Barasuara Gelar Taifun Tour 2016 di Kota Bandung

20160513_174022

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kota Bandung akhirnya menjadi kota kelima yang disinggahi band pendatang baru Barasuara.

Hal ini terungkap dalam Press Conference Taifun Tour 2016, Jumat sore, (13/5/2016) di Bikasoga Tennis Indoor jalan Suryalaya Bandung.

Turut hadir dalam sesi Press Conference Promotor Taifun Tour 2016 Adryanto Pratono (Juni Suara Kreasi), dan Personel Barasuara seperti Iga Massardi (vokal/gitar), Gerald Situmorang (bass), TJ Kusuma (gitar), Marco Steffiano (drum), Puti Chitara (vokal), Cabrini Asteriska (vokal), dan Forum Wartawan Online (FWO) Bandung.

“Sebelum singgah di kota Bandung, Barasuara telah menggelar Taifun Tour 2016 di Yogyakarta, Malang, Surabaya, dan Solo,” kata Promotor dari Juni Suara Kreasi Adryanto Pratono diawal paparannya.

Lebih lanjut Adry mengungkapkan, Barasuara telah menghabiskan dua minggu di jalanan, “Hari ini merupakan hari ke-18 perjalanan Barasuara menggunakan tour bus,” katanya, “Barasuara menggunakan Tour Bus karena ingin mendapatkan esensi selama di perjalanan,” ujarnya.

“Taifun Tour 2016 merupakan Road Trip pertama Barasuara bersama Juni Suara Kreasi,” kata Adry, “Kami optimis Tour ini berdampak positif,” ujarnya.

Mengenai statistik Barasuara di mata penggemarnya, Adry mengatakan, Barasuara disukai anak muda berusia 18 hingga 25 tahun, “Statistik Barasuara di Sosial Media dan Penjualan Musik Digital semakin meningkat, ujarnya, “Yang pasti pasar Barasuara selalu ada dan Demand Show banyak, pekerjaan rumah kami adalah bagaimana merangkul pendengar baru Barasuara,” kata Adry di akhir paparannya.

Vokalis sekaligus Gitaris Barasuara Iga Massardi mengatakan, animo penonton di Yogyakarta, Malang, Surabaya, dan Solo sangat bagus, “Sejauh ini, penonton Jogja energi penontonnya paling besar,” kata Iga, “Saat di Jogja Barasuara lebih intens dan intim dengan penonton karena di Jogja letak panggung rendah dan tidak ada barikade,” ujarnya.

“Ketika Barasuara konser di Malang, penonton ‘beringas’ saat minta foto bareng dengan kita,” kata Iga, “Saat konser di Surabaya, penonton lebih sopan, dan respon di Sosial Media penonton Surabaya lebih banyak,” ujarnya.

“Yang pasti konser Barasuara di Solo dan Jogja Sold Out,” ungkap Iga, “Dan panggung terkeren dari segi tata letak adalah Solo karena berlokasi di Amphitheater Taman Budaya Solo,” ujarnya, “Selama Tour di empat kota tersebut, perjalanan asyik dan seru,” katanya.

Lebih lanjut Iga mengatakan, Barasuara bangga pernah sepanggung dengan Efek Rumah Kaca (ERK), “Kami menjalin hubungan yang baik dengan ERK maupun musisi lainnya,” ujarnya.

Mengenai lagu terbaru dan lirik Barasuara, Iga mengungkapkan saat ini Barasuara belum memiliki lagu baru, “Untuk lirik di lagu-lagu Barasuara mengalir tiba-tiba saja,” kata Iga, “Karena inspirasi random dan datangnya seperti air terjun,” ujarnya.

Mengenai para Haters, Iga menegaskan, dalam karya seni apapun pasti ada yang suka maupun tidak, “Membenci lebih merepotkan daripada mencintai,” kata Iga di akhir paparannya.

20160513_171859

Pemain bass Barasuara Gerald Situmorang mengatakan, personel Barasuara memiliki latar belakang musik yang berbeda, “Kami menyatukan warna musik yang berbeda menjadi satu,” katanya.

Gerald mengungkapkan, Barasuara pernah tampil di ulang tahun Gigi ke-22, “Kami belajar Attitude dari tiap personel Gigi,” katanya, “Barasuara juga pernah berkolaborasi dengan Musikimia,” ujarnya.

Gitaris Barasuara TJ Kusuma menjelaskan, nama Barasuara tidak memiliki arti khusus, “Barasuara tidak ada artinya, Tapi kami suka kata Barasuara,” ujarnya, “Dahulu band kami bernama Bara, dan akhirnya kita tambahkan kata Suara,” ungkapnya.

Mengenai album Taifun, TJ menjelaskan Taifun merupakan judul album perdana Barasuara yang artinya angin puting beliung, “Barasuara ingin menularkan hal-hal positif terhadap para penggemar, dan kami akan melakukan apa saja yang kami anggap keren, dan Barasuara ingin secepatnya Go Internasional,” kata TJ di akhir paparannya.

Seusai menggelar Press Conference di Bikasoga Tennis Indoor, para personel Barasuara langsung bersiap-siap, karena mereka akan langsung tampil di tempat yang sama.

Barasuara selama konser di empat kota di Indonesia, tidak hanya menyuguhkan aksi panggung saja, namun sejumlah aksi spesial turut ditampilkan di setiap konsernya, seperti konsep dua drum yaitu kolaborasi antara drummer Barasuara Marco Steffiano dengan drummer muda berbakat Enrico Octaviano.

Selain itu ada kolaborasi Lighting bersama Donie Birkud yang menyelaraskan cahaya dengan lagu-lagu yang dibawakan Barasuara.

Barasuara saat konser di Bandung akan membawakan lagu baru berjudul Samara yang akan memberikan pengalaman tersendiri bagi para penggemarnya.

Sejumlah aktivitas seru akan disiapkan Barasuara saat konser di Bandung, agar pengunjung intim membaur dan menikmati semangat membara Taifun Tour 2016.

Semangat Taifun Tour 2016 tersaji dalam komponen ‘Api dan Lentera’ di Bikasoga Tennis Indoor, pengunjung bisa melihat rekam jejak Barasuara dalam menjalankan kiprahnya sejak awal hingga saat ini.

Semangat mewujudkan harapan turut didukung lewat bagian ‘Mengunci Ingatan’ dimana terdapat dinding yang bisa dilekatkan doa dan harapan yang ingin dicapai.

Ada pula ‘Nyala Suara’ Photo Wall, semua penonton yang berfoto di sudut Nyala Suara dipastikan mendapat hadiah dari Barasuara.

Tur yang diprakarsai Juni Concert bisa dinikmati dalam bentuk Video Blog bekerja sama dengan Videografer Shakti Siddarta, perjalanan Barasuara selama tur dan di balik Panggung akan direkam langsung oleh Shakti.

Album Barasuara bertajuk ‘Taifun’ diberi penghargaan oleh Rolling Stone Indonesia sebagai salah satu album terbaik 2015, Rilisan Terbaik 2015 versi CNN Indonesia, dan Album Musik Favorit 2015 versi Malasbanget.com. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.