Ikatan Alumni Unisba: Ahok Musuh Semua Agama

p_20161016_162029_vhdr_auto_1

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Ikatan Alumni (IA) Unisba akhirnya ikut bersuara terkait kasus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok yang dianggap menghina ayat suci Alquran dan para ulama.

Acara bertajuk, Kongkow Bareng Alumni Unisba yang mengambil tema, “Menohok Ahok dari Bandung”, berlangsung, Minggu, (16/10/2016), di Dacosta Cafe & Lounge jalan Sawunggaling Bandung.

Turut hadir, Ketua Ikatan Alumni (IA) Unisba Imam Rusdi, Mantan Presiden Mahasiswa Unisba tahun 2006/2007 Gusmiadi, dan para alumni Unisba dari berbagai angkatan.

Acara Menohok Ahok dari Bandung diawali pembacaan surat Al Maidah ayat 51 oleh Ketua Ikatan Alumni (IA) Unisba Imam Rusdi dilanjutkan pembacaan terjemahannya berdasarkan Kementerian Agama RI.

“Terima kasih pada Basuki Tjahaja Purnama yang telah mempersatukan alumni Unisba,” kata Ketua Ikatan Alumni (IA) Unisba Imam Rusdi, yang disambut tawa anggota IA Unisba.

p_20161016_145659_vhdr_auto

Lebih lanjut Imam mengakui organisasi Ikatan Alumni (IA) Unisba masih ‘bayi’, “Kami mengadakan acara ini karena ada masalah politik yang menyentuh keyakinan,” kata Imam.

Mantan Presiden Mahasiswa Unisba tahun 2006/2007 Gusmiadi yang biasa disapa Goben menegaskan, Republik Indonesia dibangun berbagai agama dan kepercayaan, “Persoalannya Ahok bukanlah seorang muslim akan tetapi Ahok mengomentari yang bukan keyakinannya,” tegas Goben.

“Ketika Ahok menghina Ulama-ulama yang menyampaikan Surat Al Maidah ayat 51, dengan mengatakan ulama dianggap membohongi dan membodohi umat, bisa dipastikan siapa yang SARA,” tegas Goben.

“Saya secara tegas mengatakan, Ahok musuh semua agama,” kata Goben, “Ahok tidak layak memimpin Jakarta karena Ahok bermulut jamban,” tegas Goben.

“Saya mengusulkan Ikatan Alumni (IA) Unisba menyiapkan lima bus menuju Jakarta untuk mendemo Ahok, dan kita fokus terhadap penistaan ulama dan pastinya demo kita tidak anarkis,” kata Goben.

p_20161016_143750_vhdr_auto_1

Lebih lanjut Goben mengungkapkan, Ahok telah menipu satu juta pendukungnya yang telah memberikan KTP nya dengan masuk partai, “Ahok berkhianat,” ujarnya.

“Ahok inkosisten terhadap rakyat gusuran, dan Ahok menerima Rp.1,6 triliun tanpa melalui proses dan tidak masuk APBD DKI Jakarta, kata Goben, “Bahkan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI-P Junimart Girsang mengatakan Teman Ahok menerima Rp.30 miliar,” ujarnya, “Ahok juga diduga menerima Rp.6 miliar dari pengembang Agung Podomoro untuk penggusuran Kalijodo, dan masih banyak temuan lainnya,” pungkas Goben.

Anggota Ikatan Alumni (IA) Unisba Edo mengatakan, seharusnya Universitas Islam Bandung (Unisba) memberikan sikap terkait Ahok yang dianggap menghina ayat suci Alquran dan para ulama.

“Tamansari 1 seharusnya memberikan sikap terkait Ahok kepada Bareskrim,” kata Edo, “Kita pasti akan mendapat resiko ketika memunculkan isu Ahok, namun jangan takut karena yang diganggu adalah umat Islam,” tegasnya.

Anggota Ikatan Alumni (IA) Unisba Asrevi Rangkuti menegaskan, Unisba sekecil apapun harus berkontribusi terkait masalah Ahok yang dianggap menghina ayat suci Alquran, “Hal ini tidak bisa ditoleransi dan kita tidak boleh diam,” pungkasnya.

Ikatan Alumni (IA) Unisba berjanji ke depannya akan terus mengadakan kegiatan-kegiatan seperti seminar, dialog, dan pertemuan yang membahas isu-isu terkini. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.