Jusuf Kalla: Megawati Sangat Pantas Terima Doktor Honoris Causa

IMG_20160526_051818

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menegaskan, Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sangat pantas menerima anugerah gelar Doktor Honoris Causa (Dr.H.C.) dari Universitas Padjadjaran (Unpad).

Hal ini ditegaskan Jusuf Kalla saat memberi sambutan pada Orasi Ilmiah Berkenaan dengan Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa (Dr.H.C.) Kepada Megawati Soekarnoputri dalam bidang Politik dan Pemerintahan, Rabu, (25/5/2016), di Grha Sanusi Hardjadinata Kampus Unpad jalan Dipati Ukur Bandung.

“Mendapat gelar Doktor bukan hal yang mudah, karena membutuhkan waktu selama tiga tahun,” kata Jusuf Kalla di awal sambutannya, “Namun mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa lebih sulit lagi karena membutuhkan waktu puluhan tahun,” ujarnya.

“Walaupun kuliah di pertanian, Megawati sebenarnya sudah puluhan tahun kuliah politik dengan Guru Besar Soekarno,” kata Jusuf Kalla.

Lebih lanjut Jusuf Kalla mengungkapkan, puluhan tahun Megawati menjadi politisi, memimpin PDIP dengan berbagai tantangan, dan merebut dua kali kemenangan sewaktu menjadi oposisi, “Megawati menjadi Presiden RI tanpa menjadi Menteri,” ujarnya, “Naluri politik Megawati sesuai dengan logika yang berjalan dan benar,” tegasnya.

“Saat Megawati menjadi Presiden RI di tahun 2014, saat itu hutang Indonesia banyak, dan pertumbuhan ekonomi rendah,” ungkap Jusuf Kalla, “Belum lagi pada masa itu Indonesia memiliki konflik terbanyak dalam sejarah, yaitu konflik di Papua, Ambon, Poso, dan Timtim, namun semua masalah tersebut diselesaikan oleh Megawati,” tegasnya.

“Megawati telah lulus ujian kepemimpinan, dan sangat pantas menerima gelar Doktor Honoris Causa, dan Bangsa Indonesia mengucapkan terima kasih atas semua yang telah dilakukan Megawati,” kata Jusuf Kalla di akhir sambutannya.

Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dalam Orasi Ilmiahnya mengatakan, dirinya merupakan satu-satunya Presiden RI perempuan, “Jangan lupa saya juga Wakil Presiden RI dan Ketua Umum Partai Perempuan terlama,” ujarnya.

Lebih lanjut Megawati di sela-sela Orasi Ilmiah mengatakan, dirinya masih suka di-Bully walaupun saat menjadi Presiden RI mampu menjual gas kepada Tiongkok mengalahkan Rusia dan Australia.

IMG_20160526_052151

“Jangan lupa, saya yang ‘membuat’ jalan tol Cipularang selama 8 bulan dan mewujudkan jembatan Suramadu yang telah diimpikan masyarakat selama 23 tahun, “tegas Megawati.

Di akhir orasinya, Megawati berharap Universitas Padjadjaran (Unpad) menjadi pelopor berdirinya Pusat Studi Pemikiran Bung Karno.

Ketua Tim Promotor yang juga Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unpad Obsatar Sinaga dalam pertanggung jawabannya mengatakan, pemikiran politik Megawati memiliki keseimbangan antara negara dan masyarakat, “Serangkaian gagasan, pidato, dan pernyataan politiknya hingga sekarang dapat dipertanggung jawabkan,” tegasnya.

“Tim Promotor dalam memberikan gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Politik dan Pemerintahan kepada Megawati telah mengamati selama tiga periode, yaitu, sebelum, saat, dan setelah Megawati menjadi Presiden RI,” tegas Obsatar, “Untuk mengamati perilaku dan khayalan Megawati, bukanlah hal yang mudah,” ujarnya.

Lebih lanjut Obsatar mengatakan, Tim Promotor menemukan banyak keunikan pada diri Megawati, “Megawati anak Presiden, pernah jadi Presiden, dan menentukan siapa yang menjadi Presiden,” ujarnya.

IMG_20160526_052156

“Megawati pernah mengambil keputusan penting saat kantor PDI diserang 27 Juli 1996,” kata Obsatar, “Saat itu Megawati menempuh jalur hukum karena masih yakin ada hakim yang memiliki nurani, dan dugaan Megawati benar karena ada satu hakim yang memenangkan Megawati,” katanya.

Obsatar mengungkapkan, selama menjadi Presiden RI, Megawati telah menghasilkan 123 Undang-Undang di segala bidang, “Diantaranya UU 20 tahun 2001 tentang KPK, UU 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan presiden secara langsung, dan UU 40 tahun 2004 tentang JKN yang merupakan cikal bakal BPJS,” tegasnya, “Masa pemerintahan Megawati singkat tetapi mampu menghasilkan 123 Undang-Undang,” ujarnya.

Obsatar menegaskan, di antara berjuta alumni Unpad, Megawati merupakan satu-satunya alumni Unpad yang pernah menjadi Presiden RI, “Megawati bukan Presiden terbaik di republik ini, tetapi Megawati adalah Presiden perempuan terbaik di negeri ini,” kata Obsatar di akhir paparannya.

Orasi Ilmiah Berkenaan dengan Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa (Dr.H.C.) Kepada Megawati Soekarnoputri dalam bidang Politik dan Pemerintahan di Unpad, turut dihadiri belasan Menteri dan tokoh-tokoh penting di Indonesia, diantaranya mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno dan Boediono. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.