Kabaret Ada Gajah di Atas Langit Angkat Isu Bullying

img_20161011_072031

ARCOM.CO.ID ,Bandung. AfterWorkProject, Bosmat Kabaret, Sanggar Ananda, abgienterprise, dan Nan Hijab berkolaborasi menyuguhkan pagelaran kabaret bertajuk, “Ada Gajah di Atas Langit”, Sabtu dan Minggu, (15-16/10/2016), di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat Dago Tea House jalan Bukit Dago Utara Bandung.

Hal ini terungkap saat Press Conference Kabaret “Ada Gajah di Atas Langit”, Sabtu, (8/10/2016), di Marlo Kitchen jalan Tamblong Bandung.

Turut hadir, Sutradara Kabaret “Ada Gajah di Atas Langit” Dimas Tri Aditiyo dan Argin Hasta, Creative Director abgienterprise Gifar Abisena, para personel Icons (d/h 7 ICONS), dan Sales Manager Nan Hijab Dedy Priyono.

“Kabaret Ada Gajah di Atas Langit mengangkat isu Bullying karena bentuk pelecehan atau intimidasi (bullying) masih banyak terjadi dalam postingan social media maupun di kehidupan sehari-hari,” kata Sutradara Dimas Tri Aditiyo di awal paparannya.

img_20161011_072036

Lebih lajut Dimas mengatakan, Bullying terhadap fisik dan mental di kalangan pelajar dikhawatirkan menyebabkan kemunduran mental, “Merespon hal ini kami berinisiasi menyuguhkan pagelaran kabaret Ada Gajah di Atas Langit,” ujarnya.

“Hal unik dalam pementasan kabaret ini ialah penonton dapat menentukan sendiri Ending kisah kabaret Ada Gajah di Atas Langit,” kata Dimas, “Nantinya penonton akan memilih ending melalui Twitter dengan hashtag yang sudah disiapkan panitia,” ujarnya.

Dimas mengungkapkan, kabaret Ada Gajah di Atas Langit akan menampilkan para personel Icons (d/h 7 Icons), “Mereka akan berperan sebagai tokoh antagonis dan melakukan Bullying kepada tokoh utama yang bernama Langit,” pungkas Dimas.

Sutradara Argin Hasta berharap pertunjukan kabaret Ada Gajah di Atas Langit dapat menghibur sekaligus mendidik, namun tetap enak ditonton, “Memang kabaret belum familiar di masyarakat, namun di pementasan perdana ini kami ingin menunjukan kabaret adalah sebuah karya yang bisa dinikmati semua kalangan,” tegasnya.

img_20161011_072039

Creative Director abgienterprise Gifar Abisena mengatakan, saat ini kabaret jarang dipentaskan dan hanya ramai di komunitas dan sekolah saja, “Pementasan kabaret Ada Gajah di Atas Langit merupakan langkah berani dan mendobrak,” ujarnya.

Pementasan kabaret Ada Gajah di Atas Langit melibatkan 150 orang pemeran dan kru yang berasal dari Bosmat Kabaret dan Sanggar Ananda.

Kabaret berdurasi dua jam dan menargetkan 3000 penonton ini menceritakan kisah cinta monyet yang diperankan karakter bernama Langit dan Jingga dalam suasana romantisme cinta yang segar dan unik dibalut isu Bullying.

Pagelaran kabaret Ada Gajah di Atas Langit dengan jargon ‘Stop Bullying and Start Loving’ dapat dinikmati dengan membayar tiket Pre-sale seharga Rp.30.000 dan On The Spot seharga Rp.40.000. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.