Pembangunan Infrastruktur Sydney Jadi Magnet Investor Asia

Iwan_Sunito_2015

ARCOM.CO.ID ,Jakarta. Pembangunan infrastruktur secara masal yang sedang berjalan di kota Sydney akan menjadikan lokasi hunian yang berjarak sekitar 400 meter dari stasiun kereta api akan menikmati kenaikan rata-rata nilai tanah sebesar 4,5%.

Hal tersebut diungkapkan CEO Crown Group Iwan Sunito, Senin, (20/6/2016), saat Crown Group yang merupakan salah satu perusahaan pengembang swasta terbesar di Australia yang berbasis di Sydney mengumumkan informasi terbaru terkait pembangunan infrastruktur secara besar-besaran di kota Sydney.

“Saat ini empat proyek utama sedang berlangsung dan akan dimulai dalam waktu dekat oleh pemerintah New South Wales,” kata Iwan, “Selain itu terdapat pengembangan link baru untuk transportasi darat, pembangunan 22 hektar Waterfront pengembangan Barangaroo dan konstruksi bandara kedua Sydney di Western Sydney,” ujarnya, “Sedangkan project Parramatta UrbanGrowth difokuskan pada pembangunan kembali pusat kota Parramatta,” kata Iwan.

Lebih lanjut Iwan mengatakan, pembangunan jalur kereta api baru akan meningkatkan kecepatan perjalanan antara pusat kota Sydney ke pinggiran kota Sydney sehingga lebih cepat dan nyaman.

“Perkembangan Infrastruktur ini merupakan bukti komitmen pemerintah negara bagian New South Wales untuk membuat Sydney sebagai kota kosmopolitan lebih layak huni dan terhubung dengan daerah pinggiran kota lainnya,” kata Iwan.

“Pada dekade berikutnya mungkin kita akan melihat posisi Sydney semakin kuat sebagai tujuan investasi yang paling disukai dan paling menarik di kawasan Asia,” ujar Iwan.

Inner West Light Rail

Di akhir paparannya Iwan mengatakan, kondisi ini tidak hanya memperkuat Sydney sebagai salah satu kekuatan ekonomi Australia, tetapi juga sebagai tujuan wisata utama di Asia.

Penelitian menunjukkan zonasi dan perencanaan strategis untuk tanah yang ada di sekitar jenis transportasi yang berbeda

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa zonasi dan perencanaan strategis lebih efisien untuk penggunaan tanah di sekitar moda transportasi yang berbeda, sehingga dapat memaksimalkan nilai yang diciptakan oleh investasi infrastruktur.

Saat ini Pemerintah Negara Bagian New South Wales melakukan investasi besar-besaran pada transportasi baru, proyek baru tersebut diantaranya:

North West Rail Link, yang diproyeksikan untuk dapat memindahkan 200.000 orang agar mencapai Sydney North West, diharapkan proyek ini dapat menciptakan 9000 lapangan pekerjaan untuk membangun 12.000 perumahan, dan proyek ini diharapkan selesai akhir 2019.

Proyek CBD dan South East Light Rail senilai AUS$ 1.6 billion akan menghubungkan Circular Quay, George Street, Central Station, Kingsford, Anzac Parade dan Randwick melewati Alison Road, proyek ini akan selesai tahun 2020.

central-barangaroo-landscape-banner

West Connex Motorway yang akan menghubungkan bagian barat Sydney menuju Bandara dan daerah Port Botany, koridor ini dapat menciptakan 100 ribu pekerjaan baru dan 100 ribu unit apartemen baru.

Proyek pembangunan Barangaroo merupakan salah satu pembangunan paling ambisius di dunia, lahan kosong seluas 22 hektar di the Western Harbour Foreshore Sydney CBD dibangun untuk menjadi pembangunan CBD Waterfront terakhir yang pernah ada, tempat ini akan menjadi tempat tinggal 23.000 penghuni baru dan diperkirakan di tahun 2020 sebanyak 33.000 orang akan mengunjungi Barangaroo setiap harinya.

Pemerintah Negara Bagian New South Wales telah mengkonfirmasikan, pembangunan bandara kedua Sydney di Badgerys Creek senilai AUS $ 2.5 billion di fase konstruksi menciptakan 4000 pekerjaan, dan dapat menciptakan 30.000 pekerjaan apabila bandara beroperasi di tahun 2060.

Proyek terakhir adalah the UrbanGrowth Parramatta yang akan memperkuat posisi Parramatta sebagai CBD kedua di Sydney.

Sekitar 6000 rumah baru akan dibangun dalam proyek ini dan akan menciptakan 2000 pekerjaan baru di jantung Western Sydney sebagai bagian dari transformasi Parramatta senilai AUS $ 2 billion. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.