Festival Babakan Siliwangi Ciptakan Rekor Dunia

img_20161127_035641

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Festival Babakan Siliwangi (Baksil) 2016 yang berlangsung, Sabtu, (26/11/2016), di Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, berhasil menciptakan dan membuat rekor dunia maupun rekor Indonesia.

Hal ini terungkap dalam Press Conference Festival Babakan Siliwangi, turut hadir, Penyelenggara Festival Babakan Siliwangi 2016 Michael Octavianus, Vice President Record Holders Republic (RHR) Indonesia Halim Sugiarto, Pimpinan Original Rekor Indonesia (ORI) Agung Elvianto, Tokoh Budaya dari Kesultanan Nusantara Ike Dewi Sartika, dan Seniman Kent Kent dari Kent Tattoo.

“Kegiatan Festival Babakan Siliwangi menunjukan masyarakat kota Bandung khususnya anak-anak mudanya kreatif, peduli lingkungan, dan mencintai alam,” kata Penyelenggara Festival Babakan Siliwangi Michael Octavianus di awal paparannya.

Lebih lanjut Michael mengatakan, acara ini diadakan di Baksil karena Taman Hutan Kota Babakan Siliwangi merupakan satu satunya hutan lindung yang ada di tengah kota.

“Persiapan Festival Babakan Siliwangi 2016 cukup panjang, namun acara ini sukses dengan banyaknya rekor-rekor yang dibuat para seniman,” pungkas Michael.

img_20161127_040050

Vice President Record Holders Republic (RHR) Indonesia Halim Sugiarto mengatakan, RHR merupakan badan rekor yang berpusat di Inggris, “Saya ditunjuk sebagai salah satu perwakilan RHR di Indonesia,” kata Halim.

“Rekor hari ini yang tercipta di Festival Babakan Siliwangi adalah pada pencapaian manusia yang berkreasi,” kata Halim, “Yang kita catat di sini adalah lukisan Kent-Kent yang dilukis selama 26 menit 11 detik pada 26 November 2016, dan dikolaborasikan bersama teman-teman seniman yang melakukan kegiatan kolosal seperti pertunjukan ular, lukis, musik perkusi, tarian, egrang, dan senam,” ujarnya.

“Kegiatan di Hutan Kota Babakan Siliwangi bukan pemecahan rekor, tapi pembuatan rekor baru,” ungkap Halim, “Ke depan diharapkan ada pemecahan rekor-rekor baru,” ujarnya.

“Saat ini diseluruh dunia RHR telah mencatatkan 2500 rekor dunia, dan 300 rekor di Indonesia,” kata Halim.

“Kami berharap kreativitas di Kota Bandung tidak hanya kelas lokal, tapi bisa naik ke tingkat nasional, bahkan internasional,” pungkas Halim.

img_20161127_035645

Pimpinan Original Rekor Indonesia¬†(ORI) Agung Elvianto mengatakan, di Festival Babakan Siliwangi telah terjadi sebuah rekor Indonesia yaitu kolaborasi musik kresek (plastik), “Rekor ini dimasukan ke dalam kategori unik,” ujarnya.

“Kita tahu di Bandung banyak sampah berupa plastik yang susah untuk diuraikan, disini kita mencoba untuk mengingatkan hati-hati dengan sampah plastik melalui musik kresek,” kata Agung.

“Keunikan lainnya yaitu musik kresek diadakan pada tanggal 26 November 2016, dalam waktu 26 menit 11 detik,” ungkap Agung, “Dengan menghadirkan musik kresek melalui musik modern dan tradisional, diharapkan musik tradisional Sunda lebih dikenal masyarakat Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut Agung mengatakan, dalam waktu yang bersamaan, ORI mencatat ada 3 rekor di Bandung yang diciptakan, “Ada rekor kolosal sosialisasi jentik nyamuk di Lapangan Persib yang dilakukan Pramuka, dan rekor yang dilakukan musisi Power Metal di Fame Station,” ungkapnya.

Di akhir paparannya Agung mengatakan, hingga saat ini ORI sudah menerbitkan 2600 sertifikat dan 1.700 rekor di seluruh indonesia.

img_20161127_035649

Tokoh Budaya dari Kesultanan Nusantara Ike Dewi Sartika, mengatakan, pertunjukan di Festival Babakan Siliwangi bukan asal pertunjukan, tetapi gerakan moral bagi para pemuda dan anak-anak untuk membentuk suatu karakter budaya.

“Rekor ORI merupakan motivasi bagi generasi penerus bangsa untuk mencintai budayanya dan mempersatukan NKRI,” kata Ike.

“Acara ini luar biasa, karena jarang suatu pertunjukan yang pemenangnya diberi hadiah, biasanya kalau sudah pertunjukan ya selesai, tapi ORI memberikan hadiah untuk motivasi, supaya para seniman berkarya lagi, dan meningkatkan kreativitasnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Ike mengatakan, kegiatan budaya di Festival Babakan Siliwangi diadakan agar para pemuda bebas dari narkoba, “Kegiatan ini kesempatan bagi anak bangsa untuk berkreativitas,” ujarnya.

“Anak anak muda di Bandung dan Jawa Barat ada yang tidak bersemangat terhadap budaya, dengan adanya kegiatan ini, dapat mengajak mereka lebih bersemangat lagi, dan lebih mencintai budaya,” kata Ike.

img_20161127_035654

“Karena arus globalisasi dan MEA merupakan salah satu tantangan dan ancaman bagi generasi muda, yaitu ancaman bisa bergaul bebas dan modern,” tegas Ike, “Selain itu melalui kegiatan ini, kita ingin menyelamatkan anak-anak bangsa,” pungkasnya.

Seniman Kent Kent dari Kent Tattoo mengatakan, dirinya dalam pembuatan rekor melukis, membuat lukisan Yin Yang, “Biasanya Yin Yang hitam dan putih, tapi kita aplikasikan pada air dan api,” ujarnya.

“Keseimbangan biasanya atas dan bawah, tetapi yang kita padukan adalah keseimbangan hidup, dan beradab, sehingga tidak ada pemisahan,” kata Kent, “Biasanya diantara seniman suka ada jendela, yaitu seniman akademis dan non akademis,” pungkasnya. (Bagoes Rinthoadi)