Iwan Sunito Persembahkan Buku Without Borders Untuk Indonesia

img_20161119_074828

ARCOM.CO.ID ,Jakarta. Pemenang penghargaan Australian Property Person of The Year Iwan 2015 Iwan Sunito, Jumat, (18/11/2016), mengumumkan peluncuran buku biografinya yang telah lama ditunggu yaitu “Without Borders”.

Buku Without Borders menceritakan sebuah kemungkinan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, sekaligus membuktikan keterbatasan bukanlah penghalang utama untuk bisa menembus batas.

Without Borders menceritakan perjuangan hidup seorang anak manusia yang berawal dari keterpurukan kemudian menjelma menjadi salah satu sosok yang disegani di industri properti Negara Kangguru Australia.

Buku Withot Borders merupakan hasil perjalanan selama kurang lebih 3 tahun (2014-2016), mulai dari wawancara, riset, hingga penulisan.

Mulai dari rancangan awal, kisah yang akan ditulis, sesi wawancara dengan banyak narasumber di sejumlah tempat mulai dari Jakarta, Surabaya, Pangkalan Bun,hingga di Sydney, riset-riset sekunder, hingga penentuan judul serta gambar muka, semuanya dilakukan secara mendetil melalui sesi diskusi yang intens dan berulang-ulang.

“Banyak hal yang sudah terlupakan namun akhirnya hidup kembali dari tulisan salah satu sahabat saya Teguh S. Pambudi yang saya menyebutnya sebagai kamus berjalan untuk hidup saya” ungkap Iwan Sunito.

“Seperti mengalami sebuah Flash Back dilayar lebar atas semua peristiwa yang pernah terjadi dalam kehidupan saya,” ujar Iwan.

“Denpasar, Bali merupakan lokasi historis dimana saya mendapatkan titik balik dalam kehidupan saya, dan itulah sebabnya mengapa saya memilih Bali sebagai lokasi peluncuran buku Without Borders,” ungkap Iwan.

“Saya bersyukur pada akhirnya kami bisa mewujudkan salah satu mimpi saya untuk bisa berbagi kisah hidup saya,” kata Iwan, “Saya persembahkan buku Without Borders untuk bangsa dan tanah kelahiran saya, Indonesia” tegasnya.

“Hal ini tidak akan mungkin bisa terwujud tanpa kehadiran sosok Wandi S.Brata yang sejak awal meyakinkan saya untuk meluncurkan buku ini” pungkas Iwan.

Teguh Sri Pambudi selaku penulis mengatakan, Iwan Sunito adalah bukti paduan ketajaman intuitif, keluasan imajinasi dan kegigihan dalam roda kehidupan adalah sebuah formula yang tepat dalam mencapai sebuah tujuan, “Buku ini pada akhirnya menjadi kompas baru bagi saya untuk memahami makna dari kehidupan itu sendiri dan mendorong pemahaman bahwa kehidupan bukanlah sekadar kehidupan, namun bagian dari sesuatu yang lebih luas,” pungkas Teguh.

Buku Without Borders terdiri dari 15 Bab yang dibagi menjadi beberapa fase perjalanan hidup Iwan Sunito yang dimulai dari titik awal hingga detik ini.

Buku Without Borders akan tersedia di semua gerai buku terkemuka di Indonesia mulai Desember 2016, dan akan tersedia juga secara daring di Scoop dan Amazon.

Berikut sebuah potongan cerita yang diambil dari Buku Without Borders: Perjalanan Anak Hutan Kalimantan Menjadi Raja Properti Australia:

Pagi itu, matahari menyapa lembut ketika Arifpin Kosasih memencet tombol telepon selulernya, mengontak sahabat lamanya, Nyohardi Purnomo.

Sebuah berita dan sebuah foto telah menyentak kalam bawah sadarnya.Dan dia tahu kepada siapa harus mengonfirmasi kebenaran berita yang tengah dibacanya.

“Nyo, coba kamu lihat berita di Jawa Pos hari ini,” katanya singkat sambil menyebut halaman berita tentang peresmian sebuah proyek properti di Australia.

Tanpa banyak diskusi panjang, telepon pun segera ditutup. Tak berapa lama giliran Nyo yang menghubungi balik sang penelpon. Pin,ini bukannya Cen Huan, teman kita?” cetusnya dengan nafas setengah memburu.

“Nah, itu dia,” jawab Arifpin sambil menghela napas. “Kalau wajahnya sih Cen Huan. Lihat matanya, senyumnya,…juga kurusnya, dia menyambung. Berita di Jawa Pos itu dibacanya beberapa kali, sementara fotonya ditatap lekat-lekat.

Iya, ya. Wah, kok bisa dengan Perdana Menteri Australia, ya….” Nyo berkata sambil berdecak. Mereka diam sejenak… (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.