FOREXimf.com Bahas Investasi Bodong dan Isu Rush Money

img_20161124_043145

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Perusahaan pialang berjangka panjang resmi dari Indonesia PT. International Mitra Futures atau biasa disebut FOREXimf.com menggelar Coffee Morning bersama Media, Selasa, (22/11/2016), di Lounge Kantor Pusat FOREXimf.com jalan Sunda No.57 Bandung.

Turut hadir Head of Market Analyst & Education PT. International Mitra Futures Eko Trijuni, dan Director of Sales Marketing PT. International Mitra Futures Bayu Sumahendra.

Berbagai situasi terkini seputar trading, ekonomi dan bisnis dibahas secara mendalam oleh Head of Market Analyst & Education PT. International Mitra Futures Eko Trijuni.

“Apabila trading dijalankan dan dikelola secara benar, maka hasilnya akan bagus dan dapat meningkatkan taraf hidup,” kata Eko di awal paparannya.

Lebih lanjut Eko menegaskan, saat ini banyak investasi bodong yang memakai embel-embel Forex, “Walaupun terus diberantas, investasi bodong tersebut tetap muncul, karena menjanjikan keuntungan 50 persen setiap bulannya,” kata Eko.

img_20161124_043156

“Kita seharusnya sudah paham, investasi bodong merupakan Money Game yang menggunakan skema Ponzi atau piramida,” ungkap Eko.

Mengenai isu Rush Money yang berkembang belakangan ini dan menjadi Viral, Eko mengatakan dirinya baru mendengar istilah Rush Money, “Istilah yang saya kenal bukan Rush Money melainkan Cash Rush,” ujarnya.

“Saat ini Rush Money atau Cash Rush tidak mungkin terjadi, tetapi bila terjadi, maka perekonomian Indonesia akan terganggu,” tegas Eko.

“Uang yang beredar di masyarakat saat ini banyak, Supply melimpah, namun nilai uang akan turun bila melimpah,” kata Eko, “Indikasi terjadinya Rush Money atau Cash Rush yaitu munculnya ketidakpercayaan masyarakat kepada sistem perbankan,” ujarnya, “Cash Rush kecil-kecilan sebenarnya sering terjadi yaitu ketika menjelang Lebaran,” kata Eko.

Lebih lanjut Eko mengatakan, bila masyarakat tidak percaya kepada bank, berati tidak percaya pada pemerintah, hal ini pernah terjadi di Yunani, yang pada akhirnya sistem Bank di Yunani dimatikan agar masyarakatnya tidak melakukan penarikan uang besar-besaran.

img_20161124_043152

Mengenai pertumbuhan ekonomi di Indonesia, Eko mengatakan, pertumbuhannya baik walaupun tidak meroket, “PDB Indonesia tidak kalah dengan Amerika Serikat, yang paling penting politik stabil,” ujarnya.

“Saat ini eksekutif dan legislatif sudah mesra dan tidak ada konflik, buktinya Tax Amnesty tidak mendapat banyak tantangan,” kata Eko.

Mengenai nilai mata uang rupiah, Eko menegaskan yang penting nilainya stabil, “Dalam Jangka panjang nilai rupiah bila stabil di angka berapapun tidak masalah,” ujarnya, “Namun kenaikan nilai mata uang tidak boleh terlalu cepat dan jangan menimbulkan gejolak, fluktuasi mata uang wajar, asalkan tidak ekstrem,” tegas Eko.

“Tidak ada negara yang ingin mata uangnya terlalu kuat,” ungkap Eko, “Bila mata uang terlalu lemah atau terlalu kuat, maka akan ada sektor yang tersakiti,” ujarnya.

Mengenai terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat, Eko mencermati ternyata Trump mampu memberikan Statement-statement dalam tanda kutip menyejukan, “Trump terlihat berupaya untuk mengembalikan stabilitas ekonomi, atau paling tidak melanjutkan stabilitas ekonomi yang telah dicapai pada akhir masa jabatan Obama,” kata Eko.

img_20161124_043148

“Ketika Trump berhasil menenangkan pasar dalam tanda kutip, US Dollar kembali menguat seperti saat ini, secara umum US Dollar menguat,” ujar Eko.

“Saat ini pasar masih belum yakin kepada Trump, pasar masih melihat ketika Trump dilantik, kebijakan Trump akan seperti apa,” kata Eko.

“Ketika Trump kampanye, Trump pernah mewacanakan akan mengaudit Federal Reserve (Bank Sentral Amerika), dan Trump mewacanakan akan memecat Ketua Federal Reserve, Padahal upaya Federal Reserve luar biasa saat menstabilkan perekonomian Amerika Serikat,” ungkap Eko.

“Kita tidak tahu apakah Trump fokus pada ekonomi atau fokus pada politik luar negeri,” kata Eko, “Yang pasti Trump akan membatasi jumlah kerjasama luar negeri dengan Tiongkok,” ujarnya, “Sepertinya ada harapan Trump lebih baik daripada Presiden Amerika Serikat sebelumnya,” pungkas Eko. (Bagoes Rinthoadi)