Biografi Iwan Sunito Diluncurkan November 2016

book-cover_1

ARCOM.CO.ID ,Jakarta. Buku Biografi Iwan Sunito bertajuk “Without Borders: Perjalanan Anak Hutan Kalimantan Menjadi Raja Properti Australia” yang menceritakan awal mula berdirinya Crown Group secara detil akan diluncurkan pada November 2016.

Rencana peluncuran buku biografi Iwan Sunito yang telah lama ditunggu-tunggu akhirnya diumumkan langsung oleh CEO Crown Group Iwan Sunito, Senin, (10/10/2016).

Buku berjudul “Without Borders: Perjalanan Anak Hutan Kalimantan Menjadi Raja Properti Australia” akan menceritakan secara mendetil kisah perjalanan hidup seorang pria biasa yang lahir di Surabaya pada tahun 1966, hingga pada akhirnya menjadi salah satu pengusaha properti yang paling dihormati di Australia.

“Adalah sebuah pengalaman yang luar biasa, bahkan di luar ekspektasi saya ketika kami memulai proses penulisan kisah hidup saya dari awal”, kata Iwan Sunito.

“Seperti mengalami sebuah Flash Back atas semua peristiwa yang pernah terjadi dalam kehidupan saya,” ujar Iwan.

Lebih lanjut Iwan mengatakan, banyak hal yang sudah terlupakan namun akhirnya hidup kembali dari tulisan salah satu sahabatnya yaitu Teguh S. Pambudi yang bahkan Iwan menyebutnya sebagai kamus berjalan untuk hidupnya.

“Saya berharap, dengan meluncurkan buku ini semoga ‘Without Borders’ dapat menjadi salah satu Legacy saya bagi generasi muda dan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Iwan, “Persistence Breaks Resistance and It Never Fails”, pungkas Iwan.

Teguh Sri Pambudi sendiri merupakan salah seorang wartawan bisnis senior yang telah malang melintang di dunia jurnalisme selama hampir dua dekade.

Salah satu buku hasil dari tulisan dan pengamatan Teguh S. Pambudi adalah biografi pendiri Astra International, “Man of Honor: Kehidupan, Semangat dan Kearifan William Soeryadjaya” yang menjadi salah satu Best Seller di toko buku terkemuka di Indonesia.

“Banyak hal yang membuat saya semakin terpesona dengan sosok Iwan Sunito,” kata Teguh, “Awalnya saya pikir saya sudah mengetahui semuanya, dan ternyata saya salah,” ungkap Teguh.

“Iwan Sunito merupakan bukti paduan ketajaman intuitif, keluasan imajinasi dan kegigihan dalam roda kehidupan,” tegas Teguh.

“Buku ini pada akhirnya menjadi kompas baru bagi saya untuk memahami makna dari kehidupan itu sendiri, dan mendorong pemahaman kehidupan bukanlah sekadar kehidupan, namun bagian dari sesuatu yang lebih luas,” pungkas Teguh.

Presiden Direktur Gramedia Wandi S. Brata mengungkapkan antusiasmenya terhadap rencana peluncuran buku biografi Iwan Sunito, “Akhirnya kita bisa melihat sebuah buku perjalanan hidup salah satu figur pendobrak kemapanan di Australia secara lebih lengkap dan komprehensif,” tegas Wandi, “Kisah seorang anak Indonesia yang berhasil menunjukkan bahwa dia mampu berprestasi tinggi di negeri orang,” ujarnya.

“Semoga buku ini menjadi inspirasi bagi anak-anak muda,” kata Wandi, “Iwan Sunito adalah contoh bagaimana mendobrak segala keterbatasan diri,” pungkas Wandi.

Buku “Without Borders” terdiri dari 15 bab yang dibagi menjadi beberapa fase perjalanan hidup Iwan Sunito yang dimulai dari titik awal hingga detik ini.

Buku biografi ini merupakan hasil perjalanan selama kurang lebih 3 tahun (2014-2016), mulai dari wawancara, riset, hingga penulisan.

Rancangan awal kisah yang akan ditulis, sesi wawancara dengan banyak narasumber di sejumlah tempat, mulai dari Jakarta, Surabaya, Pangkalan Bun, hingga di Sydney, riset-riset sekunder, hingga penentuan judul serta gambar muka, semuanya dilakukan secara mendetil melalui sesi diskusi yang intens dan berulang-ulang.

Buku “Without Borders” akan tersedia di semua gerai buku terkemuka di Indonesia pada pertengahan bulan November tahun 2016 dan juga tersedia secara daring. (Bagoes Rinthoadi)