Wot Batu Oasis Spiritual Untuk Masyarakat Urban

20160515_183225

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Dosen Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan Ignatius Bambang Sugiharto mengatakan, Wot Batu merupakan oasis spiritual untuk masyarakat urban.

Hal ini diungkapkan Bambang saat peluncuran Website Wot Batu, Minggu malam, (15/5/2016), di Wot Batu jalan Bukit Pakar Timur No.98 Bandung, turut hadir Seniman sekaligus pemilik Wot Batu Sunaryo, dan Forum Wartawan Online (FWO) Bandung.

“Taman batu di Wot Batu seluas 2000 m2 bagaikan oasis, yaitu menemukan air kehidupan yang lebih dalam,” kata Bambang dalam paparannya, “Karya seni banyak sekali maknanya dan membicarakan keindahan, namun kata kuncinya adalah merasakan,” ujarnya.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, Taman batu di Wot Batu indah, tetapi tidak sekedar indah, “Taman ini dimaksudkan sebagai tanda peradaban, mungkin 500 tahun lagi taman di Wot Batu bisa seperti Stonehenge dan menjadi situs peradaban, karena situs merupakan soal bathin dan jiwa,” ujarnya, “Harapan saya taman batu di Wot Batu bukan hanya untuk Selfie saja,” tegasnya.

“Jiwa orang urban jauh lebih kompleks untuk dipenuhi agama-agama yang ada di dunia ini,” kata Bambang di akhir paparannya.

20160515_182554-1

Seniman sekaligus pemilik Wot Batu Sunaryo dalam sambutannya mengatakan, dirinya dalam membangun Wot Batu selalu improvisasi dan mengikuti kata hati, “Batu itu Timeless (abadi),” tegasnya.

Mengenai Website Sunaryo mengaku kaget ketika staff-nya akan me-Launching Website Wot Batu, “Bisa SMS saja saya sudah bersyukur,” kata Sunaryo yang disambut tawa para undangan, “Website ini dibuat para desainer muda, dan Website Wot Batu memberikan energi yang luar biasa,” ujarnya.

“Selain Website, Wot Batu menyediakan T-Shirt dan buku yang ditulis penulis Inggris yang tinggal di sekitar Stonehenge,” ungkap Sunaryo.

Mengenai banyaknya pengunjung yang Selfie di Wot Batu, Sunaryo mengatakan hal tersebut wajar, “Pengunjung yang Selfie setelah diberi tahu tentang seluk beluk Wot Batu akhirnya sangat mengapresiasi Wot Batu,” katanya.

IMG_20160517_124607-1

Sunaryo mengungkapkan, Director of Globetree United Nations Representative Kajsa Dahlstrom dari Swedia bahkan pernah mengunjungi Wot Batu seorang diri dan tidak mau diikuti dirinya, “Kajsa ingin menikmati Wot Batu seorang diri, dan ia tidak pernah mengatakan maksudnya apa,” ujarnya.

Di akhir paparannya Sunaryo mengatakan, alam semesta kita selaras dari mikro ke kosmos, “Batu dapat bersuara dalam diam,” kata Seniman kelahiran Banyumas 15 Mei 1943.

Website Wot Batu (wotbatu.id) dibuat agar pengunjung lebih dekat dengan Wot Batu, namun Website ini tidak dapat menggantikan karya-karya Sunaryo, karena pengunjung sebaiknya melihat secara langsung Wot Batu.

Website Wot Batu sendiri dibuat oleh tiga orang dengan logo Batu Air yang sangat mempresentasikan Wot Batu, dan Website ini memiliki kekuatan pada foto-fotonya.

IMG_20160517_124601-1

Secara garis besar Website wotbatu.id di dalamnya terdapat info seperti, Sunaryo’s Profile, History of Wot Batu, Quotes on Wot Batu, Wot Batu Walkthrough, About Wot Batu, Program & Visitor Info, Gallery, News, Events, Ticketing, Map, Contact, Merchandise, Wot Batu’s Photobook, dan Wot Batu’s Videobook.

Untuk masuk ke Wot Batu pengunjung cukup membeli tiket seharga Rp.50.000/orang, atau Rp.30.000/orang (Grup sebanyak 15 orang, pelajar, akademisi, artis, dan anak di bawah 12 tahun), namun pengunjung berusia 70 tahun dapat masuk secara gratis dengan menunjukkan tanda pengenal.

Wot Batu yang berlokasi di jalan Bukit Pakar Timur No. 98 Bandung, buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 18.00 WIB, namun hari Senin dan hari libur nasional Wot Batu ditutup untuk umum.

Pengunjung dipastikan mendapatkan pengalaman spiritual ketika mengunjungi Wot Batu, karena pengunjung dapat menikmati keindahan pemandangan kota Bandung dan melihat koleksi batu Sunaryo berukuran besar seperti, Batu Abah Ambu, Batu Mandala, Lawang Batu, Batu Api, Batu Air, Wotbatu, Batu Ruang, Batu Sepuluh, Batu Seke, Batu Angin, dan Batu Waktu. (Bagoes Rinthoadi)