Sembilan Provinsi Gugat Wild Card Tim Berkuda Jawa Barat

img_20160920_104827

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Sembilan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) akan menggugat Wild Card Tim Berkuda Jawa Barat di ajang Pekan Olah raga Nasional (PON) XIX/2016 ke Dewan Hakim PB PON dan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI).

Hal ini terungkap dalam Press Conference Penolakan Wild Card Tuan Rumah Jabar pada Final Cabang Olah raga Berkuda (Pacu) PON XIX/2016, Senin, (19/9/2016), di Hotel Patra Jasa jalan Ir.H.Juanda (Dago) Bandung.

Turut hadir Manajer Cabang Olah raga Berkuda Provinsi DKI Jakarta Alex Asmasoebrata, Perwakilan Pengprov Pordasi Jawa Timur, Riau, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Barat.

“Dari 12 Kontingen cabang olahraga berkuda (pacu) PON XIX/2016, terdapat 9 kontingen yang keberatan dan tidak menyetujui tuan rumah Jawa Barat mendapat dua Wild Card yang otomatis lolos ke babak final di setiap kelasnya,” kata Manajer Cabang Olah raga Berkuda Provinsi DKI Jakarta Alex Asmasoebrata di awal paparannya, “Dengan Wild Card tersebut, tim berkuda tuan rumah Jawa Barat menempatkan 10 ekor kudanya di final tanpa melalui babak penyisihan,” tegasnya.

Lebih lanjut Alex mengatakan, Kontingen berkuda Provinsi DKI Jakarta bersama 8 Pengprov Pordasi mengajukan protes terkait hasil Drawing babak final pacuan kuda PON XIX/2016 yang dilakukan Panitia Pelaksana Pertandingan PON XIX/2016 cabang olah raga berkuda (pacu) di Pangandaran pada (16/9/2016).

“Panitia memasukkan masing-masing dua ekor kuda Wild Card dari kontingen Jawa Barat pada lima nomor pertandingan,” kata Alex, “Kuda kontingen Jabar tidak mengikuti babak penyisihan pada (15/9/2016), hal ini sangat mencederai semangat sportivitas dan fairplay,” tegas Alex.

Alex mengungkapkan, Panitia Pelaksana Pacuan Kuda selau beralasan Technical Hand Book (THB) sudah ditandatangani oleh ketua PB PON, “PP Pordasi justru menyarankan agar semua Pengprov Pordasi seluruh Indonesia menerima Wild Card tim berkuda tuan rumah Jabar sebagai bentuk rasa penghargaan dan toleransi bagi Jabar yang telah memperjuangkan pacuan kuda masuk PON XIX/2016,” ujar Alex.

“Kami sudah mengajukan keberatan Wild Card tim tuan rumah Jabar selama enam bulan, namun tidak ada tanggapan,” ungkap Alex, “Dari 44 cabang olah raga di PON XIX/2016, tidak ada satupun tim yang langsung ke final,” tegasnya.

Mengenai fasilitas bagi kontingen tim berkuda di Pangandaran, Alex mengungkapkan, kuda-kuda kontingen selain Jabar ditempatkan di kandang yang atapnya berupa seng, “Mungkin kita mau dibuat dendeng kuda,” sindir Alex, “Sedangkan 10 kuda kontingen Jabar masih berada di Lembang dan tidak ikut penyisihan,” kata Alex, “Jabar ingin kahiji tapi licik,” ujarnya.

Alex mengatakan cabor pacuan kuda PON XIX/2016 tidak ada Technical Meeting, “Mana banyak tentara galak, dan kami tidak boleh syuting,” kata Alex.

“Kami bukannya ingin menggagalkan PON XIX/2016, tapi bila kemenangan Jawa Baray dilakulkan dengan cara yang licik akan tidak enak rasanya,” kata Alex “Padahal Presiden Joko Widodo mengamanatkan kompetisi PON XIX/2016 harus sehat,” ujarnya.

Alex pun mempertanyakan tiga kontingen berkuda yang tidak ikut protes masalah Wild Card tuan rumah Jabar, “Kontingen Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta tidak mau menandatangani nota protes,” ujarnya.

“Ikut tidaknya kami dalam cabor pacuan kuda PON XIX/2016 mengikuti perkembangan yang ada,” kata Alex, “Yang pasti tim tuan rumah Jawa Barat curang dan tidak sportif,” tegasnya, “Saya minta Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan PB PON jangan melakukan hal yang tidak pantas,” tegasnya, “Ente jual ane borong,” pungkas Alex. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.