160509_012635

“Usia harapan hidup untuk laki-laki mencapai 73 tahun, sedangkan perempuan hingga 75 tahun,” kata Khofifah, “Bila kalian keluar dari sini di usia 20 tahun, maka kalian masih punya 50 tahun untuk menata masa depan,” tegasnya.

Dalam wawancara dengan para wartawan, Khofifah mengatakan, kedatangannya ke LPKA ingin melihat secara langsung kasus hukum yang dominan terjadi di LPKA Bandung, “Sekarang banyak anak yang terlibat kasus kekerasan seksual, dan di LPKA Bandung ternyata 60 persen kasus kekerasan seksual,” katanya.

“Saat ini konten pornografi semakin mudah diakses,” kata Khofifah, “Sehingga banyak anak terlibat kasus kekerasan seksual,” ujarnya, “Edukasi perlu dibangun oleh para guru dan orang tua dalam memberikan pengawasan terhadap anak-anak, terutama dalam pemanfaatan internet,” katanya.

“Orang tua harus memastikan anak-anak mengambil hal positif dari internet,” kata Khofifah, “Orang tua harus rutin memantau dan mengawasi situs yang diakses anak-anak,” ujarnya.

Khofifah mengapresiasi pembinaan di LPKA Bandung, “LPKA sudah bagus, saya berharap LPKA Bandung bisa diikuti LPKA lainnya,” kata Khofifah di akhir wawancara.

IMG_20160509_012703

Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungan ke LPKA Bandung berkesempatan memberikan satu set meja pingpong, bola Volley, bola futsal, dan makanan kepada anak-anak penghuni LPKA Bandung.

Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kanwil Jabar Agus Toyib mengatakan, saat ini di Jawa Barat terdapat 374 napi anak, “Di LPKA Bandung ada 184 anak,” katanya, “Napi anak yang sisa tahanannya 4 bulan ke bawah diharuskan tetap berada di kota tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut Agus mengatakan, LPKA memiliki beberapa kegiatan pembinaan seperti, keterampilan, kesenian, pendidikan, dan kepramukaan, “Aktivitas anak-anak di LPKA Bandung cukup padat,” ungkapnya.

“Mayoritas anak-anak di LPKA terkait tindak pidana kesusilaan,” kata Agus, “Ke depannya, anak-anak di LPKA harus punya masa depan, maka secara signifikan napi anak terus berkurang,” ujarnya, “Namun pada dasarnya sesuai keputusan pengadilan,” katanya.

“Anak-anak di LPKA bisa di tahan hingga usia 20 tahun, jika melampaui usia 21 tahun akan dipindahkan ke Lapas dewasa,” kata Agus, “Mereka nantinya hanya dipisahkan kamar, pasti mereka berinteraksi dengan tahanan dewasa,” ungkapnya, “Saat ini Rutan lebih memprioritaskan tahanan dewasa,” katanya.

“Anak-anak di LPKA Bandung berbeda dengan LPKA lainnya karena tidak bercampur dengan tahanan dewasa, sedangkan LPKA lain bercampur, sehingga secara pembinaan tidak maksimal,” kata Agus di akhir paparannya. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.