Konser Bandung Philharmonic Buka Mata Ridwan Kamil

img_20160926_111113

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Setelah hampir satu tahun Walikota Bandung Ridwan Kamil tidak memberikan perhatian pada Bandung Philharmonic yang merupakan simfoni orkestra profesional pertama di kota Bandung, akhirnya Ridwan Kamil berkesempatan menghadiri konser Bandung Philharmonic walaupun datang terlambat.

Hal ini terungkap dalam konser Bandung Philharmonic bertajuk “Destiny”, Minggu Malam, (25/9/2016), di di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat Dago Tea House jalan Bukit Dago Utara Bandung.

Turut hadir Chairman of the Board Bandung Philharmonic Petrina Faustine, Board Member Bandung Philharmonic Miranda Goeltom, dan Director Bandung Philharmonic Airin Efferin.

Penampilan Bandung Philharmonic dalam konser Destiny di Dago Tea House semakin megah dengan kehadiran Artistic Directors Robert Nordling dan Michael Hall.

img_20160926_111108

Robert Nordling merupakan Direktur musik Bandung Philharmonic, Direktur Festival Musik Baroque on Beaver Island di Northern Michigan, dan Direktur Musik Lake Forest Civic Orchestra di Chicago, selain itu Robert Nordling merupakan pendiri dan Direktur Musik Bay Chamber Symphony Orchestra di San Fransisco.

Robert Nordling khusus datang ke kota Bandung untuk menjadi konduktor dalam konser Bandung Philharmonic bertajuk “Destiny”, di Teater Tertutup Dago Tea House.

Robert Nordling dan Bandung Philharmonic dalam konser “Destiny” tampil memukau dalam membawakan karya Wolfgang Amadeus Mozart (Overture Don Giovanni), Claude Debussy (Prelude di Siang Sang Satir), Singgih Sanjaya (Nagara Krtagama), dan Antonin Leopold Dvorak (Simfoni No. 8 di G Mayor, Op.88), serta Allegro con brio, Adagio, Alegretto grazioso – molto vivace, dan Allegro ma non troppo.

Konser Bandung Philharmonic “Destiny” yang dipimpin Robert Nordling semakin istimewa karena di awal konser lagu “Indonesia Raya” berkumandang, sedangkan lagu “Es Lilin” dan “Halo-halo Bandung” menjadi penutup konser Bandung Philharmonic.

img_20160926_111418

Robert Nordling secara khusus memuji komponis senior Indonesia Singgih Sanjaya yang menggubah lagu Nagara Krtagama, dan dibawakan secara megah oleh Bandung Philharmonic, “Biasanya kami membawakan musik dari komposer yang sudah meninggal, namun sekarang saya membawakan musik dari komposer yang masih hidup,” kata Robert yang disambut tawa Singgih Sanjaya.

Para musisi Bandung Philharmonic yang berjumlah 61 orang patut diacungi jempol, karena tampil memukau dan tanpa cela dalam orkstera ini, yang menarik Bandung Philharmonic menyelipkan alat musik angklung dan kentongan dari bambu.

Walikota Bandung Ridwan Kamil yang biasa disapa Emil seusai menonton seakan terbuka matanya dan langsung mengunggah konser Bandung Philharmonic ke dalam akun Instagramnya, “Mendengar pertama kali ‘Halo-halo Bandung’ dengan cara ini merinding,” kata Emil.

“Ini konser Bandung Phil by Robert Nordling, Bandung resmi sudah punya Philharmonic sekarang, didirikan Januari 2016 oleh mereka-mereka warga Bandung yang luar biasa, semoga menjadi kebanggan bersama,” ujarnya, “Di jangka menengah Insya Allah Pemkot akan mendukung dan perjuangkan gedung konser musik berkualitas di Bandung,” pungkas Emil. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.