Bio Farma: Yang Dipalsukan Vaksin Lanjutan

20160715_161605

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Kepala Divisi Penjualan Dalam Negeri PT Bio Farma (Persero) Drajat Alamsyah mengatakan, tidak ada vaksin dasar buatan Bio Farma yang dipalsukan, yang dipalsukan adalah vaksin lanjutan itu pun bukan buatan Bio Farma.

Hal ini dikatakan Drajat di sela-sela acara Media Tour to Bio Farma, Jumat, (15/7/2016), di Exhibition Hall Bio Farma jalan Pasteur No.28 Bandung.

“Vaksin itu ada vaksin imunisasi dasar dan vaksin lanjutan, yang dipalsukan adalah vaksin lanjutan seperti HPV, dan Varisela karena harganya mahal dan sulit dicari,” kata Drajat, “Vaksin dasar harganya murah, bila dipalsukan tidak ada nilai ekonomisnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Drajat mengklaim, pengiriman vaksin dari Bio Farma ke End User terjaga mutunya, “Bio Farma memiliki empat distributor resmi penyalur vaksin, yaitu PT Sagi Capri, PT Merapi Utama Pharma, PT Rajawali Nusindo dan PT Indofarma Global Medika,” kata Drajat.

“Bio Farma selalu mengutamakan permintaan vaksin dalam negeri, setelah terpenuhi, baru kita mengirim vaksin ke luar negeri,” kata Drajat.

Drajat mengungkapkan, ketika Bareskrim melakukan Sidak di tempat pembuatan vaksin palsu, memang banyak ditemukan vaksin Bio Farma, “Namun ketika kita melakukan uji lab dan tes fisik ternyata tidak ada vaksin Bio Farma yang dipalsukan,” pungkasnya.

Kepala Divisi Corporate Secretary Bio Farma Rahman Rustan mengatakan, untuk program imunisasi dasar, vaksin vaksin yang disediakan pemerintah tidak ada yang dipalsukan, “Masyarakat jangan khawatir untuk mengimunisasikan anaknya di Puskesmas dan Posyandu secara gratis,” kata Rahman, “Memang ada vaksin yang mengalami kekosongan yaitu vaksin untuk imunisasi tambahan,” pungkasnya.

Vaksin lanjutan impor yang diduga dipalsukan diantaranya vaksin jenis tetanus serum (ATS) anti difteri serum (ADS), serum anti bisa ular (SABU), dan Purified Protein Derivative (PPD).

Media Tour to Bio Farma diikuti puluhan wartawan dari Jakarta dan Bandung baik cetak, elektronik, dan Media Online, para awak media di ajak berkeliling Bio Farma didampingi Corporate Communications Bio Farma N. Nurlaela Arief.

Beberapa tempat yang dikunjungi para awak media diantaranya fasilitas produksi Bio Farma, pengemasan, gudang distribusi vaksin, Exhibition Hall, dan Museum Bio Farma.

IMG_20160715_173525

“Bio Farma mengundang rekan-rekan media nasional dan koresponden Bandung untuk menyamakan pemahaman mengenai isu vaksin terkini dan peran penting Bio Farma sebagai Industri vaksin nasional,” kata Corporate Communications Bio Farma N. Nurlaela Arief.

“Semoga dengan adanya Media Tour ini, rekan media dapat merefresh kembali pengetahuannya tentang produk Biologi seperti vaksin dan serum,” kata Nurlaela yang biasa disapa Lala, “Kami berharap rekan media turut serta membantu mendukung program pemerintah dalam pencapaian target cakupan imunisasi nasional,” pungkasnya.

Narasumber yang turut hadir di acara Media Tour to Bio Farma adalah Kepala Divisi Tumbuh Kembang Pediatrik Sosial Fakultas Kedokteran Unpad-RSHS Prof.Dr. Kusnandi Rusmil, dr, SpA (K), “Hampir semua produk vaksin Bio Farma dilakukan uji klinik fase 1 sampai 3 oleh Unpad dan RSHS, sehingga kualitasnya terjaga dan otentik” kata Kusnandi, “Tidak ada keraguan sama sekali mengenai kualitas produk Bio Farma,” pungkasnya. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.