Bos Kagum Group Henry Husada Ikut Tax Amnesty

img_20160929_120139

ARCOM.CO.ID ,Bandung. CEO Kagum Group Henry Husada akhirnya mendatangi Kanwil Pajak Jabar I Rabu pagi, (28/9/2016), di jalan Asia Afrika Bandung, untuk melengkapi berkas-berkas terkait Tax Amnesty.

Kedatangan Bos Kagum Group Henry Husada yang didampingi kedua putrinya Rena Luciani Husada dan Resti Stephanie Husada disambut langsung oleh Kepala Kanwil DJP Jabar I Yoyok Satiotomo.

“Atas nama Kanwil DJP Jabar I saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Henry Husada atas kesediaannya ikut Tax Amnesty,” kata Kepala Kanwil DJP Jabar I Yoyok Satiotomo di awal paparannya, “Ini adalah contoh baik dalam membantu pembiayaan negara,” ujarnya.

“Kami dari Kanwil DJP Jabar I telah memberikan Surat Keterangan Pengampunan Pajak kepada Henry Husada yang merupakan tokoh pengusaha di Jawa Barat,” tegas Yoyok.

Lebih lanjut Yoyok mengatakan, hingga saat ini, yang telah mengikuti program Tax Amnesty sudah ribuan orang/badan, “Di Jabar I uang tebusan Tax Amnesty sudah mendekati 4 triliun rupiah, padahal target Kanwil DJP Jabar hanya 1 triliun rupiah,” ujarnya.

“Kemarin, Selasa, (27/9/2016) ada 500 orang yang mengikuti Tax Amnesty di Kanwil DJP Jabar I, mereka kami layani hingga pukul 24.00 WIB,” kata Yoyok.

Di akhir paparannya, Yoyok mengatakan, Kanwil DJP Jabar I akan membuat program untuk mengumpulkan para pengusaha generasi berikutnya, “Kami akan buat semacam website untuk para pengusaha muda penerus perusahaan ayahnya,” pungkas Yoyok.

CEO Kagum Group Henry Husada mengatakan, dirinya datang ke Kanwil DJP Jabar I untuk melaporkan pajak perorangan, “Saya ikut Tax Amnesty untuk melaporkan hak wajib pajak pribadi, kemarin pelaporan pajak badan sudah dilaporkan,” ujarnya.

“Terima kasih atas peran serta Kepala Kanwil DJP Jabar I Yoyok Satiotomo, saya berbangga hati atas bantuannya,” kata Henry, “Saya juga mengajak Rena dan Resti sebagai calon penerus saya,” ujarnya.

“Saya menghimbau kepada para pengusaha yang belum sempat dan belum beres Tax Amnesty-nya agar segera membayar Tax Amnesty,” tegas Henry.

Di akhir paparannya Henry mengatakan, dirinya bangga karena Tax Amnesty di Indonesia paling berhasil di seluruh dunia, “Untuk besaran Tax Amnesty yang saya laporkan itu rahasia, bisa bahaya nanti,” pungkasnya. (Bagoes Rinthoadi)