Prodia Gelar Seminar Gangguan Tiroid

IMG_20160821_160742

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Laboratorium Klinik Prodia kembali mengadakan Roadshow dokter dengan tema, “Good Doctor for the Great Family-Seminar on Managing Thyroid Disorders”, Sabtu, (20/8/2016), di Ballroom Four Points Hotel jalan Ir.H.Juanda Bandung.

Roadshow dokter yang diadakan Prodia diadakan di 16 kota besar, dan kota Bandung merupakan kota ke-12.

Prodia menghadirkan empat pembicara, yaitu Dr. dr. Hikmat Permana, SpPD-KGEH.,FINASIM, dr. Augusta Y.L. Arifin, SpPD-KGEH., FINASIM, dr. R. Erwin Affandi,SpKN., MHKes., FANMB, dan Tatat Novianti, S.Si., M.Si.

“Kelenjar tiroid memiliki fungsi penting yaitu sebagai pengendali utama metabolisme tubuh,” kata dr. Hikmat Permana dalam sesi Press Conference.

“Gangguan pada kelenjar tiroid jika dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi kronis,” kata dr. Hikmat, “Tetapi hal ini belum menjadi perhatian khusus bagi masyarakat karena masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang gangguan tiroid,” ujarnya.

Lebih lanjut dr. Hikmat mengatakan, tanpa penanganan yang tepat, gangguan kelenjar tiroid bisa berakibat fatal terhadap kesehatan, bahkan bisa menyebabkan kematian.

“Penurunan berat badan adalah salah satu gejala gangguan tiroid,” kata dr. Hikmat, “Sedangkan kelebihan hormon tiroid gejalanya adalah diare terus menerus,” ujarnya.

Di akhir paparannya dr. Hikmat mengatakan, Screening pada bayi sangat penting untuk mencegah gangguan tiroid, “Kabar baiknya adalah Screening pada bayi akan dibebankan pada BPJS, karena yang dipertaruhkan adalah kecerdasan generasi sehingga generasi berikutnya bisa diselamatkan,” pungkas dr. Hikmat.

Pembicara kedua dr. Augusta mengatakan, Hormon tiroid dibutuhkan oleh sel-sel tubuh, “Menurut penelitian, gangguan tiroid atau biasa disebut penyakit gondok lebih banyak menyerang kaum wanita,” kata dr. Augusta, “Oleh karenanya ada istilah kaum wanita sering merasa ‘gondok’ ” ujarnya.

“Jawa Barat memiliki kantong-kantong gondok epidemik,” kata dr. Augusta, namun dirinya enggan menyebut daerah yang dimaksud.

Lebih lanjut dr. Augusta mengatakan, gangguan tiroid diakibatkan kekurangan iodium, “Efek kekurangan iodium pada anak dapat menyebabkan kepintaran menurun bahkan gangguan mental,” pungkasnya.

Pembicara ketiga dr. Erwin mengatakan, kedokteran nuklir sangat erat hubungannya dengan gangguan tiroid, “Nuklir bisa digunakan untuk mencitra gangguan tiroid,” ujarnya, “Sehingga kedokteran nuklir saat ini masih berperan untuk mencitra apakah gangguan tiroid itu jinak atau ganas,” kata dr. Erwin.

“Penanganan gangguan tiroid oleh kedokteran nuklir saat ini baru ada di RS Hasan Sadikin,” kata dr. Erwin, “Dengan nuklir, biaya penanganan gangguan tiroid menjadi murah dari pada operasi dan obat-obatan,” ungkapnya, bahkan bisa lebih murah lagi apabila biayanya ditanggung BPJS,” pungkas dr. Erwin.

World Health Organization (WHO) memperkirakan 750 penduduk dunia mengalami gangguan tiroid, bahkan nantinya bisa melebihi pevalensi diabetes.

Indonesia menduduki peringkat tertinggi di Asia Tenggara dalam gangguan tiroid yaitu 1,7 juta orang menurut hasil survei terbaru IMS Health.

Pemeriksaan laboratorium menjadi sangat penting untuk diagnosis, terapi, dan pemantauan penyakit tiroid.

Laboratorium Klinik Prodia menjadi salah satu pilihan untuk memantau penyakit tiroid pada penderita, karena Prodia mengembangkan berbagai teknologi dan aplikasi baru, antara lain di bidang diagnostik molekuler, Mass Spectrometry, dan teknologi multiplex di laboratorium klinik yang didukung oleh sistem validasi metode yang kuat. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.