MBC Gelar Kompetisi Seduh Kopi di Kota Bandung

img_20161205_171702

ARCOM.CO.ID ,Bandung. Manual Brew Community (MBC) selama dua hari, Kamis-Jumat, (8-9/12/2016), di Noah’s Barn Bandung akan menyelenggarakan kompetisi seduh kopi menggunakan alat manual (Manual Brew) bertajuk Bandung Brewers Cup (BBrC) 2016.

Hal ini terungkap dalam Press Conference Bandung Brewers Cup 2016, Senin, (5/12/2016), di Noah’s Barn jalan Dayang Sumbi Bandung.

Turut hadir, Ketua Dewan Juri BBrC 2016 Adi W. Taroepratjeka, Koordinator Acara BBrC 2016 Andi Widjaja, Pemenang IBrC 2015 Ryan Wibawa, dan Koordinator Humas BBrC 2016 Sylvie.

“Biasanya kompetisi seduh kopi menggunakan alat manual formatnya Battle,” kata Koordinator Acara BBrC 2016 Andi Widjaja di awal paparannya, “Namun Bandung Brewers Cup 2016 dipastikan mengadaptasi format nasional dan menggunakan sistem Scoring,” ujarnya.

img_20161205_171706

Lebih lanjut Andi mengatakan, Bandung Brewers Cup 2016 merupakan ajang pemanasan para Barista untuk maju di tingkat nasional, “Sebagai bentuk keseriusan, kami menghadirkan juri berpengalaman,” pungkasnya.

Ketua Dewan Juri BBrC 2016 Adi W. Taroepratjeka mengatakan, Bandung Brewers Cup 2016 diadakan untuk ajang silaturahmi dan meningkatkan teknik seduh para Barista, “Peserta BBrC 2016 paling jauh berasal dari Yogyakarta,” ungkapnya.

“BBrC 2016 merupakan ajang Barista untuk Barista, karena untuk penggalangan dana kompetisi berasal dari kedai-kedai kopi, dan tidak tergantung pada perusahaan besar,” tegas Adi.

Adi mengungkapkan, saat pendaftaran dibuka pada 10 November 2016, jatah 64 peserta habis dalam waktu 34 menit, “Yang Waiting List sampai 150 peserta,” ujarnya.

Mengenai penilaian juri, Adi mengatakan, para peserta harus menyeduh biji kopi asal Lembang yang diberikan para juri, “Namun para peserta diperbolehkan membawa biji kopi sendiri,” ungkapnya.

img_20161205_171717

“Bila ingin menang para Barista harus mampu mempresentasikan kopi dan dirinya sendiri,” kata Adi, “Juri mewajibkan para Barista bercerita, dan jangan diam saja,” ujarnya.

“Barista harus memiliki sisi seni yang tinggi dan gaya seduh yang berbeda,” kata Adi, “Yang susah ialah mengajak Barista mengapresiasi rasa,” ujarnya.

Mengenai bisnis kopi di Bandung Adi mengungkapkan, terdapat 200 kedai kopi yang menyajikan kopi seduh manual, “Namun masih banyak yang dagang kopi tetapi tidak tahu dagangannya sendiri, mereka tidak tahu biji kopi tersebut fresh atau tidak, dan tidak tahu kopinya berasal dari mana,” ujarnya.

Mengenai sertifikasi Barista, Adi mengatakan, suatu saat Barista membutuhkan sertifikasi, “Barista Indonesia harus bisa kerja di luar negeri dan ekspansi ke negara tetangga,” pungkasnya.

img_20161205_171710

Koordinator Humas BBrC 2016 Sylvie mengatakan, BBrC 2016 diadakan di Kota Bandung karena Bandung merupakan salah satu daerah yang tingkat pertumbuhan produksi dan konsumsi kopinya cukup signifikan.

“Peserta BBrC 2016 berasal dari umum, baik Barista delegasi Coffee Shop ataupun Home Barista dari Bandung maupun luar kota Bandung,” kata Sylvie, “Seluruh kopi yang digunakan dalam tahap penyisihan berasal dari Jawa Barat,” ungkapnya.

“Kompetisi BBrC 2016 akan berlangsung di lantai dua Noah’s Barn, Kamis, (8/12/2016), mulai pukul 10 pagi hingga 7 malam dan diikuti 64 peserta,” kata Sylvie, “Sedangkan Jumat, (9/12/2016), akan dimulai pukul 10 pagi hingga 8 malam, dan diikuti 12 finalis,” ujarnya.

“Selain kompetisi, di hari pertama akan ada bincang kopi bersama Farmer dan Roaster, serta sesi Sharing bersama Ahmad Hidayat dan Ryan Wibawa di hari kedua,” kata Sylvie.

“BBrC 2016 akan dimeriahkan hiburan dari Sarah & Soul, Cozy Street Corner, Star Syndrome, Fire Dance, dan Host Eddi Brokoli,” pungkas Sylvie. (Bagoes Rinthoadi)

Comments are closed.