Indobuildtech Expo Bandung 2016 Usung Green Building

img_20161013_160055

ARCOM.CO.ID ,Bandung. PT Debindo International Trade and Exhibitions (Debindo-ITE) kembali menggelar pameran material berskala internasional bertajuk, “Indobuildtech Expo Bandung 2016″ selama lima hari, (12-16/10/2016), di Graha Manggala Siliwangi jalan Aceh No.66 Bandung.

Pembukaan Indobuildtech Expo Bandung 2016 berlangsung Rabu pagi, (12/10/2016), di Graha Manggala Siliwangi, dan dihadiri Business Development Manager Debindo-ITE Raditia Zafir Ahmad.

“Indobuildtech series 2016 dimulai dari Bali, Surabaya, Jakarta, dan Bandung,” kata Business Development Manager Debindo-ITE Raditia Zafir Ahmad di awal paparannya.

“Khusus di kota Bandung, Indobuildtech Expo Bandung 2016 diikuti 30 peserta,” kata Raditia, “Selain itu akan ada 16 Seminar yang didukung oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Barat, ITB dan Telkom University,” ujarnya.

img_20161013_160103

Lebih lanjut Raditia mengatakan, Indobuildtech Expo Bandung 2016 lebih menekankan pada program bisnis, “Tahun 2016 Indobuildtech Expo kita perbanyak acaranya,” ujarnya.

Raditia menegaskan Indobuildtech Expo Bandung 2016 mengusung tema Green Building, “Kami sengaja mengangkat tentang Green Building, karena produknya penuh tantangan, dikarenakan produk Green Building tidak semuanya Enviromental Friendly,” ungkapnya, “Produk yang Friendly contohnya baja ringan karena awet, tahan lama dan tidak terbuat dari kayu,” ujarnya.

“Contoh Green Building ialah Sanitary karena untuk sekali flush hanya menggunakan satu liter sehingga efektif,” kata Raditia, “Produk Green Building lainnya adalah lampu LED yang hemat energi,” ujarnya.

“Konsep Green Building kuncinya ada di arsitek yang berkoordinasi dengan developer,” ungkap Raditia.

“Penggunaan material Green Building sebenarnya sudah berlangsung lima tahun ke belakang, contohnya yaitu penggunaan bata ringan,” kata Raditia.

img_20161013_160059

“Sebelumnya masyarakat menggunakan bata merah yang sebenarnya harganya mahal, ongkos pemasangan mahal, dan pengerjaannya lama,” ungkapnya, “Bata ringan lebih efektif, karena ongkosnya murah, pengerjaan cepat dan kedap suara, selain itu kekuatan bata ringan lebih kuat daripada bata merah,” tegasnya.

Mengenai target, Raditia mengatakan Indobuildtech Expo Bandung 2016 dibagi dua segmen pengunjung, yaitu pengunjung bisnis dan konsumen, “Pengunjung bisnis diantaranya arsitek, developer, kontraktor, dan desainer interior yang memang mencari bahan-bahan untuk referensi,” ungkapnya, “Pengunjung kedua adalah masyarakat umum.

“Untuk transaksi selama expo biasanya tolak ukurnya bukan selama lima hari pameran, tetapi setelah pameran baru para pengunjung bertransaksi,” ungkap Raditia, “Yang pasti Indobuildtech Expo Bandung 2016 adalah ajang mencari order dan job,” pungkasnya.

Para peserta Indobuildtech Expo Bandung 2016 merupakan Market Leader, Distributor Material dan teknologi bangunan terkemuka di bidangnya, mulai dari kategori Roofing (genteng, atap, plafon), Flooring (ubin, keramik, lantai), Walling (partisi, dinding), hingga perkakas pendukung instalasi. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.