Andi Amran Sulaiman: Beras Organik Sejahterakan Petani

20160901_075659

ARCOM.CO.ID ,Tasikmalaya. Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaeman mengatakan, apabila para petani di Tasikmalaya ingin sejahtera maka petani harus bertani beras organik.

Hal ini dikatakan Andi, di acara Pelepasan Sewindu Eksport Beras Organik Gapoktan Simpatik Kabupaten Tasikmalaya ke Belgia, Kamis pagi, (1/9/2016), di Kampung Cidahu Desa Mekarwangi Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya.

Turut hadir, Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Hakim, Anggota Komisi IV DPR RI Acep Adang, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Kadispertan) Kabupaten Tasikmalaya Mohammad Zen, Founder/Director PT Bloom Agro Emily Sutanto, dan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Simpatik Uu Saeful Bahri.

“Bertani beras organik adalah bertani cerdas, dan merupakan impian Kementerian Pertanian,” kata Andi di awal sambutannya, “Bila petani ingin sejahtera, petani harus bertani beras organik,” ujarnya, “Bertani beras organik akan membuat petani kaya,” ujar Andi.

Lebih lanjut Andi mengatakan, pihaknya selama ini membentuk tim khusus untuk memenuhi kebutuhan beras di Indonesia, “Ketua Gapoktan Simpatik Pak Uu hingga saat ini telah mengekspor beras organik ke tujuh negara seperti Belgia, Belanda, Italia, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan harga perkilonya 6 Euro,” ungkapnya, “Kenaikannya harganya hampir 600 persen, itulah yang disebut bertani dengan cerdas,” ujarnya.

“Beras organik itu bikin sehat dan bikin panjang umur,” kata Andi, “Bila ingin sehat harus berdoa dan makan beras organik,” ujarnya.

Namun Andi sedikit kecewa, karena dari 15 ribu hektar sawah organik di Tasikmalaya belum disertifikasi, “Kami akan urus sertifikasi dalam waktu enam bulan,” tegasnya.

Lebih lanjut Andi mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah menghemat anggaran SPJ, biaya gunting pita dan MC hingga Rp.800 miliar, “Kami gunakan uangnya untuk beli traktor,” kata Andi, “Bahkan biaya perjalanan dinas sudah kita potong hingga Rp.1 triliun,” ujarnya.

20160901_075202-1

“Pembelian traktor tidak perlu ikut tender, karena tikus dan hujan tidak menunggu tender,” kata Andi, “Bila Kadis Pertanian Tasikmalaya mempersulit, maka anggatan akan kita stop,” kata Andi, “Hingga saat ini kami telah mencopot 10 jabatan,” tegasnya.

“Respon Presiden Joko Widodo mengenai hal ini sangat luar biasa,” kata Andi, “Banyak regulasi yang diubah oleh Presiden.

“Kami adalah pelayan rakyat, maka kami harus kerja keras,” kata Andi, “Bahkan kami telah menelusuri 300 kabupaten di seluruh Indonesia,” ujarnya, Mudah-mudahan ditahun 2017, 500 kabupaten sudah kita kunjungi,” kata Andi.

Andi menegaskan, Ketahanan pangan adalah ketahanan negara juga, “Kita merupakan negara agraris maka kita harus sejahtera,” ujarnya, “Mulai tahun 2016, kita upayakan tidak ada bulan paceklik,” pungkas Andi.

Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Hakim, mengatakan, kehadiran Menteri Pertanian (Mentan) di Tasikmalaya membuktikan Mentan cinta petani, “Beberapa Menteri sudah banyak yang datang ke Tasikmalaya, tapi saya tersanjung dengan kehadiran Menteri Pertanian Andi Amran,” ungkap Uu.

“Saat ini pertanian menjadi idola dan andalan Tasikmalaya,” kata Uu, “Maka para petani perlu diperhatikan karena kami memiliki masa depan yang cerah,” pungkas Uu.

Acara Pelepasan Sewindu Eksport Beras Organik Gapoktan Simpatik Kabupaten Tasikmalaya ke Belgia di Kampung Cidahu Desa Mekarwangi Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya diwarnai penyerahan bantuan 20 traktor dari Kementerian Pertanian, dan pemberian kartu BPJS kepada para petani, sebelumnya Menteri Pertanian sempat blusukan dan meninjau langsung areal sawah beras organik. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.