GANTI Mengeluarkan Manifesto Perempuan Indonesia

20160516_101208

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GANTI) Jawa Barat akhirnya mengeluarkan Manifesto Perempuan Indonesia di Kota Bandung.

Hal ini terungkap dalam Diskusi Publik bertajuk, “Pemberdayaan Perempuan dan Anak Gerakan Nelayan Tani Indonesia Jawa Barat”, Senin pagi, (16/5/2016), di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) jalan Perintis Kemerdekaan Bandung.

Turut hadir dalam Diskusi ini, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Netty Prasetiyani, Ketua DPP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GANTI) Rokhmin Dahuri, Ketua Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GANTI) Jawa Barat Pamriadi, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat Agung Suryamal Sutisno, dan Forum Wartawan Online (FWO) Bandung.

20160516_104747

“Jika pemerintah menyelamatkan petani, maka sama saja dengan menyelamatkan 40 persen masyarakat Indonesia, baik anak-anak maupun wanita,” kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) di awal sambutannya.

Lebih lanjut Aher mengatakan, kedaulatan pangan ada bila ada ketahanan pertanian, “Petani dan nelayan akan tahan bila harga di sektor pertanian dan perikanan naik,” tegasnya, “Pemerintah sedang mengkaji adanya Bank Petani,” ujarnya.

Mengenai nelayan di Indonesia, Aher mengungkapkan saat ini ada 40 persen nelayan di Indonesia, “Dulu ada 55 persen nelayan, namun saat ini sebagian nelayan bekerja di bidang industri pengolahan dan manufaktur,” ungkapnya, “Pemerintah harus membela nelayan yang merupakan kelompok terbesar di Indonesia,” tegas Aher di akhir paparannya.

20160516_102324

Ketua DPP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GANTI) Rokhmin Dahuri dalam paparan singkatnya mengatakan GANTI adalah organisasi sayap PDI Perjuangan, “GANTI hadir untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat tani dan nelayan di Indonesia,” tegasnya.

Ketua Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GANTI) Jawa Barat Pamriadi mengungkapkan, saat ini marak kekerasan anak di bawah umur, “GANTI Jawa Barat berinisiasi mengadakan diskusi publik tentang pemberdayaan perempuan dan anak,” katanya, “Mudah-mudahan diskusi ini bisa menghasilkan suatu rumusan dan rekomendasi agar perlindungan terhadap anak dan perempuan diundang-undangkan,” katanya.

Lebih lanjut Pamriadi mengatakan, dalam diskusi publik ini, GANTI mengeluarkan Manifesto perempuan Indonesia yang akan ditanda tangani oleh para tokoh perempuan Jawa Barat dan tokoh perempuan dari seluruh Indonesia.

20160516_112218-1

“GANTI Jawa Barat mendesak pihak Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif untuk segera memberikan hukuman seberat-beratnya bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur, dan GANTI mendukung Undang-Undang Anti Kekerasan,” tegas Pamriadi.

Mengenai program-program GANTI, Pamriadi mengungkapkan, GANTI Jawa Barat pada 21 Mei 2016 akan mengadakan pesta nelayan di Rancabuaya Garut, “Nantinya pesta nelayan di Rancabuaya akan dimeriahkan lomba perahu hias nelayan,” ungkapnya.

“Sedangkan di acara bulan Bung Karno di bulan Juni 2016, GANTI Jawa Barat akan mengadakan diskusi publik tentang Reformasi Agraria, dan gerak jalan nelayan dan pertanian,” kata Pamriadi

20160516_104219

Akhir Desember 2016 GANTI Jawa Barat akan melakukan studi banding ke China pada 1 hingga 7 Desember, “Di China GANTI Jawa Barat akan belajar bagaimana studi teknologi serta melihat perkembangan industri perikanan dan pertanian di China,” kata Pamriadi, “Industri perikanan dan pertanian di China sekarang cukup diperhitungkan di dunia internasional,” tegasnya.

Diskusi Publik bertajuk, “Pemberdayaan Perempuan dan Anak Gerakan Nelayan Tani Indonesia Jawa Barat” yang berlangsung di Gedung Indonesia Menggugat berupaya memperkuat ketahanan keluarga petani dan Nelayan dan mendorong UU anti kekerasan kepada perempuan. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.