Unpad Anugerahkan Doktor Honoris Causa Kepada ‘Adis’

20160524_142040

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Universitas Padjadjaran (Unpad) akan memberi anugerah gelar Doktor Honoris Causa (Dr.H.C.) bidang Politik dan Pemerintah kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dyah Permata Megawati Soekarnoputri atau biasa disapa ‘Adis’ oleh teman-teman kuliahnya.

Penganugerahan gelar Dr.H.C. kepada Megawati dilaksanakan, Rabu pagi, (25/5/2016), di Grha Sanusi Hardjadinata Kampus Unpad jalan Dipati Ukur (DU) Bandung, dan rencananya Wakil Presiden RI Jusuf Kalla akan menghadiri acara tersebut.

Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad yang hadir pada sesi Jumpa Pers, Kamis, (24/5/2016), di Executive Lounge Unpad DU mengatakan, sebelumnya pihak Unpad pada Februari 2016 telah bertemu dengan Megawati di kediamannya untuk membahas pemberian gelar Dr.H.C.

“Setelah bertemu dengan Megawati, teman-teman di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unpad langsung membahas tentang kepemimpinan kenegaraan yang dilakukan Megawati dari sudut politik,” kata Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad di awal paparannya, “Hal itulah landasan penting pemberian gelar Dr.H.C. kepada Megawati,” ujarnya.

Lebih lanjut Tri mengatakan, Unpad tertantang ingin memunculkan peran yang lebih kuat, “Pihak Unpad sempat bertemu dengan para pemikir di DPP PDI Perjuangan,” katanya, “Pola kepemimpinan Megawati inspiratif,” ujarnya.

“Dalam pendekatan akademik, pemberian gelar Dr.H.C. kepada Megawati sangat penting untuk menjadi bahan keilmuan,” ungkap Tri, “Oleh tim promotor hal ini akan diungkapkan pada saat acara penganugerahan,” ujarnya.

Mengenai adanya peraturan Permendikbud yang mensyaratkan penerima gelar Dr.H.C. minimal Strata 1 (S1), Tri menegaskan, seseorang bisa mendapatkan pengakuan atas produk akademiknya, dan produk-produk Megawati berada di level 8, “Saya sudah menghadap Mendikbud, dan hasilnya seseorang tidak perlu berpendidikan formal untuk mendapat gelar Doktor Honoris Causa, dan Megawati telah mendapat SK Rektor level 8,” tegasnya.

20160524_140159

Tri mengungkapkan, Megawati memiliki kontribusi akademik, pemikiran, produk original, konsistensi kepemimpinan, dan inspiratif bagi bangsa Indonesia dan para mahasiswa, “Megawati membangun sikap-sikap kepemimpinan,” katanya.

Di akhir paparannya Tri menampik pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Megawati terkait adanya lima menteri di kabinet Joko Widodo yang berasal dari Unpad.

Ketua Tim Promotor yang juga Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unpad Obsatar Sinaga menegaskan, ada sejumlah pemikiran Megawati yang berhubungan kuat dengan ilmu politik, “Kami mengamati, sejak bangun sampai tidur lagi, Megawati selalu menemukan pemikiran dan kebijakan,” ujarnya.

“Ada kebijakan Megawati di akhir masa kepemimpinannya yang sampai saat ini pengaruhnya sangat kuat, yaitu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merupakan cikal bakal BPJS,” ungkap Obsatar.

Obsatar mengakui Unpad bukanlah kampus pertama yang memberikan gelar Dr.H.C. kepada Megawati, “Ada kampus di Rusia dan Jepang yang telah memberikan gelar Dr.H.C. kepada Megawati,” katanya.

“Megawati secara akademik layak mendapat Dr.H.C. karena kepemimpinannya, “Dari termarjinalkan, menjadi Ketua Partai, menjadi Presiden RI, dan saat ini menjadi penentu siapa yang jadi Presiden RI,” kata Obsatar di akhir paparannya.

Sahabat Megawati semasa kuliah di Unpad Nurpilihan Bafdal menceritakan, tahun 1965-1967 Megawati yang biasa disapa “Adis’ (kependekan Gadis) kuliah di kampus Unpad jalan Maulana Yusuf, “Sekarang kampus tersebut sudah menjadi Gereja,” ujarnya.

20160524_141056

“Saat kuliah, Adis (Megawati) selalu di kawal tentara Cakrabirawa, dan tentara tersebut masuk ke ruang kuliah dan duduk seperti mahasiswa lainnya,” ungkap Nurpilihan, “Saat terjadi Gestapo Adis tidak melanjutkan kuliah karena terkait keselamatannya, jadi Adis bukan di DO oleh Unpad,” tegasnya.

“Saat kuliah Adis (Megawati) tinggal di jalan Rancabentang Bandung, dan Adis orangnya sangat teliti,” kata Nurpilihan.

Sahabat Megawati lainnya, Iwan Armansyah atau lebih dikenal Iwan Abdulrachman (musisi, pencipta lagu Melati dari Jayagiri, Pencinta Alam) mengatakan, dirinyalah yang mengajarkan Adis (Megawati) naik sepeda, “Karena mahasiswa Unpad harus bisa naik sepeda saat Mapram,” ujar Iwan, “Saya selama dua minggu membonceng Adis (Megawati), padahal jalan ke Rancabentang menanjak, untung dahulu Adis masih langsing,” katanya.

Bertindak sebagai Tim Promotor dalam penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa yakni, Obsatar Sinaga (Ketua), Oekan S. Abdoellah (Anggota), dan Arry Bainus (Anggota).

Unpad yang berdiri 11 September 1957 memiliki kedekatan dengan Presiden pertama RI Soekarno, karena pada 24 September 1957 Presidium Unpad dilantik pertama kali oleh Soekarno di kantor Gubernuran Bandung.

Selain itu Unpad memberi anugerah Doktor Honoris Causa dalam Ilmu Sejarah kepada Soekarno pada 23 Desember 1964.

Dyah Permata Megawati Soekarnoputri tercatat sebagai Mahasiswa Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Unpad pada 1965-1967, namun karena situasi politik nasional ketika itu, Megawati tidak bisa melanjutkan studi dan akhirnya kembali ke Jakarta. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.