TV Nasional Tayangkan Siaran Lokal Pada Jam Hantu

img_20161118_105831

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah KPID Jawa Barat (Jabar) Dedeh Fardiah mengatakan, pihaknya mengakui masih banyak TV Nasional atau TV Sistem Stasiun Jaringan (SSJ) yang menyiarkan siaran lokal atau konten lokal pada dinihari hingga menjelang subuh atau biasa disebut jam-jam hantu.

Hal ini diungkapkan Dedeh disela-sela Konferensi Pers KPID Jawa Barat Award 2016, Rabu, (16/11/2016), di Aula KPID Jabar jalan Malabar No.62 Bandung.

“TV Nasional atau TV SSJ sudah kami ingatkan untuk tidak menyiarkan siaran lokal atau konten lokal di jam-jam hantu,” tegas Dedeh, “Setelah kami ingatkan akhirnya ada beberapa TV SSJ yang menggeser siaran lokal pada pukul 6 pagi dan sore hari,” ujarnya.

Lebih lanjut Dedeh mengatakan, TV Nasional atau TV SSJ masih berkomitmen menyiarkan siaran dan konten lokal sebanyak 10 persen, “Kita tinggal menggenjot konten lokal masuk ke Prime Time,” ujarnya.

Mengenai pengaduan masyarakat mengenai tayangan yang tidak layak ditonton, Dedeh mengungkapkan, sepanjang tahun 2016 periode Januari hingga Oktober, terdapat 1.805 pengaduan masyarakat, “Setelah KPID Jabar melakukan pleno hasilnya kita memberikan himbauan (239), teguran (215), penghentian siaran, dan klarifikasi,” kata Dedeh, “Rekomendasi dan teguran sudah kita kirim langsung ke pusat,” ujarnya.

Mengenai banyaknya lagu dangdut yang diputar di radio dengan lirik yang tidak pantas, Dedeh menegaskan, pihaknya masih melarang lagu dangdut tersebut disiarkan, “Pelarangan lagu dangdut yang tidak layak didengar masih berlaku,” tegasnya.

“Respon lembaga dan masyarakat mengenai lagu dangdut yang tidak pantas didengar sangat luar biasa,” ungkap Dedeh, “Namun masih banyak lagu dangdut yang melakukan pelanggaran,” kata Dedeh.

Mengenai KPID Jawa Barat Award 2016 yang diselenggarakan Jumat malam, (18/11/2016), di Ballroom Hotel Grand Royal Panghegar jalan Merdeka Bandung, Dedeh mengungkapkan, KPID Jabar Award 2016 diikuti 58 peserta lembaga penyiaran dan 22 lembaga penyiaran televisi di Jabar, “Ada 12 kategori yang diperebutkan di KPID Jabar Award 2016,” pungkas Dedeh.

Hingga saat ini KPID Jabar Award tidak menggunakan sisi industri yaitu sistem Pooling, KPID Jabar hanya mengandalkan juri yang diklaim mumpuni dan beralasan prasarana belum memadai, sistem Pooling sendiri dapat membuktikan berapa banyak orang yang menonton suatu acara. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.